You are currently browsing the category archive for the 'Articel' category.

bismillahirrahmanirrahim

Pernah seorang Sukarno menceritakan suatu negeri dalam kitab ramayana. negeri tersebut adalah negeri Utarakuru.

Negeri Utarakuru ini digambarkan sebagai negari yang sangat damai. Tidak ada panas yang amat, dan sebaliknya tak ada dingin yang terlalu. Iklimnya sungguh membuat nyaman setiap manusia yang tinggal di dalamnya. Dan memang demikianlah adanya orang-orang yang tinggal di negeri tersebut. Mereka terlena dengan kenyamanan yang ada di negeri tersebut. Kenyamanan yang ada sangat mempengaruhi daya juang mereka sehingga mereka enggan untuk membuat dinamika yang mengusik ketenangan mereka. Intinya adalah mereka sudah puas dengan keadaan yang mereka dapatkan. That’s the best live for them.

Apakah hidup seperti yang menjadi impian manusia di dunia ini? Kedamaian memang menjadi dambaan dan kenyamanan hidup menjadi cita-cita setiap individu manusia. Akan tetapi indahkah suatu kedamaian tanpa adanya warna berlomba-lomba untuk berbuat lebih baik? Nyamankah dengan kehidupan kenyamanan yang statis?

Manusia diciptakan sebagai khaliafah di muka bumi untuk terus membawa kreasi demi kreasi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan menggali manfaat ciptaan Allah, sehingga semakin jelas akan kuasa dan rahmat Allah. Aktualisasi terus dilakukan dengan impian kehidupan yang terus lebih baik.

Memang dalam usaha-usaha meraih kebaikan pasti timbul dinamika dari kondisi awal. Dinamika yang terjadi tidak lah selalu positif, namun tidak jarang dinamika yang terjadi adalah negatif. Namun hal itu bukan lah membuat kita menjadi Pobhia sehingga enggan tuk berbuat. Tidak pede dengan diri sendiri bahwa diri ini mampu membawa kebaikan. Bung Karno berkata suatu bangsa menjadi besar karena adanya up and down, bangsa tersebut terus mengalami penggemblengan demi pengemblengan sehingga dari masa ke masa bangsa tersebut semakin tangguh dan dapat menaklukan dunia dengan pengalaman yang bangsa tersebut dapatkan, experiences are the best teachers.

Sekarang mari kita berkaca kepada bangsa kita sendiri, bangsa Indonesia. Apakah bangsa kita dengan anugerah Allah yang amat melimpah di negeri ini kita termasuk sebagai bangsa yang sudah cukup dengan apa yang kita bisa dapatkan saat ini? Sudahkah dari seluruh nikmat tersebut kita syukuri dengan mengeksplor dan  manfaatkan untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Jika belum mari bersama kita buat peubahan bangsa yang lebih baik, bangsa yang bersyukur akan segala nikmat yang terlimpah di negeri ini bagi bansa ini.  Sebab Indonesiaku bukanlah Negeri Utarakuru.

Ngobrol bersama teman-teman sepanjang perjalanan saat bepergian memang acap kali mengasyikkan. Apalagi topic yang diobrolkan sedang hangat. Perjalanan yang memakan waktu lama tidak akan terasa. Begitu juga yang dialami penulis beberapa waktu lalu saat perjalanan dari Bandung ke Jakarta. Penulis dengan beberapa teman semobil membicarakan beberapa topic yang cukup mengasyikkan.

Obrolan dimulai dari topic ringan mengenai film-film papan atas dunia seperti shawsanks redemption (sorry kalo ada salah tulis), god father hingga latar belakang dari film red cliff yang diangkat dari suatu buku. Dilanjutkan dengan obrolan tentang dunia mistis (ga meaning banget yang ini) hingga pada obrolan yang cukup serius mengenai dunia pendidikan (terutama isu BHP).

Dalam obrolan itu sempat terbahas dunia perkampusan. Dunia yang bersinggungan langsung dengan pendidikan dan pergaulan anak muda. Dari obrolan dengan topic ini terbahas mengenai gaya pergaulan anak kampus yang harapannya merupakan kaum intelektual muda bangsa.

Memang sudah bukan menjadi rahasia umum mengenai gambaran pergaulan anak ‘kampus’ saat ini. Kalo istilah seorang teman penulis adalah pergaulan ‘high class’, dan sepertinya isitilah tersebut disetujui oleh teman-teman penulis di mobil saat itu bahkan juga kawan-kawan pembaca juga. Bahkan masayrakat umum pun juga setuju dengan istilah tersebut untuk mengambarkan pergaulan anak ‘kampus’ saat ini.

Bagi kawan yang belum ngerti apa sih ‘high class’ itu?? Dari ungkapan teman penulis tadi tergambarkan pergaulan ‘high class’ itu adalah pergaulan anak muda yang dugeman, happy-fun oriented, dan sangat kental dengan hedonism. Gambaran tersebut nampaknya tidak salah, coba saja kita lihat di masayarakat umum.kehidupan seperti apakah yang dikejar-kejar oleh masyarakat pada umumnya, terutama generasi mudanya. Ya kehidupan yang have fun, hambur-hambur uang dan waktu. Pokoknya mubazir pisan! (syaithan high class dong ya).

Itukah kehidupan dan pergaulan ‘high class’ menurut masyarakat kita?? Tragis sekali!!

Seharusnya kehidupan dan pergaulan ‘high class’ bermakna kehidupan yang memilki nilai guna yang amat tinggi. Setiap detik selalu produktif dan jauh dari kesia-siaan. Dan jika kita tempelkan makna pergaulan high class tersebut kepada anak ‘kampus’, seharusnya anak ‘kampus’ yang ada penuh kreatifitas, produktiftas tinggi, menjadi pengayom masyarakat dengan intelektualitas yang mereka miliki, seharusnya. Generasi yang benar-benar menjadi harapan bangsanya untuk membawa kemajuan bagi masyarakatnya.

