Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa tahun terakhir ini, di kampusku jumlah mahasiswa asing semakin banyak terutama untuk beberapa fakultas dan sekolah. Entah bagaimana dengan kampus kawan-kawan semua, mungkin kampusku sudah go international seperti yang sering-sering disebutkan bapak rector di kampusku, “kita akan menuju research university”, seperti itulah kira-kira beliau berkata.
Di tulisan ini aku tidak akan membahas apakah benar impian research university tersebut sudah mulai terlihat. Akan tetapi aku mencoba memperhatikan kawan-kawan kita dari beberapa negera tetangga tersebut.
Memang kebanyakan mereka masih sulit untuk berbaur dengan mahasiswa pribumi seperti aku ini (beda sekolah/fakultas dan kelas juga sih, hehehe). Mereka masih berbaur dengan kawan-kawan dari kalangan mereka sendiri meskipun tidak menutup kemungkinan untuk tetap bergaul dengan kawan-kawan pribumi.
Akan tetapi, yang menarik adalah mereka selalu menunjukkan identitas negeri asalnya. Banyak cara mereka menunjukkan identitas negerinya. Bisa dengan mengenakan pakaian khas dari negeri asalnya meskipun itu tidak lazim dengan pakaian kawan-kawan di kampusku. Mereka juga selalu menggunakan bahasa ibu mereka di setiap kesempatan mereka berkumpul sehingga bagi kawan-kawan yang ingin memepelajari bahasa mereka dapat langsung bergabung ketika mereka berkumpul (sok2 ngerti padahal roaming hehe).
Dan yang serunya, mereka juga sering mengadakan kegiatan yang di sana mereka memperlihatkan budaya serta ke khasan negara asal mereka. Seperti tarian, musik, dan makanan. Dan uniknya mereka sebenarnya tidak memilki kemampuan menari, memainkan music, dan membuat makanan khas negeri mereka. Namun mereka tetap mencoba untuk mempelajari dan menunjukkan kepada kawan-kewan pribuminya meskipun akhirnya semua terlihat sederhana, namun tetap dapet feel-nya.
Bahkan beberapa kawan dari negeri-negeri yang sering mencuri budaya serta karya bangsa negeri kita (Indonesia –red), mereka dengan bangganya menceritakan dan memamerkan budaya dan karya bangsa kita serta menglaim bahwa itu adalah budaya bangsanya padahal menjelaskan asal usulnya saja mereka tidak mampu (memangnya kita mampu??). namun over all itulah gambaran betapa integritas kawan-kawan dari negeri luar itu terhadap bangsanya begitu tinggi. Bagaimana dengan kita??-bersambung…