Ada ulasan menarik pada kompas terbitan sabtu, 27 Juni 2009. Ulasan tersebut berupa fakta perdagangan dan konsumsi rokok dunia dan perkembangannya.
Sejak tahun 1970 konsumsi rokok di Amerika menurun drastic yang pada awalnya tingkat konsumsi rokok mencapai 46% pada tahun 2005 angka itu berubah menjadi 21%. Dan penurunan ini disertai juga penurunan penderita kanker paru di Negara tersebut.
Kok bias gitu? Konon masayarakat Amerika sebagian besar mulai sadar akan bahaya rokok yang dulu pada tahun 1950an merupakan trend dan lambang kejantanan. Pastinya hal itu meresahkan industry rokok di amerika dong seperti yang sering dikhawatirkan juga di Negara Indonesia. “Nanti kalo rokok dilarang, industry rokok mati dong. Banyak yang nganggur deh”.
Amerika menyiasatinya dengan meningkatkan ekspor rokok yang tahun 1994 mencapai nilai 220 miliar dollar AS. Ekspor rokok ini dilakukan ke Negara-negarea yang belom ngerti bahayanya rokok. Lebih kerennya lagi, dengan kekuatan politiknya Amerika mencoba mengikat perjanjian dengan 4 negara asia, termasuk Indonesia di dalamnya. Istilahnya GATT.
Dari 4 negara tersrbut yang menolak mentah-mentah adalah Thailand, sedangkan Indonesia dengan senang hati ngebuka pintu yang selebar-lebarnya tanpa ada batasan. Indonesia memang Negara yang baik..
Selama ini kita membela industry rokok dengan mengatakan industry rokok merupakan industry yang sangat vital dalam perekonomian Indonesia. Alasan utamanya adalah banyak menyerap tenaga kerja. Tapi tahukah kawan siapa pemegang saham terbesar dari indutri rokok Indonesia? Saat ini saham pemilikan Bentoel 85% dipegang oleh BAT(British American Tobacco). Dan bentoel tetap mengeluarkan kebijakan untuk terus memproduksi rokok kretek yang dalam komposisinya ditambahkan cengkeh sebagai penyedap rasa.
Akan tetapi dunia saat ini sangat anti rokok kawan. Banyak negara telah menandatangani FCTC dan membuat UU pengendalian dampak rokok. Tapi sayangnya pemerintah kita menolak mendatangani dan membuat UU yang sejenis. Mereka lebih sayang terhadap industry rokoknya dari pada kesehatan rakyatnya.
Padahal dengan banyak Negara membuat aturan pengendalian rokok, bahkan Amerika baru-baru ini membuat undang yang melarang rokok dengan istilah2 menipu seperti light, mild, dan low tar beradar. Termasuk juga rokok kretek. Dan hal ini kemudia diikuti oleh Negara-negara lainnya.
Terang saja industry rokok Indonesia dengan keputusan tersebut kebakaran jenggot. Pasar luar negerinya sudah tutup pintu meskipun saat ini sedang gaung istilah perdagangan global. Akhirnya satu-satunya jalan adalah memaksimalkan pasar dalam negeri. Rakyat kita sendiri yang mengeluarkan uang untuk mengonsumsi rokok yang akan mendatangkan keuntungan untuk industry rokok. Tapi keuntungannya itu dibawa ke Amerika karena sahamnya punya mereka. Lantas negeri ini dapat apa? Ya dapet rokok, polusi, penyakit yang macem2 ya yang intinya bias dikatakan ampas lah..
Huhu Indonesiaku…

Dikutip dari:
kompas 26 juni 2009
Kartono Mohamad
Mantan ketua umum
pengurus besar ikatan dokter Indonesia

bismillahirrahmanirrahim

Pernah seorang Sukarno menceritakan suatu negeri dalam kitab ramayana. negeri tersebut adalah negeri Utarakuru.

Negeri Utarakuru ini digambarkan sebagai negari yang sangat damai. Tidak ada panas yang amat, dan sebaliknya tak ada dingin yang terlalu. Iklimnya sungguh membuat nyaman setiap manusia yang tinggal di dalamnya. Dan memang demikianlah adanya orang-orang yang tinggal di negeri tersebut. Mereka terlena dengan kenyamanan yang ada di negeri tersebut. Kenyamanan yang ada sangat mempengaruhi daya juang mereka sehingga mereka enggan untuk membuat dinamika yang mengusik ketenangan mereka. Intinya adalah mereka sudah puas dengan keadaan yang mereka dapatkan. That’s the best live for them.