Teringat bentuk masyarakat ‘madani’ yang saat ini diidam-idamkan masyarakat dunia. Masyarakat yang benar-benar ‘high class’ ini dibangun dengan mental jauh dari kesia-siaan. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok hari harus lebih baik dari hari ini” menjadi prinsip dasar mereka dalam meningkatkan produktifitas. Amalan kebaikan yang menjadi orinetasi mereka yang didasarkan kepada keikhlasan hati. Inilah kehidupan ‘high class’ yang sesungguhnya.

Adakah masyarakt seperti itu?? Atau masyarakat itu hanya dongeng dan khayalan belaka. Tidak kawan! Masayrakat ‘high class’ itu pernah ada di muka bumi ini, dan mereka menjadi contoh bagi umat manusia sepanjang zaman. Mereka muncul 14 abad yang lalu di sebuah kota yang bernama Madinah.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik(QS.Ali Imran-110)”

Untuk kesekian kalinya Yahudi-yahudi itu memborbardir saudara-saudara kita di Palestina. Alasan mereka yang sangat tidak berdasar membuat mereka seakan-akan direstui dunia untuk melakukan pembantaian saudara-saudara kita. Akibatnya ratusan bayi, anak-anak dan wanita yang menjadi korbannya. Korban-korban yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan alasan yang dibuat Yahudi laknatullah itu.
Sedangkan Hamas yang menjadi alasan penyerangan mereka tersebut tidak terdengar kabar mereka mengalami kerugian. Justru Hamas semakin jelas eksistensinya. Akibatnya semakin kalaplah para Yahudi yang dimurkai Allah itu. Mereka memborbardir tidak karuan. Menghantam apa saja yang ada dihadapannya. Dengan senjata yang serba canggih dan mematikan, pasukan elite yang terlatih mereka serang warga Palestina yang tidak bersenjatakan apapun, bayi-bayi yang berjalan pun belum mampu dan anak-anak yang masih punya keinginan besar untuk bisa bermain di suatu taman rekreasi seperti Disney Land dan semacamnya.
Sungguh perang yang tidak seimbang dan dunia menyaksikan itu semua. Tapi sayangnya pemimpin-pemimpin dunia yang konon bervisi menjaga perdamaian dunia hanya diam bahkan justru merestui aksi syaithan Yahudi itu. Usaha-usaha perundingan palsu mereka coba adakan untuk menutupi kebusukan mereka. Tapi tetap saja yang menjadi pesakitan di perundingan itu tetap bangsa Palestina. Maukah berdamai jika begitu keadaannya? Saya rasa tidak ada kata damai untuk kasus ini.
Ada hal yang menarik dari latar belakang penyerangan yahudi Israel ke Palestina. Yahudi-yahudi itu gentar ketika mendengar 4000 remaja palestina dilantik sebagai Hafidz Qur’an pasca madrasah Ramadhan lalu. Subhanallah! Dalam keadaan perang berkecamuk dan di bawah desingan peluru, ribuan remaja palestina di bawah 15 tahun berhasil menghapal Al-Qur’an dan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Al-Qur’an ada dalam hati mereka. Mereka lah generasi Qur’an itu.
Itulah yang membuat gentar Yahudi Israil itu. Mereka sangat khwatir dengan generasi Qur’an ini. Remaja dengan Al-Qur’an di hati dan pikiran mereka. Itulah sebabnya mereka kerahkan moncong pistol mereka kepada para anak-anak dan bayi-bayi. Mereka takut para anak-anak ini yang akan menggempur mereka dan memporak-porandakan perkampungan mereka, seperti Firman Allah :
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali[848] dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. [QS. Al-Isra’ 4-5]”
Para Yahudi laknatullah itu kira, dengan membantai anak-anak, bayi-bayi, dan wanita-wanita Palestina yang akan melahirkan para syuhada akan membasmi pasukan Allah yang akan menghancurkan mereka. Tidak!! Pasukan Allah itu akan lahir dari rahim wanita-wanita suci nan tangguh. Mereka akan hancurkan Yahudi-Yahudi itu dengan bantuan Allah sehingga tak satu pun Yahudi dapat bersembunyi dan lolos dari mata mereka. Karena tangan, kaki, mata, telinga yang pasukan ini gunakan digerakkan oleh Allah yang Maha kuasa atas segala sesuatu.

Doa kami selalu menyertaimu wahai para pejuang…
Dan doakan kami dapat mengikuti jejakmu dengan berjihad,
berfastabikul khairat di negeri kami dalam memerangi kezaliman

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak terasa hari ini sudah tanggal 25 Ramadhan 1429. Berarti bulan penuh berkah ini tinggal 4-5 hari lagi. Bagaimana Kawan? membaikkah amalan Kawan?? Atau dihari-hari akhir ini Kawan justru memenuhi pusat-pusat perbelanjaan. Sedang berusaha untuk memenuhi kepuasan nafsu untuk bisa tampil dengan dandanan baru di hari raya. Terutama untuk Kawan wanita semuanya. Ingat dengan ancaman Rasul kepada wanita-wanita yang tabarruj (bersolek yang berlebih-lebihan).

Beberapa Kawan banyak yang bergumam belakangan ini. “Wah ga terasa Ramadhan dah mau habis. Cepet banget ya waktu berjalannya”. Mendengar ini muncul peng-iya-an dalam hati. Ramadhan cepat sekali berlalu. Tapi apakah benar waktu yang berjalan lebih cepat dari pada sebelumnya?

Ada dua kemungkinan mengapa perasaan itu muncul. Pertama Kita begitu menikmati kesejukan dan kenikmatan yang tercurah di Ramdhan ini. Begitu khusyuknya kita terlena tanpa memperdulikan waktu. Larut dalam kasih sayang Allah yang Maha Kasih. Seperti yang digambarkan rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam dalam sabda-sabda dan perbuatan beliau. Dan memang secara psikologi ketika manusia larut dalam suatu kenikmatan yang menenangkan hatinya, maka perubahan dilingkungannya akan terabaikan.

