You are currently browsing the category archive for the 'Uncategorized' category.
Ada ulasan menarik pada kompas terbitan sabtu, 27 Juni 2009. Ulasan tersebut berupa fakta perdagangan dan konsumsi rokok dunia dan perkembangannya.
Sejak tahun 1970 konsumsi rokok di Amerika menurun drastic yang pada awalnya tingkat konsumsi rokok mencapai 46% pada tahun 2005 angka itu berubah menjadi 21%. Dan penurunan ini disertai juga penurunan penderita kanker paru di Negara tersebut.
Kok bias gitu? Konon masayarakat Amerika sebagian besar mulai sadar akan bahaya rokok yang dulu pada tahun 1950an merupakan trend dan lambang kejantanan. Pastinya hal itu meresahkan industry rokok di amerika dong seperti yang sering dikhawatirkan juga di Negara Indonesia. “Nanti kalo rokok dilarang, industry rokok mati dong. Banyak yang nganggur deh”.
Amerika menyiasatinya dengan meningkatkan ekspor rokok yang tahun 1994 mencapai nilai 220 miliar dollar AS. Ekspor rokok ini dilakukan ke Negara-negarea yang belom ngerti bahayanya rokok. Lebih kerennya lagi, dengan kekuatan politiknya Amerika mencoba mengikat perjanjian dengan 4 negara asia, termasuk Indonesia di dalamnya. Istilahnya GATT.
Dari 4 negara tersrbut yang menolak mentah-mentah adalah Thailand, sedangkan Indonesia dengan senang hati ngebuka pintu yang selebar-lebarnya tanpa ada batasan. Indonesia memang Negara yang baik..
Selama ini kita membela industry rokok dengan mengatakan industry rokok merupakan industry yang sangat vital dalam perekonomian Indonesia. Alasan utamanya adalah banyak menyerap tenaga kerja. Tapi tahukah kawan siapa pemegang saham terbesar dari indutri rokok Indonesia? Saat ini saham pemilikan Bentoel 85% dipegang oleh BAT(British American Tobacco). Dan bentoel tetap mengeluarkan kebijakan untuk terus memproduksi rokok kretek yang dalam komposisinya ditambahkan cengkeh sebagai penyedap rasa.
Akan tetapi dunia saat ini sangat anti rokok kawan. Banyak negara telah menandatangani FCTC dan membuat UU pengendalian dampak rokok. Tapi sayangnya pemerintah kita menolak mendatangani dan membuat UU yang sejenis. Mereka lebih sayang terhadap industry rokoknya dari pada kesehatan rakyatnya.
Padahal dengan banyak Negara membuat aturan pengendalian rokok, bahkan Amerika baru-baru ini membuat undang yang melarang rokok dengan istilah2 menipu seperti light, mild, dan low tar beradar. Termasuk juga rokok kretek. Dan hal ini kemudia diikuti oleh Negara-negara lainnya.
Terang saja industry rokok Indonesia dengan keputusan tersebut kebakaran jenggot. Pasar luar negerinya sudah tutup pintu meskipun saat ini sedang gaung istilah perdagangan global. Akhirnya satu-satunya jalan adalah memaksimalkan pasar dalam negeri. Rakyat kita sendiri yang mengeluarkan uang untuk mengonsumsi rokok yang akan mendatangkan keuntungan untuk industry rokok. Tapi keuntungannya itu dibawa ke Amerika karena sahamnya punya mereka. Lantas negeri ini dapat apa? Ya dapet rokok, polusi, penyakit yang macem2 ya yang intinya bias dikatakan ampas lah..