Apakah hidup seperti yang menjadi impian manusia di dunia ini? Kedamaian memang menjadi dambaan dan kenyamanan hidup menjadi cita-cita setiap individu manusia. Akan tetapi indahkah suatu kedamaian tanpa adanya warna berlomba-lomba untuk berbuat lebih baik? Nyamankah dengan kehidupan kenyamanan yang statis?

Manusia diciptakan sebagai khaliafah di muka bumi untuk terus membawa kreasi demi kreasi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan menggali manfaat ciptaan Allah, sehingga semakin jelas akan kuasa dan rahmat Allah. Aktualisasi terus dilakukan dengan impian kehidupan yang terus lebih baik.

Memang dalam usaha-usaha meraih kebaikan pasti timbul dinamika dari kondisi awal. Dinamika yang terjadi tidak lah selalu positif, namun tidak jarang dinamika yang terjadi adalah negatif. Namun hal itu bukan lah membuat kita menjadi Pobhia sehingga enggan tuk berbuat. Tidak pede dengan diri sendiri bahwa diri ini mampu membawa kebaikan. Bung Karno berkata suatu bangsa menjadi besar karena adanya up and down, bangsa tersebut terus mengalami penggemblengan demi pengemblengan sehingga dari masa ke masa bangsa tersebut semakin tangguh dan dapat menaklukan dunia dengan pengalaman yang bangsa tersebut dapatkan, experiences are the best teachers.

Sekarang mari kita berkaca kepada bangsa kita sendiri, bangsa Indonesia. Apakah bangsa kita dengan anugerah Allah yang amat melimpah di negeri ini kita termasuk sebagai bangsa yang sudah cukup dengan apa yang kita bisa dapatkan saat ini? Sudahkah dari seluruh nikmat tersebut kita syukuri dengan mengeksplor dan  manfaatkan untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Jika belum mari bersama kita buat peubahan bangsa yang lebih baik, bangsa yang bersyukur akan segala nikmat yang terlimpah di negeri ini bagi bansa ini.  Sebab Indonesiaku bukanlah Negeri Utarakuru.

Seperti Matahari

keinginan adalah sumber penderitaan
tempatnya didalam fikiran
tujuan bukan utama
yang utama adalah prosesnya
kita hidup mencari bahagia
harta dunia kendaraannya
bahan bakar budi pekerti
itulah nasihat para nabi

ingin bahagia…
derita di dapat
karena ingin…
sumber derita
harta dunia
jadi penggoda
membuat miskin
jiwa kita

ada benar nasihat orang-orang suci
memberi itu terangkan hati
seperti matahari
yang menyinari bumi 2x

2 hari yang lalu saya dikenalkan lagu ini oleh seorang kawan baru yang cukup nyentrik. Tapi setelah mendengarnya, diri ini langsung tertarik dengan untaian lirik yang dilantunkan oleh bos OI ini. Intinya adalah sebagai berikut:

keinginan => derita

kedermawanan => pelita jiwa

jika kita tolok kepada kehidupan realita, pernyataan bang iwan sangat ada benarnya. seluruh manusia di dunia ini memilki keinginan-keinginan yang ingin terwujud. kalo kata doraemon:

aku ingin begini…
aku ingin begitu…
ingin ini ingin itu
banyak sekali…

ya keinginan manusia tanpa batas. ketika satu keinginan tercapai, maka keinginan yang baru akan datang dan begitu seterusnya. kalo diikuti terus keinginan tersebut tak ada waktu bagi manusia tersebut untuk menikmati keinginan dia yang sudah tercapai sebelumnya. yang ada hanya kejar, dan kejar lagi segala keinginan yang terus bermunculan. sehingga tak ada nikmat yang dirasa. Maka sangat benar sekali ajaran rasul yang mengajarkan kita untuk banyak-banyak bersyukur, sebab dengan rasa syukur itu kita dapatkan kenikmatan atas segala jerih payah kita.