Kemungkinan kedua adalah ramdhan bosan terhadap kita. Loh!! Bosen bagaiaman maksudnya?! Mari kita coba kita mengandaikan Ramadhan adalah sebagai tamu. Tamu ramdhan ini datang kita dengan membawakan sejuta oleh-oleh yang menyenangkan. Namun sayangnya, pada kedatangan tamu Ramdhan ini, kita tidak memberikan sambutan yang hangat. Tak satu pun senyuman dan ucapan terima kasih atas oleh-olehnya muncul dari bibir kita ini. Mungkin sejauh ini sang tamu masih bisa memaklumi.

Ketika sang tamu sudah duduk di dalam meski dengan inisiatif sendiri karena kita tidak mempersilakannya. Tak satu gelas air minum pun kita suguhkan untuk sang tamu. Dan parahnya lagi ketika sang tamu ingin membagi-bagikan oleh-olehnya, kita tidak menunjukkan interest kita. Bahkan kita diamkan atau istilah sekarang “dikacangin”. Kita hanya asik sama dirikita sendiri tanpa perduli dengan sang tamu.

Tentu ketika Kawan bertamu dan diperlakukan seperti demikian tidak akan betah dan ingin segera angkat kaki dari rumah tersebut bukan. Bahkan sejak tidak diterimanya Kawan dengan senyuman pun Kawan pasti sudah tersinggung dan pasti akan marah kepada tuan rumah semacam itu.

Dan sadar atau pun tidak itulah yang banyak kita lakukan kepada tamu agung bulan ramadhan ini. Kita tetap asik bergelimang maksiat didepannya. Padahal dia menuntut kesucian kita. Kita menginjak-injak oleh-oleh yang telah dia bawa langsung di depan matanya. Bahkan sebuah mahkota lailatul qodar yang penuh intan permata yang dirangkai dengan emas murni 24 karat, yang nilainya tidak bisa dibandingkan dengan bumi dan langit kita banting dan akhirnya pecah berkeping-keping.

So yang manakah yang terjadi pada diri kita? Berbahagialah jika kemungkinan pertama yang terjadi pada diri Kawan. Karena haram api neraka menyentuh kulit Kawan di akhirat nanti. Keberkahan akan menyelimuti kehidupan Kawan. Amin. Tapi jika kemungkinan kedua yang terjadi, cepat lah sadar wahai Kawan. Segeralah bersimpuh dan memohon ampuanan. Masih ada 4-5 hari untuk memperbaiki sikap kita kepada tamu Ramadhan kita. Insya Allah dia akan memaafkan meskipun banyak oleh-olehnya yang telah kita hancurkan. Segeralah…segeralah…
save our Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong

Dengan musik yang easy listening membuat lagu ini bisa langsung dinikmati saat kita pertama kali mendengarnya. Lagu yang dinyanyikan oleh grup sindentosca ini berlatarkan kisah persahabatan yang pastinya Kawan-kawan juga mengalaminya. Ya mungkin sama dengan persahabatan yang dialami sebagian besar Kawan-kawan, banyak hal yang kita alami di masa ini. Senang, sedih, marah perjuangan semuanya ada. Dan dalam lagu ini pun hal tersebut juga digambarkan.

Namun ada satu hal yang menarik dari lirik lagu ini. Penganalogian yang sangat manis dari kata persahabatan dengan kata-kata kepompong. Sebagaimana yang kita ketahui kepompong merupakan suatu fasa yang dialami oleh ulat untuk bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. jika kita mendengar kupu-kupu maka yang terbayang adalah serangga yang indah yang terbang dari bunga satu ke bunga lainnya untuk mengisap madu.

Namun sebenarnya tidak semua kupu-kupu tersebut indah seperti apa yang kita bayangkan. Banyak juga dari mereka yang keluar dari kepompongnya dalam keadaan cacat dan tidak sempurna. Kupu-kupu yang cacat ini akhirnya tidak dapat bertahan dan akhirnya pun mati dengan sendirinya atau diserang oleh kawanan semut merah. Hal ini disebabkan dari keadaan kepompong yang dilalui setiap kupu-kupu. Jika kepompong yang dilalui adalah kepompong yang baik maka yang keluar adalah kupu-kupu yang indah sedangkan begi kepompong yang buruk dan rusak akan menghasilkan kupu-kupu yang cacat bahkan tidak akan menghasilkan apa-apa.

Jika kita tarik penganalogian tersebut ke dalam kehidupan manusia tidak lah jauh bahkan mirip. Setiap individu manusia akan melakukan pencarian jati dirinya. Individu yang sedang mencari jati diri ini lah yang bisa kita analogikan sebagai ulat. Dalam pembentukan jati diri individu manusia tentunya banyak hal yang mempengaruhinya, dan tentu saja yang paling besar adalah pengaruh lingkungannya. Dan lingkungan yang terdekat dari individu adalah lingkungan persahabatnnya. Persahabatan di sini tidak lah sebatas sahabat dan teman. Namun bisa termasuk kedalamnya keluarga, pendidikan dan sebagainya.

Dalam proses persahabatn inilah jati diri individu di bentuk. Dan beruntunglah bagi individu yang memiliki persahabatn yang indah dan baik. Insya Allah jati diri yang terbentuk pada diri individu tersebut adalah jati diri yang indah, membangun dan bermanfaat. Sedangkan persahabatan yang penuh dengan kejelekan dan keburukan tentu akan menghancurkan bentuk jati diri individu tersebut. Dan hasilnya individu tersebut tidak menghasilkan keindahan dan manfaat. Tentu kawan-kawan bisa lihat sendiri fenomena ini dalam kehidupan Kawan-kawan.

