beberapa saat yang lalu aku ikut seminar dan kuliah stadium general d kampus mengenai kemandirian bangsa.disitu d bahas lah segala hal mengenai kemandirian suatu bangsa.bagaimana masyarakatnya,pemerintahnya,pendidikannya,birokrasinya dan bla-bla.

tapi ada sesuatu yang menarik,dari semua paparan tersebut ada suatu keanehan yang menimpa negara-negara dunia ketiga uang termasuk indonesia di dalamnya.a[a yang menjadi keanehan tersebut,yaitu adanya semacam upaya pemanfaatan negara2 tersebut sebagai negra sapi perahan.dan ini nampaknya sudah menjadi konspirasi negara2 maju sejak dahulu.

hala di atas terlihata dari beberap analisis keadaan yang terjadi pada zaman penjajahan dan saat ini. zaman dahulu istilah pemerahan negara-negara ketiga ini yang notabene merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya disebut dengan penjajahan.apa yang dijarah oleh negara2 penjajah tersebut?ya,rempah-rempah yang mana itu merupakan komoditi perdagangan yang sangat menguntungkan terutamad negara2 eropa.namun jika kita tengok dengan keadaan sekarang adalah co-orporatisasi yang berlandaskan kapitalisme liberal yang jarahannya menurut saya adalah segala bidang meskipun pada saat itu pembicara memfokuskan pada energi.mengapa saya katakan segala hal yang ada d negara tersebut d jarah?lihata saja contohnya negara kita sendiri yang tak kapok2nya menjadi negara perahan selama lebih dari 40 tahun.sekrang apa yang dapat bangsa ini banggakan sebagai milik dan identitas.kekayaan alam?lihat berapa persen kekayaan alam negra ini yang d kelola dan dinikmati oleh rakyatnya sendiri.sumber daya manusia?lihat saja apa perlakuan negara2 penjarah tersebut kepada tenaga kerja kita.bukan hanya tenaga kerja tingkatan PRT ato buruh,tenaga kerja professinal pun sudah tak ada lagi yang diharapkan tuk membangun negara ini karena dijarah diperusahaan-perusahaan asing dengan bayaran yang mungkin ukuran sebnarnya itu tak layak tapi tuk ukuran negra ini itu sudah sangat besar.bahkan kebudayaan yang dimiliki bangsa ini pun sudah bukan menjadi milik dan identitas bangsa ini.meskipun memang isu yang mengglobal adalaha masalah energi,karana adanya pameo bahwa negara yang memiliki sumber dan cadangan energi di masa yang akan datang akan menjadi negara yang menguasai dunia.namun hal-hal lain yang di sebutkan tidak dapat diabaikan.malah hal-hal tersebut lah yang menjadi titik awal permasalahan ini.

lebih bahayanya lagi menurut perjanjian washington (ato palah istilahnya) tahun 1989(kalo gak salah) antara ronard reagan dan margaret tatcher.dimunculkan konsep ekonomi pasar yang merupakan pengesahan adanya penjajahan model baru di dunia ini.disitu semua hal diputuskan berdasarka keadaan pasar yang disana hilang konsep keadilan ekonomi yang semestinya itu d atur dan d jaga oleh pihak2 pengambil kebijakan negara2 tersebut.namun menurut perjanjian tersebut ,ternyata para pengambil kebijakan tersebut pun diatur oleh para pemegang modal,sehingga dengan pengaruhnya dan kebijakan yang dikeluarkan yang sebelumnya sudah d diktekan, maka keadaan pasar yang diinginkan oleh pemilik modal pun terwujud. dan keluarlah kalimat,yang kaya makin kaya dan yang miskin makin melarat,ato kata lain tak ada tempat yang layak bagi orang miskin yang istilahnya loser d atas bumi ini.

lantas bagaimana tindakan kita sebagai bangsa yang dalam pembukaan undang-undangnya menolak segala tindakan penjajahan yang ada di muka bumi ini? adakah yang bisa dilakukan?adakah yang bisa bangsa ini lakukan yang pada kenyataanya bangsa ini juga termasuk dari bagian bangsa perahan tersebut,bahkan yang menyebabkan pun adalah para pemimpin bangsa ini yang dikatakan GOBLOK tidak terima,tapi dibilang CERDAS malah kita yang berdosa karena telah mengatakan KEBOHONGAN BESAR. Apakah musti terjadi suatu revolusi yang akan memakan koraban?????

atau semua ini dapat dilakuakn dengan tanpa adanya pertumpahan darah????

semua itu kita yang menetukan KAWAN.

So what your decision Bro?

EVERY BODY WANTS TO BE UNDERSTOOD AND TO BE LOVED

LETS MAKE OUR WORLD BEAUTIFUL AND PEACE