Huhu Indonesiaku…
Dikutip dari:
kompas 26 juni 2009
Kartono Mohamad
Mantan ketua umum
pengurus besar ikatan dokter Indonesia
Seperti Matahari
keinginan adalah sumber penderitaan
tempatnya didalam fikiran
tujuan bukan utama
yang utama adalah prosesnya
kita hidup mencari bahagia
harta dunia kendaraannya
bahan bakar budi pekerti
itulah nasihat para nabi
ingin bahagia…
derita di dapat
karena ingin…
sumber derita
harta dunia
jadi penggoda
membuat miskin
jiwa kita
ada benar nasihat orang-orang suci
memberi itu terangkan hati
seperti matahari
yang menyinari bumi 2x
2 hari yang lalu saya dikenalkan lagu ini oleh seorang kawan baru yang cukup nyentrik. Tapi setelah mendengarnya, diri ini langsung tertarik dengan untaian lirik yang dilantunkan oleh bos OI ini. Intinya adalah sebagai berikut:
keinginan => derita
kedermawanan => pelita jiwa
jika kita tolok kepada kehidupan realita, pernyataan bang iwan sangat ada benarnya. seluruh manusia di dunia ini memilki keinginan-keinginan yang ingin terwujud. kalo kata doraemon:
aku ingin begini…
aku ingin begitu…
ingin ini ingin itu
banyak sekali…
ya keinginan manusia tanpa batas. ketika satu keinginan tercapai, maka keinginan yang baru akan datang dan begitu seterusnya. kalo diikuti terus keinginan tersebut tak ada waktu bagi manusia tersebut untuk menikmati keinginan dia yang sudah tercapai sebelumnya. yang ada hanya kejar, dan kejar lagi segala keinginan yang terus bermunculan. sehingga tak ada nikmat yang dirasa. Maka sangat benar sekali ajaran rasul yang mengajarkan kita untuk banyak-banyak bersyukur, sebab dengan rasa syukur itu kita dapatkan kenikmatan atas segala jerih payah kita.
dan sering-sering lah memberi, karena memberi memberikan kepuasan batin kita akan perbuatan kita. manusia butuh sarana untuk mencurahkan berasa berbagi. karena fitrah manusia makhlik sosial. jiwa manusia terus mencari suasana yang harmonis dankeharmonisan dapat dibangun ketika manusianya saling memberi manfaat satu sama lain. saling membantu sehingga satu sama lain saling terbangun. tidak ada yang jatuh menjatuhkan yang menghabiskan tenaga. sebab tidak ada kemenangan dalam pertikaian. satu pihak jadi abu dan pihak lainnya jadi arang. kehancuran yang timbul.
maka kawan…lirik ini mengajak kita meredam keinginan-keinginan kita yang terus memburu. tingkatkan lah rasa syukur sehingga kita dapat menikmati kehidupan di dunia yang singkat ini, dan saling berbagi kenikmatan lah karena kenikmatan tak akan terasa dan berkah jika kita membiarkan lingkungan kita tertindas dan menderita.
tiap hari kita berdoa meminta kehidupan yang bahagia di kehidupan dunia yang singkat dan di kehidupan akhirat yang abadi. dan pesan dari bang iwan ini insya Allah bisa menjadi salah satu kunci. so lets try guys!!
for love and understanding
bismillahirrahmanirrahim
Masa kampanye pemilu legislatif 2009 sudah dimulai dan tanggal 9 nanti pemilu legislatif akan diselenggarakan. Namun, sampai saat ini di kebanyakan daerah “feel”nya ga dapet. Suasana pencerdasan politik masyarakat tidak begitu berjalan. Sudah jarang ditemukan pawai kampanye dan pemusatan massa. Yang ada hanya pajangan-pajangan foto para caleg yang ga mau kalah narsi dengan gaya-gaya abg di facebook, friendster, dan media maya lainnya yang sedang booming di masyarakat.
Ya… kondisi yang digambarkan di atas membawa keuntungan juga. Kondisi dan kegiatan masyarakat tidak begitu terganggu dengan massa kampanye ini. tidak ada macet-macetan, huru-hara karena bentrok massa dan sekejadian-kajadian yang ditakuti lainnya.