dan sering-sering lah memberi, karena memberi memberikan kepuasan batin kita akan perbuatan kita. manusia butuh sarana untuk mencurahkan berasa berbagi. karena fitrah manusia makhlik sosial. jiwa manusia terus mencari suasana yang harmonis dankeharmonisan dapat dibangun ketika manusianya saling memberi manfaat satu sama lain. saling membantu sehingga satu sama lain saling terbangun. tidak ada yang jatuh menjatuhkan yang menghabiskan tenaga. sebab tidak ada kemenangan dalam pertikaian. satu pihak jadi abu dan pihak lainnya jadi arang. kehancuran yang timbul.

maka kawan…lirik ini mengajak kita meredam keinginan-keinginan kita yang terus memburu. tingkatkan lah rasa syukur sehingga kita dapat menikmati kehidupan di dunia yang singkat ini, dan saling berbagi kenikmatan lah karena kenikmatan tak akan terasa dan berkah jika kita membiarkan lingkungan kita tertindas dan menderita.

tiap hari kita berdoa meminta kehidupan yang bahagia di kehidupan dunia yang singkat dan di kehidupan akhirat yang abadi. dan pesan dari bang iwan ini insya Allah bisa menjadi salah satu kunci. so lets try guys!!

for love and understanding

Ngobrol bersama teman-teman sepanjang perjalanan saat bepergian memang acap kali mengasyikkan. Apalagi topic yang diobrolkan sedang hangat. Perjalanan yang memakan waktu lama tidak akan terasa. Begitu juga yang dialami penulis beberapa waktu lalu saat perjalanan dari Bandung ke Jakarta. Penulis dengan beberapa teman semobil membicarakan beberapa topic yang cukup mengasyikkan.

Obrolan dimulai dari topic ringan mengenai film-film papan atas dunia seperti shawsanks redemption (sorry kalo ada salah tulis), god father hingga latar belakang dari film red cliff yang diangkat dari suatu buku. Dilanjutkan dengan obrolan tentang dunia mistis (ga meaning banget yang ini) hingga pada obrolan yang cukup serius mengenai dunia pendidikan (terutama isu BHP).

Dalam obrolan itu sempat terbahas dunia perkampusan. Dunia yang bersinggungan langsung dengan pendidikan dan pergaulan anak muda. Dari obrolan dengan topic ini terbahas mengenai gaya pergaulan anak kampus yang harapannya merupakan kaum intelektual muda bangsa.

Memang sudah bukan menjadi rahasia umum mengenai gambaran pergaulan anak ‘kampus’ saat ini. Kalo istilah seorang teman penulis adalah pergaulan ‘high class’, dan sepertinya isitilah tersebut disetujui oleh teman-teman penulis di mobil saat itu bahkan juga kawan-kawan pembaca juga. Bahkan masayrakat umum pun juga setuju dengan istilah tersebut untuk mengambarkan pergaulan anak ‘kampus’ saat ini.

Bagi kawan yang belum ngerti apa sih ‘high class’ itu?? Dari ungkapan teman penulis tadi tergambarkan pergaulan ‘high class’ itu adalah pergaulan anak muda yang dugeman, happy-fun oriented, dan sangat kental dengan hedonism. Gambaran tersebut nampaknya tidak salah, coba saja kita lihat di masayarakat umum.kehidupan seperti apakah yang dikejar-kejar oleh masyarakat pada umumnya, terutama generasi mudanya. Ya kehidupan yang have fun, hambur-hambur uang dan waktu. Pokoknya mubazir pisan! (syaithan high class dong ya).

Itukah kehidupan dan pergaulan ‘high class’ menurut masyarakat kita?? Tragis sekali!!

Seharusnya kehidupan dan pergaulan ‘high class’ bermakna kehidupan yang memilki nilai guna yang amat tinggi. Setiap detik selalu produktif dan jauh dari kesia-siaan. Dan jika kita tempelkan makna pergaulan high class tersebut kepada anak ‘kampus’, seharusnya anak ‘kampus’ yang ada penuh kreatifitas, produktiftas tinggi, menjadi pengayom masyarakat dengan intelektualitas yang mereka miliki, seharusnya. Generasi yang benar-benar menjadi harapan bangsanya untuk membawa kemajuan bagi masyarakatnya.