Rasulullah pernah bersabda yang intinya, bergaulah dengan pedagang minyak wangi karena kita akan terbawa wangi juga. Dan jangan bergaul dengan pandai besi karena akan terkena baranya. dari sabda Rasul tersebut menekankan kepada kita untuk memperhatikan lingkungan pergaulan dan persahabatn kita.Tapi ada satu hal yang menarik, jangan terus-terusan kita jadi teman si tukang minyak wangi, karena suatu ketika si penjual minyak wangi tersebut pergi bau kita pun kembali asam. Tapi berusahalah menjadi si penjual minyak wangi karena kita akan selalu wangi meski bergaul dengan si pandai besi.

So Kawan-kawan mari kita bentuk kepompong kita(red:persahabatn) menjadi kepompong yang penuh dengan kebaikan dan manfaat.

for love and understanding.

bismillahirrahmanirrahim

mungkin sebagian besar kawan tidak menyadari bahwa tanggal 1 Juli diperingati sebagai hari lahirnya teori Darwin yang pasti kawan-kawan mengetahui mengenai teori ini. Pada 1 Juli tahun ini teori ini sudah berusia 150 tahun, usia yang sudah cukup lama juga yah. Namun sampai saat ini teori itu masih bertahan(lebih tepatnya dipertahankan) meski sudah banyak bukti-bukti yang menyatakan teori tersebut salah total.

Tulisan ini tidak akan membahas dan menerangkan bukti-bukti kesalahan-kesalahn teori pak Darwin ini yang salah satu teorinya mengatakan adalah manusia keturunan dari monyet. Tapi tulisan ini ingin menarik suatu sudut yang terbentuk dengan dipublishnya teori Darwin ini. Sudut apakah itu? yaitu sudut kemanusiaan.

Sebelum kita meneliti sudut tersebut ada baiknya kita meriview sedikit mengenai teori Darwin ini. Teori ini menyatakan bahwa seluruh ekosistem yang ada di dunia ini dan yang ada pada saat ini mengalami suatu proses yang disebut seleksi alam. Seperti siswa-siswa sekolah menengah atas jika mereka mau lanjut ke perguruan tinggi maka mereka harus melalui yang namanya seleksi masuk perguruan tinggi, ekosistem pun juga mengalami tahap seperti itu. Intinya adalah ekosistem yang bisa kuat dan bisa beradpatasi dengan kondisi alam maka ekosistem tersebut akan bertahan atau bisa dikatakn yang kuat dialah yang menang. teori ini dinyatakan berlaku ke seluruh ekosistem yang ada termasuk manusia.

Sekilas teori tersebut sungguh masuk akal dan dapat diiyakan oleh otak kita. Tapi mari kita coba lihat kepada fenomena alam sebenarnya. Apakah benar yang lemah akan selalu kalah dan yang kuat akan selalu menginjak-injak si lemah? Dari setiap kehidupan individu yang ada di dunia ini, entah itu adalah herbivora, karnivora dan lainnya, pasti akan melalui suatu masa di mana individu tersebut berada pada keadaan yang sangat lemah. Biasanya keadaan ini terjadi pada fasa awal kehidupan individu setelah dilahirkan(misal bayi). pada fasa ini individu sangatlah lemah. tidak memiliki pertahanan dari musuh bahkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri mereka tidak mampu. Namun fenomenanya adalah mayoritas individu mampu melampaui fasa ini. Sungguh bertolak belakang dengan apa yang dikatakan Charles Darwin.

Dalam Kehidupan makhluk hidup dikenal yang namanya sistem sosial diantara mereka. Sistem inilah yang menyebabkan fenomena disebutkan di atas yang bertolak belakang dengan teori darwin terjadi (yang nyeleneh teori darwin atau fenomena alam sih??). Sistem sosial ini salah satunya berfungsi untuk memberikan perlindungan dan perhatian kepada individu-individu yang lemah disekitar mereka sampai individu tersebut menjadi kuat dan mandiri. Sistem sosial ini tidak hanya berlaku dalam suatu komunitas. Bahkan antar komunitas sistem ini berlangsung.

Namun sayangnya kebanyakan orang terpukau dengan pemaparan Charles Darwin yang sesaat masuk akal tersebut. Dan setelah 150 tahun berlalu orang-orang masih banyak yang mempertahankan teori usang ini. Dan apa akibatnya terhadap kemanusiaan? Sesama manusia salaing memakan. Antar manusia salaing mencari kelemahan yang dapat dimanfaatkan untuk menghantam manusia lainnya.Maka muncullah peprangan di mana-mana. Tidak ada lagi cinta antar manusia. cinta itu telah hilang karena berdirinya ideologi yang berdasarkan teori Darwin tersebut. Padahal Allah menciptkan perbedaan bukanlah untuk saling mencari kelemahan tapi untuk saling membangun.seperti pada firmanNya pada surat Al-Hujurat ayat 13:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Bahkan tidak hanya kepada sesama manusia. Kita juga harus menjaga kelestarian alam yang memang kepada manusialah hal tersebut diamanahi. Tidak seperti yang terjadi selama ini di mana manusia yang merasa paling kuat di dunia ini meluluhlantakkan lingkungan tanpa adanya cinta kepada lingkungan. Dan akibatnya sebagian besar lingkungan saat ini musnah di tangan manusia.

So Kawan 150 tahun teori Darwin bertahan dan 150 tahun cinta hilang dari beberapa manusia. inginkah ini diabiarkan berlanjut???

for love and understanding

Dalam komposisi kehidupan, cinta merupakan bumbu penyedap yang waib untuk dimasukkan. Konon kata kebanyakan orang cinta akan membuat hidangan kehidupan seseorang lebih gurih dan MAKNYUSSSS!!! istilah pak Bondan Winarno. yah!!jika kita tengok memang demikianlah keadaannya. Tanpa cinta kehidupan hambar dan sungguh merugi ketika seseorang memutuskan hidup tanpa cinta meskipun itu tidak mugkin. Terlepas dari segala persepsi itu cinta tetaplah akan hadir di kehidupan makhluk.