So…kemana tuh para caleg dan jurkamnya??pencerdasan apa yang mereka lakukan??media tulisan?? “gak ada tuh!!”. Caleg kita kebanyakan gak bisa menulis. jangankan menulis buku, buku agenda harian pun tidak punya. Sebab dengan status caleg mereka “berasa” jadi orang sibuk dan lebih senang untuk memilki sekretaris pribadi yang mengurusi agenda mereka.
Bertemu dengan masyarakat?? ya… adalah sekali-sekali. “setor muka” istilahnya. Setidaknya masyarakat mengenali wajah sang caleg yang ganteng, cantik, imut, dan lucu.
Akan tetapi, ada yang bikin kaget. Ternyata beberapa caleg dari pada melakukan kampanye, mereka lebih afdhol dateng ke-tempat-tempat yang kononnya keramat agar dapet wangsit. Mereka di sana “bersemedi” dengan baca mantra-mantra yang tidak bermakna dan bermohon agar mereka terpilih sebagai anggota legislatif yang nantinya mereka bisa manfaatkan untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menduduki jabatan tersebut.
Bah!! apa-apan mereka itu. Caleg yang diharapkan masyarakat dapat memberikan pencerahan dan inspirasi kepada masyarakat ternyata hanya para penghayal gila. Tidak punya kemampuan apa-apa karena sama diri sendiri saja “gak pede”. Dan lebih gilanya lagi kegaitan mereka sangkut pautkan dengan tokoh-tokoh dunia yang berhasil membuat sejarah. Mereka percaya tokoh-tokoh itu melakukan hal yang sama dengan mereka. Sehingga tokoh-tokoh itu mendapatkan kekuatan dalam membuat sejarah. GILA!!!
Dan konyolnya juga, banyak caleg yang memohon bantuan paranormal (berarti caleg itu ga normal) untuk memuluskan jalan mereka. Namun, ada beberapa “paranormal” itu sok idealis. mereka menolak permintaan si caleg. hahaha ironis sekali.
Jadi bagaimana dengan kawan-kwan yang akan menggunakan hak pilihnya?? jangan pilih caleg macam itu ya!! dan misalnya ternayta semua caleg melakukan hal itu. Saran saya MUI buta fatwa *HARAM TUK NYOBLOS*.
love our country
love our selves
Just be u
sebelumnya kita sudah bahas gimana integritas kawan-kawan mahasiswa asing di kampusku. sekarang gimana dengan kita??
Wih! Jangan salah. Kita sebagai bangsa juga memiliki inetgritas terhadap negeri kita ini. Lihat saja betapa riweh-nya kawan-kawan berlatih kesenian asli negeri, mengadakan pertunjukkan budaya yang Alhamdulillah selalu ramai penontonnya. Bahkan beberapa dari kawan-kawan itu melakukan pertunjukkannya di luar negeri. Pokoknya applause deh buat kawan-kawan kita itu.
Namun yang dilakukan oleh kawan-kawan itu masih dituntut lebih dalam menunjukkan integritas sebagai bangsa. Secara attitude kita masih jauh dari integritas sebagai bangsa yang dapat menunjukkan kepada bangsa-bangsa lain atau minimal kepada kawan-kawan luar negeri kita di kampus akan budaya bangsa kita. Sehingga mereka mendapatkan kesan positif kepada negeri kita yang di luar sana nampaknya memiliki beberapa kesan negatif.
Memang tidak semua budaya bangsa kita itu memiliki nilai yang positif. Namun dengan perkembangan dunia saat ini kita dapat mudah membandingkan budaya kita dengan budaya bangsa lain dan mencoba untuk mengambil nilai-nilai positifnya dan kita minimalisir nilai-nilai negatie dari budaya negeri kita. Namun, sekali lagi bukan dengan kita benar-benar melupakan budaya kita dan meniru segala hal budaya yang berkembang di negeri lain. Sebab budaya dari negeri luar tidak lah seratus persen baik, bahkan belakangan ini banyak point negatif. Dan dengan integritas terhadap bangsa kita sendiri itulah kita dapat melakukan filtering terhadap nilai negatif yang menyerang. Dan semoga dengan menunjukkan integritas kita sebagai bangsa akan membawa Indonesia lebih baik dan senyum Indonesia pun akan semakin mengembang.