Teringat bentuk masyarakat ‘madani’ yang saat ini diidam-idamkan masyarakat dunia. Masyarakat yang benar-benar ‘high class’ ini dibangun dengan mental jauh dari kesia-siaan. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok hari harus lebih baik dari hari ini” menjadi prinsip dasar mereka dalam meningkatkan produktifitas. Amalan kebaikan yang menjadi orinetasi mereka yang didasarkan kepada keikhlasan hati. Inilah kehidupan ‘high class’ yang sesungguhnya.

Adakah masyarakt seperti itu?? Atau masyarakat itu hanya dongeng dan khayalan belaka. Tidak kawan! Masayrakat ‘high class’ itu pernah ada di muka bumi ini, dan mereka menjadi contoh bagi umat manusia sepanjang zaman. Mereka muncul 14 abad yang lalu di sebuah kota yang bernama Madinah.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik(QS.Ali Imran-110)”

bismillahirrahmanirrahim

Masa kampanye pemilu legislatif 2009 sudah dimulai dan tanggal 9 nanti pemilu legislatif akan diselenggarakan. Namun, sampai saat ini di kebanyakan daerah “feel”nya ga dapet. Suasana pencerdasan politik masyarakat tidak begitu berjalan. Sudah jarang ditemukan pawai kampanye dan pemusatan massa. Yang ada hanya pajangan-pajangan foto para caleg yang ga mau kalah narsi dengan gaya-gaya abg di facebook, friendster, dan media maya lainnya yang sedang booming di masyarakat.

Ya… kondisi yang digambarkan di atas membawa keuntungan juga. Kondisi dan kegiatan masyarakat tidak begitu terganggu dengan massa kampanye ini. tidak ada macet-macetan, huru-hara karena bentrok massa dan sekejadian-kajadian yang ditakuti lainnya.

So…kemana tuh para caleg dan jurkamnya??pencerdasan apa yang mereka lakukan??media tulisan?? “gak ada tuh!!”. Caleg kita kebanyakan gak bisa menulis. jangankan menulis buku, buku agenda harian pun tidak punya. Sebab dengan status caleg mereka “berasa” jadi orang sibuk dan lebih senang untuk memilki sekretaris pribadi yang mengurusi agenda mereka.

Bertemu dengan masyarakat?? ya… adalah sekali-sekali. “setor muka” istilahnya. Setidaknya masyarakat mengenali wajah sang caleg yang ganteng, cantik, imut, dan lucu.

Akan tetapi, ada yang bikin kaget. Ternyata beberapa caleg dari pada melakukan kampanye, mereka lebih afdhol dateng ke-tempat-tempat yang kononnya keramat agar dapet wangsit. Mereka di sana “bersemedi” dengan baca mantra-mantra yang tidak bermakna dan bermohon agar mereka terpilih sebagai anggota legislatif yang nantinya mereka bisa manfaatkan untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menduduki jabatan tersebut.

Bah!! apa-apan mereka itu. Caleg yang diharapkan masyarakat dapat memberikan pencerahan dan inspirasi kepada masyarakat ternyata hanya para penghayal gila. Tidak punya kemampuan apa-apa karena sama diri sendiri saja “gak pede”. Dan lebih gilanya lagi kegaitan mereka sangkut pautkan dengan tokoh-tokoh dunia yang berhasil membuat sejarah. Mereka percaya tokoh-tokoh itu melakukan hal yang sama dengan mereka. Sehingga tokoh-tokoh itu mendapatkan kekuatan dalam membuat sejarah. GILA!!!

Dan konyolnya juga, banyak caleg yang memohon bantuan paranormal (berarti caleg itu ga normal) untuk memuluskan jalan mereka. Namun, ada beberapa “paranormal” itu sok idealis. mereka menolak permintaan si caleg. hahaha ironis sekali.

Jadi bagaimana dengan kawan-kwan yang akan menggunakan hak pilihnya?? jangan pilih caleg macam itu ya!! dan misalnya ternayta semua caleg melakukan hal itu. Saran saya MUI buta fatwa *HARAM TUK NYOBLOS*.

love our country
love our selves
Just be u

sebelumnya kita sudah bahas gimana integritas kawan-kawan mahasiswa asing di kampusku. sekarang gimana dengan kita??