Sedangkan persepsi mengenai efek cinta kepada seseorang, kebanyakan akan sepakat bahwa cinta akan membawa segala hal menjadi lebih baik meskipun pada kenyataanya keadaan tidaklah demikian, tapi setidaknya akan membawa aura-aura positif dan akan meningkatkan tingkat optimis yang ada. Yang kemudian akan membuat seseorang lebih berjiwa fighter dan perfeksionis. Itulah kekuatan cinta yang sering orang-orang agungkan.

Namun sayangnya pengagungan cinta kebanyakan selama ini diarahkan kepada objek cinta sehingga yang terjadi adalah penyembahan terhadap objek tersebut. Mungkin kita pernah mendengar cerita Sangkuriang yang menyulap suatu lembah menjadi danau karena penghambaannya kepada objek cintanya yaitu Dayang Sumbi. Mungkin kita masih beralasan itukan kisah legenda yang belum tentu kebenarannya. Namun ingatlahkisah Taj Mahal yang merupakan persembahan terindah kepada sang kekasih yang seakan setiap jengkal dari Taj Mahal menyebut nama sang kekasih. Namun sekali lagi itu semua ditujukan kepada objek cintanya. Dan yang terjadi adalah perbudakan oleh cinta itu sendiri. Terkadang perudakan cinta memang membawa kebahagiaan namun lebih sering adalah kepiluan dan kepedihan

Namun lihatlah ketika cinta disandarkan kepada si Pemilik, Pencipta dan Pelaku cinta itu sendiri. Dia lah Allah, seperti tulisan sebelumnya yang menceritakan orang-orang yang menaruh cintanya kepada sang subjek cinta itu sendiri. Kebahagiaan dan keindahan hidup insya Allah akan selalu dalam genggaman mereka. Namun bukan berarti cinta mereka tanpa pengorbanan. Sang subjek cinta tetap memberikan cobaan bagi para kekasihNya untuk mendapatkan kenikmatan cintaNya yang lebih besar. Seperti yang dilakukan oleh kekasih utama sang Pecinta, rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam. Kisah berikut mencaeritakan betapa totalitasnya cinta Rasul.

“Pagi itu,

meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu,

Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan

Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian,

sunnah dan Al Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang

mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku.”

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu

persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan

tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua

sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin

kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.

Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring

lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?”

tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah

yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata

sudah membukan mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”

“Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah

menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di

kenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan

pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih

Allah dan penghulu dunia ini.

“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.

“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti

kedatanganmu,” kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh

kecemasan.

“Engkau tidak senang mendengar kabar ini?” Tanya Jibril lagi.

“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”

“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan

surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh

tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”

Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril

membuang muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar

wahyu itu.

“Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar

Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja

semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak

membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat

aimanukum, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu.”

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di

wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telingan ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii, ummatii, ummatiii?” Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu.

Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Membalas cintanya yang tulus untuk keselamatan kita??

Salawat dan salam kami ucapkan untuk mua wahai Rasul.

For love and understanding :)

Teringat sejak dari sekolah dasar dahulu, kita mempelajari mengenai history of Indonesia. Sejarah mengenai asal mula nenek moyang Indonesia yang konon katanya berasal dari suku Yunan di daerah Asia Selatan sana, kemudian diteruskan sejarah dari budaya zaman baheula tersebut yang kemudian masuklah cerita tersebut ke scene kerajaan-kerajaan dengan berlatar belakang agama, kerajaan Hindu-Budha kemudian disambung kepada kerajaan Islam. Kemudian pada masa ini dari cerita sejarah Indonesia mengalami masa kelam yang sangat panjang, 3.5 abad lebih dengan status bangsa jajahan yang penjajahnya berganti beberapa kali. Dan kemudian atas perjuangan dan pengorbanan yang teramat besar akhirnya Indonesia kembali mendapatkan kedaulatannya sebagai bangsa. Dan bagaimana keadaan Indonesia saat ini??? Kawan bisa rasakan dan alami sendiri, dan jika ternyata Kawan tidak mengerti keadaan bangsa Indonesia saat ini, tanyakan pada diri Kawan apakah Kawan peduli atau tidak. Sembari menanyakan hal tersebut mari ikuti tulisan ini dan semoga Kawan dapat menemukan jawabannya dari tulisan ini.

Dari sejarah dapat ditarik suatu statement bangsa Indonesia yang berdiri di atas tanah yang sungguh amat besar karunia Allah dilimpahkan di dalam maupun di atasnya ini tidak pernah merasakan yang namanya sejahtera dan kemakmuran. Bangsa ini selalu miskin dari zaman nenek moyang yang datang dengan menyeberang lautan dulu sampai kehidupan yang sudah modern ini. Heh?? Bukannya di zaman kerajaan dulu kita pernah menjadi bangsa yang besar bahkan sampai menguasai daerah melayu. Dengung kerajaan Majapahit, Sriwijaya dan Mataram masih sangat terasa sampai saat ini dan selalu menjadi pembicaraan orang. tapi coba kawan tengok keadaan masyarakat pada zaman kerajaan tersebut. Siapa yang memiliki kemakmuran itu, masyarakatkah??? Atau hanya segelintir orang yang selalu bermegah-megahan yang diuntungkan oleh budaya feodalisme yang sangat mengakar di negeri ini. Keadaan perang saudara karena obsesi akan kekuasaan segelintir orang tersebut apakah membawa kemakmuran kepada masyarakat?? Tentu penderitaan lah yang masyarakat rasakan.