For love and understanding
Bismillahirrahmanirrahim
Beberapa tahun terakhir ini, di kampusku jumlah mahasiswa asing semakin banyak terutama untuk beberapa fakultas dan sekolah. Entah bagaimana dengan kampus kawan-kawan semua, mungkin kampusku sudah go international seperti yang sering-sering disebutkan bapak rector di kampusku, “kita akan menuju research university”, seperti itulah kira-kira beliau berkata.
Di tulisan ini aku tidak akan membahas apakah benar impian research university tersebut sudah mulai terlihat. Akan tetapi aku mencoba memperhatikan kawan-kawan kita dari beberapa negera tetangga tersebut.
Memang kebanyakan mereka masih sulit untuk berbaur dengan mahasiswa pribumi seperti aku ini (beda sekolah/fakultas dan kelas juga sih, hehehe). Mereka masih berbaur dengan kawan-kawan dari kalangan mereka sendiri meskipun tidak menutup kemungkinan untuk tetap bergaul dengan kawan-kawan pribumi.
Akan tetapi, yang menarik adalah mereka selalu menunjukkan identitas negeri asalnya. Banyak cara mereka menunjukkan identitas negerinya. Bisa dengan mengenakan pakaian khas dari negeri asalnya meskipun itu tidak lazim dengan pakaian kawan-kawan di kampusku. Mereka juga selalu menggunakan bahasa ibu mereka di setiap kesempatan mereka berkumpul sehingga bagi kawan-kawan yang ingin memepelajari bahasa mereka dapat langsung bergabung ketika mereka berkumpul (sok2 ngerti padahal roaming hehe).
Dan yang serunya, mereka juga sering mengadakan kegiatan yang di sana mereka memperlihatkan budaya serta ke khasan negara asal mereka. Seperti tarian, musik, dan makanan. Dan uniknya mereka sebenarnya tidak memilki kemampuan menari, memainkan music, dan membuat makanan khas negeri mereka. Namun mereka tetap mencoba untuk mempelajari dan menunjukkan kepada kawan-kewan pribuminya meskipun akhirnya semua terlihat sederhana, namun tetap dapet feel-nya.
Bahkan beberapa kawan dari negeri-negeri yang sering mencuri budaya serta karya bangsa negeri kita (Indonesia –red), mereka dengan bangganya menceritakan dan memamerkan budaya dan karya bangsa kita serta menglaim bahwa itu adalah budaya bangsanya padahal menjelaskan asal usulnya saja mereka tidak mampu (memangnya kita mampu??). namun over all itulah gambaran betapa integritas kawan-kawan dari negeri luar itu terhadap bangsanya begitu tinggi. Bagaimana dengan kita??-bersambung…
WE WILL NOT GO DOWN
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Bismillahirrahmanirrahim
Ramadhan 1429 sudah bergulir sejak 17 hari yang lalu. Bagaimana amalan-amalan Kawan semua? Sia-siakah Allah mempertemukan Kawan dengan rahmatNya yang tiada bandingannya ini? Bahkan apakah kelakuan Kawan di saat Syaithan dibelenggu, malah diri Kawan ini yang menggantikan posisi para syaithan laknatullah itu?? Masihkah akhlak buruk masih bersemayam di diri Kawan?? Kata-kata kotor atau zikir kah yang keluar dari lisan kawan yang diciptakan oleh Allah untuk Kawan? Apakah itu semua yang terjadi pada diri Kawan?
Jika memang itu yang masih terjadi sepanjang 17 hari belakangan ini. Yuk kita beristighfar, “Astaghfirullahal’azhim”. Ayo Kawan segera sadarkan diri, masih ada 12-13 hari lagi sisa bulan yang pernuh barokah ini. Mari perbaiki amal, dan insya Allah kita keluar menjadi hambaNya yang bertaqwa dan tidak lupa bermohon untuk bertemu dengan Bulan Rahmah ini di waktu yang akan datang. Amin.