Wih! Jangan salah. Kita sebagai bangsa juga memiliki inetgritas terhadap negeri kita ini. Lihat saja betapa riweh-nya kawan-kawan berlatih kesenian asli negeri, mengadakan pertunjukkan budaya yang Alhamdulillah selalu ramai penontonnya. Bahkan beberapa dari kawan-kawan itu melakukan pertunjukkannya di luar negeri. Pokoknya applause deh buat kawan-kawan kita itu.
Namun yang dilakukan oleh kawan-kawan itu masih dituntut lebih dalam menunjukkan integritas sebagai bangsa. Secara attitude kita masih jauh dari integritas sebagai bangsa yang dapat menunjukkan kepada bangsa-bangsa lain atau minimal kepada kawan-kawan luar negeri kita di kampus akan budaya bangsa kita. Sehingga mereka mendapatkan kesan positif kepada negeri kita yang di luar sana nampaknya memiliki beberapa kesan negatif.
Memang tidak semua budaya bangsa kita itu memiliki nilai yang positif. Namun dengan perkembangan dunia saat ini kita dapat mudah membandingkan budaya kita dengan budaya bangsa lain dan mencoba untuk mengambil nilai-nilai positifnya dan kita minimalisir nilai-nilai negatie dari budaya negeri kita. Namun, sekali lagi bukan dengan kita benar-benar melupakan budaya kita dan meniru segala hal budaya yang berkembang di negeri lain. Sebab budaya dari negeri luar tidak lah seratus persen baik, bahkan belakangan ini banyak point negatif. Dan dengan integritas terhadap bangsa kita sendiri itulah kita dapat melakukan filtering terhadap nilai negatif yang menyerang. Dan semoga dengan menunjukkan integritas kita sebagai bangsa akan membawa Indonesia lebih baik dan senyum Indonesia pun akan semakin mengembang.

For love and understanding 

Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa tahun terakhir ini, di kampusku jumlah mahasiswa asing semakin banyak terutama untuk beberapa fakultas dan sekolah. Entah bagaimana dengan kampus kawan-kawan semua, mungkin kampusku sudah go international seperti yang sering-sering disebutkan bapak rector di kampusku, “kita akan menuju research university”, seperti itulah kira-kira beliau berkata.
Di tulisan ini aku tidak akan membahas apakah benar impian research university tersebut sudah mulai terlihat. Akan tetapi aku mencoba memperhatikan kawan-kawan kita dari beberapa negera tetangga tersebut.
Memang kebanyakan mereka masih sulit untuk berbaur dengan mahasiswa pribumi seperti aku ini (beda sekolah/fakultas dan kelas juga sih, hehehe). Mereka masih berbaur dengan kawan-kawan dari kalangan mereka sendiri meskipun tidak menutup kemungkinan untuk tetap bergaul dengan kawan-kawan pribumi.
Akan tetapi, yang menarik adalah mereka selalu menunjukkan identitas negeri asalnya. Banyak cara mereka menunjukkan identitas negerinya. Bisa dengan mengenakan pakaian khas dari negeri asalnya meskipun itu tidak lazim dengan pakaian kawan-kawan di kampusku. Mereka juga selalu menggunakan bahasa ibu mereka di setiap kesempatan mereka berkumpul sehingga bagi kawan-kawan yang ingin memepelajari bahasa mereka dapat langsung bergabung ketika mereka berkumpul (sok2 ngerti padahal roaming hehe).
Dan yang serunya, mereka juga sering mengadakan kegiatan yang di sana mereka memperlihatkan budaya serta ke khasan negara asal mereka. Seperti tarian, musik, dan makanan. Dan uniknya mereka sebenarnya tidak memilki kemampuan menari, memainkan music, dan membuat makanan khas negeri mereka. Namun mereka tetap mencoba untuk mempelajari dan menunjukkan kepada kawan-kewan pribuminya meskipun akhirnya semua terlihat sederhana, namun tetap dapet feel-nya.
Bahkan beberapa kawan dari negeri-negeri yang sering mencuri budaya serta karya bangsa negeri kita (Indonesia –red), mereka dengan bangganya menceritakan dan memamerkan budaya dan karya bangsa kita serta menglaim bahwa itu adalah budaya bangsanya padahal menjelaskan asal usulnya saja mereka tidak mampu (memangnya kita mampu??). namun over all itulah gambaran betapa integritas kawan-kawan dari negeri luar itu terhadap bangsanya begitu tinggi. Bagaimana dengan kita??-bersambung…

