Kemana Lagi Rakyat Mengadu


Bismillahirrahmanirrahim

Untuk kesekian kalinya blog ini membahas pemimpin. Ya mau bagaimana lagi karena kita masih mencari dan mendambakan pemimpi-pemimpin yang adil dan amanah.

Belakangan ini rakyat makin sering saja menuntut keadilan. Ya keadilan agar hak mereka yang seharusnya diberikan oleh orang-orang yang punya kuasa mereka dapatkan. Gaji buruh pabrik yang tidak dibayarkan. ganti rugi lahan atas proyek pembangunan mall atau daerah rekreasi. Hak akses berjualan di tempat-tempat yang semesetinya sudah disiapkan oleh pihak-pihak yang berkewajiban. Dan masih banyak lagi tuntutan hak yang dilakukan masyarakat.

Akan tetapi disetiap penuntutan itu, jarang sekali yang berbuah keberhasil. Bahkan yang ada adalah penganiayaan dan ancaman dari berbagai pihak termasuk aparat pemerintah.

Teringat pidato pertama khalifaturrasul Umar ibnu Khattab ra. ” orang-orang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan di mataku adalah lemah, sampai kuambil kewajiban atasnya. Dan orang-orang lemah adalah kuat di mataku sampai kuberikan haknya atas mereka”, begitulah kira-kira kutipan dari pidato beliau.

Selaras dengan pidato tersebut, pemerintah ada tujuannya adalah untuk menegakkan keadilan. Karena tidak bisa dipungkiri dalam tatanan masyarakat, ada golongan lemah dan ada golongan penguasa. Dan tugas pemerintah lah untuk megakkan keadilan diantaranya seperti pidato Umar ra di atas.

Akan tetapi nampaknya pemandangan dari pidato Umar ra tersebut adalah suatu kejadian langka saat ini di muka bumi. Terutama di negeri dengan pemeluk Islam terbesar di dunia ini. Lihat saja tingkah laku pemerintah negeri ini. Dengan santainya seorang bupati menampakkan senyuman sinis bin meremehkan dan bersikap acuh tak acuh ketika seorang warganya yang mewakili sekelompok masyarakat berbicara kepadanya untuk menuntut keadilan dari bupati tersebut.

Sungguh respon yang menyakitkan. Ketika masyarakat meminta keadilan kepadanya, malah ditanggapi dengan tawa kesombongan dan pengusiran. Sebaliknya jika golongan yang berkuasa yang datang kepadanya, maka karpet merah tergelar untuk mereka. Pemerintah berlagak menjadi hamba sahaya kepada golongan tersebut dan bersedia melakukan apa saja yang mereka minta meskipun meminta mereka berlaku curang ke masayarakat golongan lemah.

Rakyat memang lemah dan karena itulah mereka mempercayakan urusannya kepada anda-anda wahai aparat pemerintah, agara posisi mereka yang lemah anda-anda kuatkan. Rakyat memang bodoh dan tak sanggup menghadapi kelicikan penguasa-penguasa itu, dan untuk itulah rakyat amanahi kepada anda-anda aparat pemerintah yang pintar untuk membela rakyat yang bodoh itu. Bukan malah anda-anda bodohi juga rakyat yang bodoh ini.

Rakyat sangat mengharapkan keadilan Anda-Anda wahai aparat pemerintah. Gunakanlah wewenang Anda untuk memberikan hak orang lemah dan menarik kewajiban orang-orang kuat. Janganlah Anda menghamba kepada dunia. Karena dunia ini hanya sebentar dan persinggahan.

Keadilan Anda akan dituntut di mahkamah maha adil kelak. Dan apa yang akan Anda dambakan di mahkamah tersebut jika Anda ternyata membodohi dan menganggap bodoh rakyat Anda. Dan niscaya keadilan pun akan ditegakkan dihadapan Anda.

for love and understanding

About these ads

2 thoughts on “Kemana Lagi Rakyat Mengadu

  1. rakyat memang sengaja dibodohi.. sejak jaman kemerdekaan 45 doeloe.

    btw banyaakk banget terjemahan ayat (dan adzan) hasil keluaran/dapet legalitas departemen-agama-yang-menteri-dan-aparatnya-korup, yang gak sesuai dengan arabnya. apakah pemerintah sengaja menyembunyikan makna sebenarnya agar rakyat tidak dapat menegakkan ‘keadilan’…??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s