Namun nampaknya lingkungan sekitar Kita tidak mendukung Kita untuk khusyu’ dengan amalan Kita walau kesannya seolah-olah suasana yang diciptakan bernuansa Ramadhan. Yang paling kental dengan gambaran ini adalah program-program televisi. Berbagai program diadakan khusus hanya ada pada bulan Ramdhan ini. Mulai dari program pengajian (meski ga mutu pengajiannya), acara kuis, sinetron, sampai Konser Akbar Kumandang Ramadhan (–”).
Pasti banyak dari Kawan-kawan yang mengikuti program-program televisi tersebut. Terutama sebagai peneman waktu-waktu sahur dan berbuka(memang kebanyakan program-program tersebut pada waktu itu). Yah seperti yang Kawan-kawan lihat sendiri acara yang ditawarkan tujuannya hanya untuk mengocok perut Kawan-kawan di sisipi dengan kuis-kuis yang memberi harapan.
Tidak sengaja melihat sebuah acara di Metro TV ketika sahur. Ada hal yang menarik yaitu slogan dari program-program Ramadhan yang ditawarkan Metro TV. Slogan itu kalo tidak salah “Buka Mata Hati”.
Apa yang menarik dari slogan ini. Ketika membaca slogan ini, langsung teringat sabda seorang yang agung pada 14 abad yang lalu di kota Madinah. Ya beliau adalah Rasulullah salallahu’alaihiwassalam. beliau bersabda “janganlah kalian banyak tertawa, karena itu akan mematikan hati”(HR Ibnu Majah). Namun sayangnya di bulan rahmat ini justru banyak dari kita yang hatinya semakin hari semakin lumpuh dan akhirnya mati.
Seperti realita yang diceritakan di atas, setiap pagi waktu sahur di mana waktu itu merupakan waktu paling penuh berkah di setiap harinya, doa-doa di ijabah malah digunakan untuk tertawa cekikikan karena melihat tingkah laku pelakon di layar kaca. Belum lagi ditambah dengan kusi-kuis yang makin melemah mental muslim negeri ini. Padahal Allah berfirman dalam Al-Qur’an yang mulia. “…Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan…[QS. Almaidah ayat 3] “.
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.(QS.Almaa’idah ayat 90)”.
Dari ayat di atas jelas lah mengapa meski di bulan ramadhan yang syaithan dibelenggu,namun kemunkaran masih tetap saja berkeliaran. Maksist masih terus terjadi bahkan semakin menjadi-jadi. Karena perbuatan yang kita lakukan di mana Allah menurunkan rahmatNya justru kita melakukan perbuatan syithan dan ditambah lagi hati ini sedang mati. Akhirnya rahmatpun tertolak, hidayah sirna dan murkapun tiba. Astaghfirullah.
So Kawan mari sadarkan diri. Hidupkan kembali hati Kita dan jangan mengundang murka Allah di bulan yang seharusnya rahmat dan barokah terkucur. Jadikanlah bulan Ramdhan ini sebagai starting point perbaikan bangsa dengan memulainya dari memperbaiki amalan ramdhan kita yang insya Allah seterusnya dapat terbawa di bulan-bulan berikutnya. Dan tentunya Kita termasuk golongan yang Allah catat sebagai orang yang bertakwa. Amin.
for love and understanding.
Allahumma as aluka lisanan Shodiqan
Allahumma as aluka ridhoka waljannah wa a’uzubika min sakhotikawannar.
Bismillahirrahmanirrahim
Beberapa hari yang lalu ada kejadian cukup memalukan yang terjadi, meskipun hal tersebut hanya kecelakaan. Tapi jika diketahui orang lain sungguh membuat diri ini malu.
Ngobrol soal malu, teringat hadis Rasulullah salallahu’alaihiwassalam.
“Rasa malu dan iman itu sebenarnya berpadu jadi satu, maka apabila lenyap salah satunya hilang pulalah yang lainnya,” (HR. Hakim dan Baihaqi).