WE WILL NOT GO DOWN

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Untuk kesekian kalinya Yahudi-yahudi itu memborbardir saudara-saudara kita di Palestina. Alasan mereka yang sangat tidak berdasar membuat mereka seakan-akan direstui dunia untuk melakukan pembantaian saudara-saudara kita. Akibatnya ratusan bayi, anak-anak dan wanita yang menjadi korbannya. Korban-korban yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan alasan yang dibuat Yahudi laknatullah itu.
Sedangkan Hamas yang menjadi alasan penyerangan mereka tersebut tidak terdengar kabar mereka mengalami kerugian. Justru Hamas semakin jelas eksistensinya. Akibatnya semakin kalaplah para Yahudi yang dimurkai Allah itu. Mereka memborbardir tidak karuan. Menghantam apa saja yang ada dihadapannya. Dengan senjata yang serba canggih dan mematikan, pasukan elite yang terlatih mereka serang warga Palestina yang tidak bersenjatakan apapun, bayi-bayi yang berjalan pun belum mampu dan anak-anak yang masih punya keinginan besar untuk bisa bermain di suatu taman rekreasi seperti Disney Land dan semacamnya.
Sungguh perang yang tidak seimbang dan dunia menyaksikan itu semua. Tapi sayangnya pemimpin-pemimpin dunia yang konon bervisi menjaga perdamaian dunia hanya diam bahkan justru merestui aksi syaithan Yahudi itu. Usaha-usaha perundingan palsu mereka coba adakan untuk menutupi kebusukan mereka. Tapi tetap saja yang menjadi pesakitan di perundingan itu tetap bangsa Palestina. Maukah berdamai jika begitu keadaannya? Saya rasa tidak ada kata damai untuk kasus ini.
Ada hal yang menarik dari latar belakang penyerangan yahudi Israel ke Palestina. Yahudi-yahudi itu gentar ketika mendengar 4000 remaja palestina dilantik sebagai Hafidz Qur’an pasca madrasah Ramadhan lalu. Subhanallah! Dalam keadaan perang berkecamuk dan di bawah desingan peluru, ribuan remaja palestina di bawah 15 tahun berhasil menghapal Al-Qur’an dan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Al-Qur’an ada dalam hati mereka. Mereka lah generasi Qur’an itu.
Itulah yang membuat gentar Yahudi Israil itu. Mereka sangat khwatir dengan generasi Qur’an ini. Remaja dengan Al-Qur’an di hati dan pikiran mereka. Itulah sebabnya mereka kerahkan moncong pistol mereka kepada para anak-anak dan bayi-bayi. Mereka takut para anak-anak ini yang akan menggempur mereka dan memporak-porandakan perkampungan mereka, seperti Firman Allah :
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali[848] dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. [QS. Al-Isra’ 4-5]”
Para Yahudi laknatullah itu kira, dengan membantai anak-anak, bayi-bayi, dan wanita-wanita Palestina yang akan melahirkan para syuhada akan membasmi pasukan Allah yang akan menghancurkan mereka. Tidak!! Pasukan Allah itu akan lahir dari rahim wanita-wanita suci nan tangguh. Mereka akan hancurkan Yahudi-Yahudi itu dengan bantuan Allah sehingga tak satu pun Yahudi dapat bersembunyi dan lolos dari mata mereka. Karena tangan, kaki, mata, telinga yang pasukan ini gunakan digerakkan oleh Allah yang Maha kuasa atas segala sesuatu.

Doa kami selalu menyertaimu wahai para pejuang…
Dan doakan kami dapat mengikuti jejakmu dengan berjihad,
berfastabikul khairat di negeri kami dalam memerangi kezaliman

Bismillahirrahmanirrahim

Untuk kesekian kalinya blog ini membahas pemimpin. Ya mau bagaimana lagi karena kita masih mencari dan mendambakan pemimpi-pemimpin yang adil dan amanah.