Kemudia di zaman kerajaan Islam apakah berhasil membawa masyarakat mengalami masa kemakmuran?? Ternyata budaya feodal masih merintangi dalam memakmurkan masayrakat, ditambah lagi dengan kedatangan bangsa-bangsa eropa yang mencoba untuk menduduki dan menguasai daerah-daerah nusantara ini. Maka yang perang yang berkepanjangan pun kembali melanda masayarakat. Sedangkan di zaman penjajahan tidak perlu diceritakan lagi bagaimana penderitaan yang diterima bangsa ini. Kemudian berhasil memerdekakan diri namun tetap kemakmuran tidak dapat diraih, bahkan keadaannya tidaklah jauh lebih baik dengan keadaan di zaman-zaman sebelumnya. Indonesia identik dengan MISKIN!

Kemiskinan yang berlangsung begitu lama ini tentu saja membentuk mentalitas manusia Indonesia yang mendarah daging. Karakter yang merasa cukup dengan keadaan, nrimo dan pesimis itulah yang terbentuk di masyarakat Indonesia sejak berabad-abad lalu. Kemampuan bangsa ini untuk berharap, bermimpi, bercita-cita seakan-akan bukan hak bagi bangsa ini bahkan hal tersebut dinilai tabu. Kemiskinan telah menutup mata masyarakat untuk bahwa kemakmuran adalah hak mereka. Namun sayangnya hal ini tidak disadari pemerintah. Ini terlihat dari program pengentasan kemiskinan yang sangat terlambat.

Karakter apalagi yang kemiskinan telah bentuk pada diri bangsa ini? apakah hanya karakter yang telah disebutkan? Teringat sabda rasul empat belas abad yang lalu kemiskinan mendekatkan diri seseorang pada kekufuran. Dan nampaknya sabda beliau adalah kenyataan. Kekufuran tidak hanya melingkupi aspek agama dan keimanan sesorang. Namun kufur di sini lebih luas yang lingkupannya adalah segala tebiat yang tercela yang dimiliki orang-orang kufur. Tengoklah keadaan saat ini yang bahkan kekufuran ini telah terjadi sejak zaman baheula. Khianat dan zalim kepada sesama adalah sebagian bentuk kekufuran yang terjadi dan yang paling mencolok dari bangsa ini.

Jabatan dan harta mudah sekali memukau masyarakat Indonesia karena mereka tidak pernah memilikinya selama ini. Dan ketika hal tersebut ditawarkan pihak luar tak ayal lagi kesempatan tersebut akan mereka manfaatkan sebaik-baiknya meski mereka harus menzalimi saudara-saudara mereka dan bangsa mereka. Inilah khianat yang terjadi di bangsa ini dan karakter ini telah mendarah daging sejak masa kerajaan dahulu. Fenomena ini juga yang kita ketahui dengan istilah korupsi, kolusi dan nepotisme. Dan memang Indonesia diakui dunia internasional sebagai bangsa penuh penghianat high class dunia.

Kemudian setelah mereka mendapatkan secuil harta dan jabatan dengan cara berkhianat. Maka untuk mempertahankan kemapanan mereka akhirnya mereka tidak segan-segan untuk menindas, menzalimi bahkan membantai saudaranya. Inilah salah satu kezaliman yang terjadi di Indonesia dan kajadiaan ini pun telah berlangsung lama. Budaya makan-memakan atau istilah manusia adalah serigala bagi manusia yang lainnya bisa menjadi istilah untuk memnjelaskan fenomena ini.

Solusi

Kawan apakah dengan demikian kemiskinan tidak dapat lepas dari bangsa ini karena karakter yang dijelaskan di atas telah mendarah daging di bangsa ini?? mari bangkita Kawan, jangan dengan kesadaran ini kita masih menjadi bagian masyarakat pesimis bangsa ini. mari kita berjuang dan bersolusi untuk melepas cap miskin di setiap kepala bayi yang lahir di negeri ini.

Langkah pertama adalah kita rubah paradigma masyarakat untuk selalu optimis dan memiliki keinginan besar untuk berkompetisi. Sadarkan bahwa kemiskinan dapat mereka ubah dengan kerja keras dan karya. Tentu Kawan hal ini harus kita mulai dari diri kita yang sudah memiliki kesadaran tersebut dan kemudian menyebarkannya kelingkungan kita. kedua mari kita satukan gerak sebagai generasi penerus untuk memperbaiki bangsa ini. Sebab bangsa ini tidak akan bangkit jika kita bercerai berai dan saling makan-memakan.

Mungkin sampai di sini dahulu sebagai pembuka diskusi kita Kawan. Solusi di atas bukanlah solusi yang sempurna, bahkan masih dikatakan mengawang-awang. Namun solusi di atas bisa kita jadikan pembukajalan untuk menemukan solusi yang lebih konkrit lagi.

Negeri ini sangan mebutuhkan kesatria-kesatria yang akan melepaskan dari jeratan penderitaan. Dan sadarkah Kawan kesatria-kesatria yang diharapkan adalah dirimu. Jangan Kawan ciutkan diri Kawan, sebab Kawan adalah orang besar.

For love and understanding :)

“wah naik ya Teh harganya? Biasanya kalo segini cuma Rp.3.500 sekarang kok jadi Rp.4.500.”

“yah maklum harga pada naik Jang, ini aja teteh dah keteteran dan untung yang Teteh ambil juga kecil. Kalo di naikkan dikit lagi ntar Ujang ga makan di sini lagi.”

Yak! Demikianlah dialog kecil yang terjadi di suatu warung nasi suatu hari yang lalu antara seorang pelanggan dengan pelayan warung nasi tersebut. Terlihat dialog tersebut tidak ada hal yang aneh atau special. Dialog semacam itu mungkin juga pernah kita alami sendiri di keseharian kita. dialog yang sering terjadi ketika harga suatu barang yangternyata harganya tidak sesuai dengan perkiraan (red : makin mahal ) dan kita mengeluhkan hal tersebut kepada si penjual.