Rasa malu merupakan suatu anugerah yang diberikan Allah kepada setiap manusia. Rasa malu ini tidak terbentuk dan muncul akibat adanya evolusi dan sistem seleksi alam yang terjadi pada manusia yang berevolusi dari bentuk kera(karena memang evolusi itu tidak pernah ada).
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baiknya bentuk. Kemudian kami kembalikan dia ke peringkat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mereka beramal shalih ,” (QS. At-Tin: 4-6)
Namun rasa malu itu bukan hal yang bisa bertahan tanpa adanya perawatan. Rasa malu pada manusia dapat menghilang. Seperti yang Allah firmankan di atas, manusia akan jatuh ke derajat paling rendah bahkan lbih rendah dari kera yang disebut-sebut sebagai nenek moyang manusia. Penyebabnya adalah karena kehilangan rasa malu tersebut.
Namun sayangnya yang terjadi saat ini sangat jarang sekali manusia yang merawat rasa malunya. Tak ada sedikit pun rasa bersalah ketika para pejabat melakukan korupsi, perempuan-perempuan maupun lelaki mempertontonkan aurat dan mengumbar syahwat dan masih banyak lagi hal-hal yang seharusnya seorang manusia malu untuk jika melakukan hal tersebut tapi sekarang rasa itu di cabut dan berganti dengan kebanggaan melakukan maksiat.
“Jika Allah ingin menghancurkan suatu kaum, maka dicabutlah dari mereka rasa malu. Bila rasa malu telah hilang maka yang timbul adalah sikap keras hati. Bila sikap keras hati itu membudaya, maka Allah akan mencabut dari mereka sikap amanah dan tanggung jawab. Bila sikap amanah telah lenyap maka yang muncul adalah para pengkhianat. Bila para pengkhianat sudah merajalela maka Alaah akan mengangkat rahmat-Nya dari mereka. Bila rahmat Allah telah sirna maka akan tampillah manusia-manusia terkutuk. Bila manusia-manusia laknat itu telah berkuasa maka akan tercabutlah dari kehidupan mereka tali-tali Islam.” (HR. Ibnu Majah).
Jika melihat sabda rasul di atas pasti kawan semua akn mengerti apa yang sedang terjadi di negeri kita ini. Tapi saat ini bukan waktunya mengutuk dan menyalah-nyalahkan. Kita harus bergerak untuk mengembalikan “kemaluan” bangsa ini. Mungkinkah dengan melihat kondisi yang kronis dan akut ini? Siapa yang bisa melakukannya?
Allah telah memberi jawabannya pada surat At-Tin di atas. Orang-orang beriman dan beramal soleh lah yang mampu melakukan hal tersebut. Maka Kawan kembalikan dan perkuat imanmu dan sebarkan keimananmu dengan amal-amal kebajikan. Sehingga lingkunganmu akan menyertaimu.
Ada tiga tingkatan malu yang harus setiap individu miliki. Malu kepada Allah, malu kepada diri sendiri dan malu kepada orang lain. Namun siapa yang meletakkan rasa malunya kepada Allah maka sesungguhnya dia memiliki rasa malu yang hakiki. Dan insya Allah dengan rasa malu yang kembali muncul di negeri ini maka berkah dan rahmat Allah kembali ke negeri ini.
for love and understanding
bismillahirrahmanirrahim
Belakangan ini negeri ini sedang heboh dengan berbagai kejadian kekerasan yang dilakukan oleh FPI(Front Pembela Islam) terhadap suatu aliran Ahmadiyah yang dinyatakan sesat oleh agama Islam. Dari kejadian-kejadian ini muncullah kesan bahwa front pembela islam khususnya umat islam indonesia adalah orang-orang yang anarkis.namun benarkah tuduhan tersebut dialamtkan kepada umat islam negeri ini? Dan apa yang menyebabkan kekerasan tersebut terjadi.
