Kisah Jeans dan Ciri Khasnya

Pasti agan semua pernah dengar kata Denim dan Jeans. Jika ditanya apa agan tau apa perbedaan keduanya, kebanyakan pasti mengatakan Jeans = Denim dan Denim = Jeans. Sebenarnya jawaban terebut tidak begitu keliru. Denim memang merupakan jenis bahan yang dipakai untuk membuat Jeans. Tapi Jeans bukan Denim. Denim merupakan jenis bahan kain yang sering dipakai sebagai kain layar kapal di Perancis dan Italia. Bahan dasarnya adalah serat kapas yang dibuat kasar dan ditenun diagonal dengan tambahan bahan tertentu. Alur diagonal ini disebut dengan istilah Twill.

twill

Kata Jeans sendiri muncul dari asal kata Genes yang berarti celana dari Genoa. Celana ini awalnya banyak dipakai di eropa, tersebar sampai ke Inggris. Jeans menjadi terkenal setelah perusahaan Levi Straus & Co yang memegang merek Levi’s berkembang di negeri Paman Sam. Celana ini awalnya banyak dipakai oleh para pekerja tambang yang merupakan pekerja kasar. Sehingga dalam perkembangan disainnya, celana Jeans banyak memenuhi kebutuhan para pekerja tambang. Mulai dari jahitan sampai dengan kantong. Kantong kecil yang ada di sisi kanan setiap celana Jeans dahaulunya dipakai oleh para pekerja tambang untuk menyimpan bongkahan-bongkahan hasil penambangan. Untuk menjaga jahitan kuat celana Jeans pun identik dengan Rivets yang merupakan kancing yang digunakan untuk menguatkan jahitan.

rivetsjeans

Satu hal lagi yang identik dengan celana Jeans adalah pola kantong belakangnya yang dikenal dengan nama Arcuate. Pertama kali yang memperkenalkan pola ini tentu saja sang bapak Jeans pendiri LS &CO. Pak Straus saat itu terinspirasi dengan burung camar. Sehingga dia kemudian mematenkan pola burung camar ini di setiap produk celana Jeansnya.

1193806_20140520091650

Mari Konsumsi Listrik Dengan Bijak

Berikut tulisan singkat dari seorang Dosen saya yang sangat gamblang menjelaskan bagaiaman seharusnya kita bijak dalam mengonsumsi energi terutama listrik!!

“Pemadaman bergilir, bukan hal aneh lagi di negara ini, terutama bagi sodara2 kita yang tinggal di luar jawa.

Siapa yang salah? PLN? Pemerintah?

Memang PLN dan Pemerintah salah tetapi masalah tidak akan selesai dengan hanya menyalahkan PLN atau Pemerintah. Saya yakin teman2 kita di PLN sudah bekerja semaksimal mungkin. Kalau pemerintah, jujur saya nggak tahu, karena negara ini memang sudah lama berjalan autopilot. Continue reading

Belajar Kebijakan Tarif Listrik Industri Dari Jepang

Tarif dasar listrik di Indonesia merupakan isu yang tidak kalah seksi dengan isu BBM. Keduanya sama-sama komoditas konsumsi yang sangat penting buat “sebagian” besar rakyat Indonesia. Ibaratnya rakyat sudah menjadi pecandu berat kedua komoditas ini. Maka bagaimanapun caranya rakyat akan berusaha mendapatkan listrik dn BBM. Meskipun usaha yang dilakukan sudah tidak waras. Dan benar ketidakwarasan memang terjadi. 350 Triliun anggaran negara dikuras untuk keduanya. Continue reading

Kenaikan Harga LPG 12 kg Pertamina Bukan Sekedar Cari Untung Oleh Pertamina

Tahun baru 2014 ternyata ada suatu ledakan yang sanagt mengambil perhatian mayarakat luas. Bahkan ledakan kembang api di pesta tahun baru di Monas kalah nyaring. Awal tahun baru ini masyarakat Indonesia dikejutkan dengan ledakan tabung gas LPG 12 kg Pertamina.

Ledakan tabung gas ini bukan ledakan dalam arti sebenarnya seperti beberapa kasus ledakan tabung gas “melon” yang sering terjadi. Ledakan ini merupakan Continue reading

Kebijakan Denda Angkot “Ngetem”

Angkot ngetem memang sering jadi biang kemacetan lalu lintas. Sekumpulan angkot parkir disebagian ruas jalan untuk menunggu penumpang menghambat pengguna jalan lainnya. Sebagai contoh kemacetan yang terjadi di daerah Slipi yang menuju Pasar Palmerah. Sejumlah angkot dengan rute Tanah Abang-Kebayoran dan Tanah Abang-Kebon Jeruk berhenti beberapa saat untuk menunggu dan memanggil penumpang. Bahkan seringkali ruas jalan yang hanya 2 jalur tersebut dihambat oleh angkot yang berhenti paralel berjejer. Akhirnya antrian kendaraan memanjang Continue reading