Memang kejadian tersebut suatu yang lazim. Namun coba kita tengok dan perhatikan keluhan-keluhan tersebut. Keluhan-keluhan tersebut merupakan representasi dari kekhawatirang masyarakat mengenai kesulitan mereka dan keberatanmereka dengan adanya kejadian-kejadian seperti kenaikan harga barang kebutuhan, kelangkaan barang-barang kebutuhan yang makin sering terjadi  dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang kemudian menimbulkan keluhan-keluhan seperti yang diilustrasikan pada dialog di atas.

Kekhawatiran yang muncul di masyarakat saat merupakan suatu hal yang wajar. Ketika tingkat ekonomi masyaakat yang selalu terpuruk dan tidak pernah mengalami perbaikan apalagi peningkatan. Harga-harga kebutuhan masyarakat malah semakin membumbung dan SANGAT SULIT terjangkau. Dan sayangnya pemerintah ternyata tidak memiliki policy untuk melindungi kepentingan masyarakat banyak. Bahkan dalam beberapa hal dengan alasan untuk melindungi kepentiingan masyarakat pemerintah mengambil kebijakan untuk mengurangi subsisdi bagi masayarakat dalam beberapa kebutuhan pokok msyarakat. Entah kepentingan masyarakat mana yang pemerintah lindungi, namun kebijakan tersebut makinmencekik masyarakat dan pemerintahpun tak sedikit pun menampakkan wajah penyesalan  dan maaf. Bahkan mereka beranggapan kebijakan tersebut merupakan langkah heroic mereka kepada masyarakat.

Terlepas dari heroik atau tidaknya pemerintah saat ini, realita yang terjadi adalah masyarakat sunyi dan membisu. Loh?! Kenapa demikian? Seharusnya masyarakat melakukan protes , menjerit dan menuntut pembelaan terhadapa pemerintah atas hak-hak mereka. Bagaimana masayarakat akan berteriak, menjerit kalau tenaga mereka untuk melakukan hal tersebut saja tidak ada. Tidak ada makana yang masuk kedalam perut mereka yang akan memberikan tenaga kepada mereka untuk melakukan tuntutan. Mereka semua lapar dan tak ber tenaga, yang bisa mereka lakukan hanyalah merangkak dengan menyeret langkah mereka sambil memunguti serpihan-serpihan rezeki dari atas dengan harapan serpihan-serpihan yang terkumpul tersebut dapat mencukupi kebutuhan mereka layaknya kucing-kucing kurus kelaparan yang menunggu sisa-sisa makanan dari sebuah warung nasi yang tidak dihabiskan para pelanggannya. Bahakan lebih menyedihkan dari itu karena ternyata sisa makanan itupun di makan juga oleh si pelayan warung nasi.

Para founding  father negeri ini sebenarnya sudah berikrar bahwa kesejahteraan masyarakat akan terjamin. Semua ikrar itu kemudian diturunkan kepada genrasi berikutnya dengan meletakkan ikrar tersebut pada suatu Undang-Undang Dasar. Namun ketika zaman founding father negeri ini, mereka belum berhasil memenuhi ikrar tersebut. Dan seperti yang dikatakan ikrar tersebut secara de yurediturunkan ke genarasi berikutnya. Namun nampakanya  transfer nilai tidak berjalan baik sehingga menyebabkan distorsi yang begitu besar sehingga saat ini secara de facto di mana pun masayarakat berada tidak ada jaminan akan dirinya dan haknya sebagai orang Indonesia.

Wahai kawan! masyarakat saat ini bisu dan sunyi bukan karena mereka puas dengan keadaan yang mereka alami, tapi karena mereka saat ini pingsan dan tidak sadarkan diri karena tidak adanya zat gula yang mengalir dalam darah mereka. Mereka sudah takdapat menuntut apa-apa karena tiduk kuasa membuka mulut sendiri. Maka janganlah kalian menunggu suara mereka, jangan engkau hanya sekedar duduk menunggu dengan mata tertutup dan hanya memasang indera pendengaranmu. Kini effort yang diharapkan dari kita untuk merubah keadaan menjadi lebih baik jauh lebih besar dari sebelumnya. Mari kita datangi masyarakat kita dan perhatikan kebutuhan apa yang mereka dan bantu untuk memenuhi kebutuhan itu dengan karyamu.

Untuk masyarakat yang sejahtera dan bangsa Indonesia yang Jaya.

*untuk rekan-rekan tim palapa,mari kita tularkan semangat kita kepada rekan-rekan kita yang lain

Berkarya untuk Bangsa”   

Love and understanding.

 

Bismillahirrahmanirrahim

harta yg paling berharga,

adalah kluarga…


istana yg paling indah,

adalah kluarga…


puisi yg paling bermakna,

adalah kluarga…


mutiara, tiada tara,

adalah kluarga..

 

Beberapa tahun yang lalu lyric di atas sering kita dengar ketika suatu sinetron yang ditayangkan pada suatu televisi swasta ditayangkan. Sinetron Keluarga Cemara sinetron yang dimaksud itu. Sinetron hasil arahan sutradara Arswendo Atmowiloto memang sempat booming pada saat itu. Hampir setiap rumah dan tempat-tempat umum lainnya mengkonsumsi sinetron ini. Booming bukan karena artis dan aktornya yang cantik dan gagah. Bukan karena menunjukkan khidupan bebas anak muda dan berlimpahnya harta. Tapi kisah dan nilai yang ada pada sinetron ini yang sarat dengan hal-hal yang positif. Terlepas dari isu-isu yang menyatakan bahwa sinetron itu salah satu media propaganda dari salah satu kelompok, namun kenyataan bahwa sinetron ini adalah salah satu sinetron terbaik yang pernah ada tidak dapat kita pungkiri.