Negeri ini adalah suatu negeri yang memiliki hukum. Hal ini yang ditekan oleh presiden negeri ini ketika memerintahkan untuk menindak segala bentuk-bentuk anarkis di masyarakat. Termasuk kasus FPI (baca:islam) vs Ahmadiyah beserta orang-orang yang membela mereka. namun pada akhirnya anarkis tetap terjadi di masyarakat terutama yang menyangkut dengan kasus di atas.
Selama ini pemerintah bersikap tidak mengenal masyarakat yang dipimpinnya.masyarakat negeri ini sungguh majemuk dan banyak norma-norma dan hukum yang dipegang oleh suatu masyarakat yang berbeda dengan masyarkat lainnya.dan kebanyakan masyarakat negeri ini memegang norma dan hukum yang ada pada mereka di atas hukum yang berlaku secara gobal di negeri ini.dan begitu pula dengan umat islam yang memiliki hukum dari Allah subhanallahu wata’ala yang terkumpul dalam Al-Qur’an dan sunnah nabi Muhammad salallahu’alaihi wassalam.
Dan hal ini lah yang dilupakan bapak presiden negeri ini beserta aparatnya. umat islam di negeri ini bahkan dunia telah menuntut untuk pembubaran aliran Ahmadiyah yang jelas-jelas mengancam kemurnian Islam dan umatnya.Dan hal ini merupakan suatu hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an yang diimani umat Islam (lihat QS.Al-Ahzab ayat: 36,40. QS. Al-Mu’min ayat 4 dan 35).
Sudah beberapa waktu umat islam mempercayakan masalah ini kepada pemerintah untuk menjalankan tuntutan mereka. Namun karena ketidaktegasan presiden yang ironisnya juga mengaku muslim, maka umat Islam negeri ini pun bertindak sendiri. Dan jika menurut Undang-undang yang berlaku di negeri ini tindakan umat Islam bukanlah suatu pelanggaran hukum karena berdasarkan dasar negara ayat satu hal tersebut dibolehkan. Pasal ini mengakui ketuhanan yang Esa yang itu dimilki Islam sehingga otomatis umat Islam berhak menjalankan ajaran Islam.
Namun sayangnya pemerintah selalu dibuai dengan isu golongan minoritas, dimana hak-hak mereka harus dilindungi. Namun pemerintah melupakan hak-hak golongan mayoritas.Di negeri ini umat Islam adalah golongan mayoritas dan fakta menunjukkan banyaknya hak-hak umat Islam yang diinjak-injak.Tentu ini merupakan langkah menanam bara api di tumpukan rerumputan kering yang suatu saat akan meledak. Dan ledakan itu sudah sering terjadi di negeri ini. Sayangnya pemerintah tidak pernah belajar dan terus menanam bara tersebut dan kini pun kembali meledak.
yang harus dilakuakan pemerintah adalah:
- instropeksi diri
- kenali masyarakat indonesia dan kemajemukannya
- Berbuat adil kepada golongan mayoritas maupun minoritas.
ingat lah wahai para pemimpin firman Allah dalam surat At-Takatsur.
-1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu
-2. sampai kamu masuk ke dalam kubur
-3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)
-4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
-5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin
-6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim
-7. dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin
-8. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).
dan hadiah Allah kepada mu wahai pemimpin jika kalian amanah pada surat Al-Mu’minun
-8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.
-10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
-11. (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.
Maka bertakwalah kalian wahai pemimpin.
love and peace for our nation
Bismillahirrahmanirrahim
pagi ini aku terbangun pukul 04:25 WIb tepat 5 menit sebelum azan subuh berkumandang untuk wilayah Bnadung dan sekitarnya. Namun rasa nyeri di kepala ini membuatku sedikit enggan untuk beranjak dari tempat tidur. Akhirnya ku putuskan untuk tetap berbaring sambil menunggu azan subuh. Tapi hingga azan subuh, rasa nyeri makin berat sehingga agak enggan untuk berjamaah di masjid dekat asramaku. Yup akhirnya aku putuskan untuk menunaikan Subuh di kamar dan kemudian kulanjutkan dengan tilawah.