Belakangan ini rakyat makin sering saja menuntut keadilan. Ya keadilan agar hak mereka yang seharusnya diberikan oleh orang-orang yang punya kuasa mereka dapatkan. Gaji buruh pabrik yang tidak dibayarkan. ganti rugi lahan atas proyek pembangunan mall atau daerah rekreasi. Hak akses berjualan di tempat-tempat yang semesetinya sudah disiapkan oleh pihak-pihak yang berkewajiban. Dan masih banyak lagi tuntutan hak yang dilakukan masyarakat.

Akan tetapi disetiap penuntutan itu, jarang sekali yang berbuah keberhasil. Bahkan yang ada adalah penganiayaan dan ancaman dari berbagai pihak termasuk aparat pemerintah.

Teringat pidato pertama khalifaturrasul Umar ibnu Khattab ra. ” orang-orang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan di mataku adalah lemah, sampai kuambil kewajiban atasnya. Dan orang-orang lemah adalah kuat di mataku sampai kuberikan haknya atas mereka”, begitulah kira-kira kutipan dari pidato beliau.

Selaras dengan pidato tersebut, pemerintah ada tujuannya adalah untuk menegakkan keadilan. Karena tidak bisa dipungkiri dalam tatanan masyarakat, ada golongan lemah dan ada golongan penguasa. Dan tugas pemerintah lah untuk megakkan keadilan diantaranya seperti pidato Umar ra di atas.

Akan tetapi nampaknya pemandangan dari pidato Umar ra tersebut adalah suatu kejadian langka saat ini di muka bumi. Terutama di negeri dengan pemeluk Islam terbesar di dunia ini. Lihat saja tingkah laku pemerintah negeri ini. Dengan santainya seorang bupati menampakkan senyuman sinis bin meremehkan dan bersikap acuh tak acuh ketika seorang warganya yang mewakili sekelompok masyarakat berbicara kepadanya untuk menuntut keadilan dari bupati tersebut.

Sungguh respon yang menyakitkan. Ketika masyarakat meminta keadilan kepadanya, malah ditanggapi dengan tawa kesombongan dan pengusiran. Sebaliknya jika golongan yang berkuasa yang datang kepadanya, maka karpet merah tergelar untuk mereka. Pemerintah berlagak menjadi hamba sahaya kepada golongan tersebut dan bersedia melakukan apa saja yang mereka minta meskipun meminta mereka berlaku curang ke masayarakat golongan lemah.

Rakyat memang lemah dan karena itulah mereka mempercayakan urusannya kepada anda-anda wahai aparat pemerintah, agara posisi mereka yang lemah anda-anda kuatkan. Rakyat memang bodoh dan tak sanggup menghadapi kelicikan penguasa-penguasa itu, dan untuk itulah rakyat amanahi kepada anda-anda aparat pemerintah yang pintar untuk membela rakyat yang bodoh itu. Bukan malah anda-anda bodohi juga rakyat yang bodoh ini.

Rakyat sangat mengharapkan keadilan Anda-Anda wahai aparat pemerintah. Gunakanlah wewenang Anda untuk memberikan hak orang lemah dan menarik kewajiban orang-orang kuat. Janganlah Anda menghamba kepada dunia. Karena dunia ini hanya sebentar dan persinggahan.

Keadilan Anda akan dituntut di mahkamah maha adil kelak. Dan apa yang akan Anda dambakan di mahkamah tersebut jika Anda ternyata membodohi dan menganggap bodoh rakyat Anda. Dan niscaya keadilan pun akan ditegakkan dihadapan Anda.

for love and understanding

Peraturan Blog Ini

-setiap pengunjung disebut kawan.Kawan wajib ngasih komen(hehehe maksa), tapi yang membangun yak??!! -Kawan gak boleh menggunakan kata-kata kotor, sopan lah, tunjukkan anda berakhlak yang baik.dan kawan boleh link blog ini dan ceritain ke orang lain (biar promosi sekalian :P)

kalender

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Berita Blog Ini

-Puisi barunya benny dah release lagi hehehe -ada apa dengan Ibu2 kita sekarang???

kategori artikel

Albumku

Bersama kelompok PLO2

Bersama kelompok PLO

HME tetep paling narsis

More Photos

Blog Stats

  • 19,412 hits