 

Belakangan ini kerinduan akan sinetron semacam Keluarga Cemara ini semakin membesar. Keadaan masyarakat yang begitu rusak saat ini memerlukan pencerahan seperti yang dapat diambil dari sinetron Keluarga Cemara ini. Tidak seperti acara-acara televisi mayoritas saat ini yang menyajikan dunia yang gemerlap, harta, kebencian dan permusuhan, kedengkian dan hasutan, serta kemusyrikan dan kemaksiatan. Dan semua itu dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Dan lihat lah di masyarakat saat ini apa yang terjadi? Kekerasan, penipuan, penindasan. Yup!I seakan-akan masyarakat Indonesia saat ini berhukum pada hukum rimba. Tak ada kasih sayang yang diperlihatkan. Adapun hanya kepada sang kekasih dan dambaan hati yang itupun juga didominasi oleh syahwat dan hasrat biologis semata.

 

Kembali kepada Keluarga Cemara. Dalam sinetron ini diajarkan kepada pemirsanya betapa besarnya nilai sebuah keluarga. Kebahagian suatu keluarga bukanlah diperlihatkan dari kemegahan, banyaknya harta. Tapi bagaimana suatu keluarga dapat bersatu dan kompak dalam menjalani kehidupan dalam keluarga mereka. Meskipun si Bapak hanyalah seorang penarik becak, namun sang Ibu tidak meminta hal-hal yang macam-macam dan sang Ibu sangat pengertian dengan keadaan si Bapak dan si Bapak juga mengerti dengan sang Ibu sehingga tetap bekerja keras untuk dapat member kejutan-kejutan kepada sang ibu sehingga selalu muncul kemesraan dan suasana dalam diri mereka berdua. Sehingga mereka hidup sangat bahagia meskipun dalam keadaan yang pas-pasan. Ini jauh berbeda dengan masyarakat saat ini yang suami istri bertengkar karena merasa tidak adanya saling pengertian diantara mereka. Padahal saat akad nikah dulu telah berjanji menerima pasangannya apa adanya dan akan saling memperbaiki kekurangan masing-masing. Namun kemana ikrar itu? Perceraian mudah sekali terjadi dan seakan-akan itu hal yang lumrah. Konflik sedikit mintai cerai. Tentu hal ini disulut oleh acara-acara gossip selebritis yang menyajikan gaya hidup para selebritis dan berita mereka yang mayoritas adalah berita percraian dan rumah tangga yang hancur lebur. Dan inilah yang menjadi tontonan dan panutan masyarakat.

 

Selain kemesraan si Bapak dan sang Ibu. Hubungan orang tua dan anak yang penuh kasih sayangpun juga dicontohkan dalam sinetron ini. Ingat bagaimana sang anak pengertian dengan kedua orang tuanya. Mereka tidak meminta macam-macam kepada orang tuanya dan bahkan hal tersebut sangatlah mereka butuhkan, apalagi hal-hala yang menarik mereka dan dimilki oleh teman-teman mereka yang sanggup untuk membelinya. Bahkan mereka pun iku membantu orangtuanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun di samping itu semua sang anak tidak mengeluh dan tetap berjuang sebaik-baiknya. Mereka tetap berprestasi di sekolahnya sehingga membuat orang tuanya bannga. Dan begitu juga dengan orag tuanya. Mekipun anak-anak mereka tidak menuntut dan menunjukkan kemanjaan yang berlebihan, tapi mereka tetap pengertian dengan keinginan anak-anak mereka. Sang orang tua tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya dan selalu menunjukkan kasih sayang, didikan dan bimbingan kepada anak-anak mereka sehingga sang anak selalu bangga dengan memiliki orang tua seperti orang tuanya. Berbeda dengan hubungan orang tua dan anak saat ini. Sang anaka selalu menuntut kesenangan dan selalu bersikap manja dan tanpa menunjukkan prestasi yang dapat dibanggakan orang tua mereka. Sedangkan sang orang tua merasa tertekan untuk memberikan keinginan anak-anaknya, sehingga banyak yang frustasi dan akhirnya mereka pun jengkel kepada anak-anak mereka dan muncullah kekerasan terhadap anak-anak mereka. Dan semua ini juga dicontohkan di tayangan-tayangan televisi saat ini. Kehidupan anak-anak muda yang bebas dan penuh kegemerlapan dan hedonisme. Dan semua itu meracuni anak-anak sekarang.

 

Dan satu lagi yang menjadi nilai utama dalam sinetron Keluarga Cemara ini adalah hubungan kakak beradik yang membimbing, mengayomi dan sayang menyayangi dan hormat menghormati. Kakak beradik yang kompak dan bekerjasama dalam membantu kedua orang tuanya dan meraih prestasi. Sungguh saat ini menjadi kejadian langka dimasyarakat kita. Yang ada adalah pertengkaran anatara kakak beradik dan saling berebutan harta warisan orang tua mereka. sekali lagi ini pun sangat banyak dicontohkan oleh tayangan-tayangan saat ini.

 

Apakah keadaan masyarakat seperti saat ini yag kita dambakan? Dimana kekerasana, penindasan, hasut, kedengkian dan penipuan serta kebohongan menjadi budaya. Atau kehidupan seperti Keluarga Cemara yang penuh pengertian dan kasih sayang?

 

Aku Rindu Jiwa Keluarga Cemara Ada di dalam Keluarga Indonesia

For love and understanding :)

Peraturan Blog Ini

-setiap pengunjung disebut kawan.Kawan wajib ngasih komen(hehehe maksa), tapi yang membangun yak??!! -Kawan gak boleh menggunakan kata-kata kotor, sopan lah, tunjukkan anda berakhlak yang baik.dan kawan boleh link blog ini dan ceritain ke orang lain (biar promosi sekalian :P)

kalender

December 2009
M T W T F S S
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Berita Blog Ini

-Puisi barunya benny dah release lagi hehehe -ada apa dengan Ibu2 kita sekarang???

kategori artikel

Albumku

Bersama kelompok PLO2

Bersama kelompok PLO

HME tetep paling narsis

More Photos

Blog Stats

  • 27,938 hits

Top Clicks

  • None