ketika tilawah itu terdengar suara ribut dari teman2 seasrama. kupikir itu hanya obrolan mereka saja. namun lama kelamaan ku dengar omongan itu agak serius tapi aku tetap meneruskan tilawahku. ketika aku keluar ternyata sumeber keributan itu adalah tertangkapnya seseorang pencuri yang akan menguntit di kamar sebelah kamarku.
memang asrama ku sudah beberapa kali kecolongan dan baru kali ini berhasil menangkap basah sang pencuri. dan akhirnya si pencuri kami bawa ke RT setempat setelah itu sang RT mengembalikan kepada kami mau di apain tuh si pencuri. Dan akhirnya kami sidang si pencuri untuk mengaku dan kami ikat selama setengah jam di depan pintu gerbang dan kami pasangkan papan pengumuman bahwa orang itu adalah pencuri.
huhu.. sebenarnya aku takut si pencuri itu jadi bulan-bulanan tetangga-tetangga kami. dan ternya betul saja beberapa orang melayangkan “bogemnya” ke wajah si pencuri. dan akhirnya ada seorang bapakyang menyarankan untuk dilepas saja si pencuri itu dari pada mati di pukulin warga. dan akhirnya kami setuju karena kami fikir si pencuri sudah jera dengan kejadian yang menimpanya, setidaknya tidak bakal berani lagi datang ke tempat kami.
Kemudian muncul pertanyaan yang menggelitik. Apa yang membuat orang itu melakukan hal tersebut? sudah menjadi kesepakatan umum kalau pencurian merupaka suatun perbuatan tercela dan melanggar hukum dan pasti orang yang waras akan berfikir ribuan kali untuk melakukan pencurian. Namun orang-orang sering memaklumi ketika seseorang yang sedang dihadapi kesulitan hidup terutama finansial dan mereka sedang sangat membutuhkannya melakukan pencurian semacam itu meskipun ucapan mulut lebih sering tidak sinkronnya dengan kejadian di lapangan ketika banyak orang-orang seperti itu dihajar tiada ampun sampai meregang nyawa seperti yang hampir dialami oleh si pencuri yang tertangkap tadi pagi.
Namun ada satu pihak lagi yang melakukan pencurian yang besar-besaran yang alasannya bukan karena dirundung kesulitan hidup karena mereka sangat bercukupan bahkan berlebih. Mereka mencuri karena ketamakan dan ketidakwarasan mereka, kelakuan mereka tak lebih baik dari “kera” yang mengumpulkan pisang danga ke empat tangannya plus yang sedang di kunyah dimulutnya. Namun ironisnya perlakuan yang diberikan jauh berbeda. Tak ada satu orang yang berlakuan seperti yang dialami si pencuri tadi pagi bahkan para pencuri besar itu mendapat perlakuakn dan pengamanan VIP, karpet merah selalu terhampar di setiap kedatangan mereka. Apa kita juga ikut-ikutan tidak waras??
Lantas apa maksud ini semua?? dimana keadilan di masyarakat ini?apakah mentang-mentang mereka-mereka yang melarat karena idak mampu menyumpal mulut kita semua dengan uang lantas mereka kita jadikan bulan-bulanan dan ketika para orang bersafari itu membobol dana terliunan rupiah kita jadikan raja karena kita mendapat sumpalan di setiap kantong kita.
Tulisan ini bukan mengajak pembaca untuk melakukan anarkis ke mereka-mereka yang melakukan pencurian besar ataupun kecil, melarat ataupun kaya raya. Tapi yang ingin disampaikan adalah mari tegakkan keadilan dengan menegakkan supremasi hukum. Jangan ada pembedaan di depan hukum. Kembalikan kewarasan masyarakat. Insya Allah kejadian di pagi ini akan semakin jarang terjadi.
for love, understanding and responsibelity to our society .




komen orang