bismillahirrahmanirrahim

Masa kampanye pemilu legislatif 2009 sudah dimulai dan tanggal 9 nanti pemilu legislatif akan diselenggarakan. Namun, sampai saat ini di kebanyakan daerah “feel”nya ga dapet. Suasana pencerdasan politik masyarakat tidak begitu berjalan. Sudah jarang ditemukan pawai kampanye dan pemusatan massa. Yang ada hanya pajangan-pajangan foto para caleg yang ga mau kalah narsi dengan gaya-gaya abg di facebook, friendster, dan media maya lainnya yang sedang booming di masyarakat.

Ya… kondisi yang digambarkan di atas membawa keuntungan juga. Kondisi dan kegiatan masyarakat tidak begitu terganggu dengan massa kampanye ini. tidak ada macet-macetan, huru-hara karena bentrok massa dan sekejadian-kajadian yang ditakuti lainnya.

So…kemana tuh para caleg dan jurkamnya??pencerdasan apa yang mereka lakukan??media tulisan?? “gak ada tuh!!”. Caleg kita kebanyakan gak bisa menulis. jangankan menulis buku, buku agenda harian pun tidak punya. Sebab dengan status caleg mereka “berasa” jadi orang sibuk dan lebih senang untuk memilki sekretaris pribadi yang mengurusi agenda mereka.

Bertemu dengan masyarakat?? ya… adalah sekali-sekali. “setor muka” istilahnya. Setidaknya masyarakat mengenali wajah sang caleg yang ganteng, cantik, imut, dan lucu.

Akan tetapi, ada yang bikin kaget. Ternyata beberapa caleg dari pada melakukan kampanye, mereka lebih afdhol dateng ke-tempat-tempat yang kononnya keramat agar dapet wangsit. Mereka di sana “bersemedi” dengan baca mantra-mantra yang tidak bermakna dan bermohon agar mereka terpilih sebagai anggota legislatif yang nantinya mereka bisa manfaatkan untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menduduki jabatan tersebut.

Bah!! apa-apan mereka itu. Caleg yang diharapkan masyarakat dapat memberikan pencerahan dan inspirasi kepada masyarakat ternyata hanya para penghayal gila. Tidak punya kemampuan apa-apa karena sama diri sendiri saja “gak pede”. Dan lebih gilanya lagi kegaitan mereka sangkut pautkan dengan tokoh-tokoh dunia yang berhasil membuat sejarah. Mereka percaya tokoh-tokoh itu melakukan hal yang sama dengan mereka. Sehingga tokoh-tokoh itu mendapatkan kekuatan dalam membuat sejarah. GILA!!!

Dan konyolnya juga, banyak caleg yang memohon bantuan paranormal (berarti caleg itu ga normal) untuk memuluskan jalan mereka. Namun, ada beberapa “paranormal” itu sok idealis. mereka menolak permintaan si caleg. hahaha ironis sekali.

Jadi bagaimana dengan kawan-kwan yang akan menggunakan hak pilihnya?? jangan pilih caleg macam itu ya!! dan misalnya ternayta semua caleg melakukan hal itu. Saran saya MUI buta fatwa *HARAM TUK NYOBLOS*.

love our country
love our selves
Just be u