Komunikasi Dua Arah

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Teringat suatu pertanyaan iseng tapi punya makna yang sangat mendalam. “mengapa Allah menciptakan semua bagian tubuh manusia sepasang kecuali mulut?”. Ya, kebanyakan orang pasti akan menjawab “satu aja bias menimbulkan peperangan, apalagi sepasang?”. Itu merupakan suatu jawaban yang dapat mengingatkan kita betapa berbahayanya mulut ini.
Namun beberapa saat lalu terlintas difikiran penulis tuk menanyakan kembali mengapa mulut itu sangat aktif sekali. Dan jawaban yang terlintas adalah dengan menganalogikan manusia dengan sebuah node pada suatu rangkaian listrik di mana di node ini akan ada arus yang masuk dan arus yang keluar dan jika dijumlahkan akan sama dengan nol (ingat rumus kirchoff ∑ i = 0).Jadi jika dianalogikan kepada manusia sebagai sebuah node. Maka yang menjadi arus masuk adalah segala panca indera manusia dan yang menjadi arus keluarnya salah satunya adalah mulut.
Melihat dari penganalogian di atas, penulis beranggapan analogi di atas perlu sangat diperhatikan. Terutama jika kita membicarakan bagaiman berkomunikasi dengan baik. Jika kita menghubungkan dengan kemampuan komunikasi, kita akan berkesimpulan adalah suatu kewajaran mulut manusia sangat aktif. Sebab kita melihat betapa besar dan banyaknya input yang masuk, sedangkan jalur keluarannya hanya satu yaitu, mulut kita.
Dalam komunikasi, semua indra manusia bisa menjadi jalur input, terutama indra pendengaran dan penglihatan. Seperti di sebutkan di atas, manusia punya anggota tubuh serba berpasangan kecuali mulut. Jadi sekali lagi kita akan melihat betapa besarnya inputan dalam berkomunikasi yang diterima manusia. Namun dari segala inputan itu hanya ada satu jalur output.
Sehingga dalam berkomunikasi metoda berkomunikasi satu arah sangat tidak efektif. Obrolan yang satu arah tidak akan membawa pembicaraan lebih berkembang dan menarik. Karena ada kejenuhan dari satu sisi karena terlalu banyak inpiutan yang ditampung tanpa adanya saluran tuk dikeluarkan. Dan di sisi lain kehabisan kata-kata karena tidak adanya inputan.
Maka metoda komunikasi yang sangat baik adalah menggunakan metoda komunikasi dua arah. Sehingga inputa dan output yang mengalir seimbang. Kita harus mengerti lawan komunikasi bahwa mereka pasti ada hal yang ingin disampaikan juga kepada kita ketika kita berkomunikasi dengan kita. Sehingga kita harus memberikannya kesempatan untuk berbicara. Sehingga komunikasi akan berjalan lancer dan dapat berkembang lebih menarik.
Sekali lagi kita harus kembali dituntut untuk saling mengerti dalam berkomunikasi sehingga muncullah keharmonisan dan perdamaian disekitar kita

for understanding and love 🙂