Jangan cuma bisa “minta” doang.


bismillahirrahmanirrahim

Banjir….banjir….banjir….

inilah yang sedang melanda Indonesia. di mana-mana banjir.

terutama pulau Jawa.

dimulai dari banjir lumpur di sidoarjo yang dah menenggelamkan beberapa kecamatan, banjir tahunan jakarta bahkan makin parah dengan banjir pasang air laut. Banjir luapan bengawan solo *jangan2 pulau jawa emang mau di tenggelamin ya???*

tapi ada satu hal yang menarik, ketika musim kemarau menyerang semua orang berteriak, sawah kekeringan, pembangkit listrik kurang stok air, air tanah habis dan sebagainya.

semuanya berteriak dan minta ke Allah supaya segera menurunkan hujan.

kemudian setelah Allah menurunkan hujanNya orang-orang malah menggerutu, “hujan mulu. bikin banjir aja!”dan memang seperti yang kita alami tiap tahunnya. banjir teruuuuusssss. lantas semua orang berharap hujannya segera berhenti.

sungguh mengherankan! ketika kita butuh kita minta2 di adakan, tapi ketika di kasih kita minta ditiadakan. apa sih yang kita mau sebenarnya??? sesuatu yang idea????

menurutku bangsa kita ini hanya menunggu dan berdiam diri. mayoritas orangnya berfikir jabariah. menunggu dan menunggu, dan ketika telah datang bingung mo di apain tuh pemberian yang melimpah, sehingga bukan jadi nikmat malah jadi bala dan musibah.

tapi sayangnya bangsa ini nampaknya juga tidak mau belajar dengan pengalaman. kejadian yang sama tetap saja terus terjadi. bahkan semakin parah. karena sikap bangsa ini yang makin di perparah dengan jiwa yang konsumtif.

yup jiwa konsumtif yang sangat mentradisi di bangsa ini. alam hanya untuk dikonsumtif,  tak ada usaha tuk bersahabat dengan alam. lihat banjir yang terjadi karena pengundulan hutan. bangsa ini hanya mau make kayunya tapi gak mau nanam lagi. bangun hotel dan perumahan di pinggir pantai akibatnya banjir pasang air laut. limbah dibuang saja ke sungai-sungai. sampe sungai itu hitam, bau, dan tentunya beracun.

lebih sedihnya, sikap bangsa ini yang jabariyah dimanfaatkan oleh bangsa yang Qodoriah. mereka dengan seenaknya mengeksplor kekayaan negeri ini tanpa mau peduli dengan kondisi lingkungan akibat perbuatan mereka. dan bangsa kita senang aja karena diimingi oleh duit yang seupil jika dibandingkan dengan keuntungan yang orang-orang qodoriah bin tamak itu dapat. yah satu kerugian lagi dari bangsa kita yang cuma bisa “minta” doang. ya minta dibuatin lapangan pekerjaan, emas, baju, mobil dan bahkan uang kita juga dibuatin sama mereka.

huhu, emang nampaknya tulisan ini gak memberikan solusi yang bisa dilakukan. cuma ngomel dan menggerutu melihat keaneha bangsa sendiri dan mungkin juga diri sendiri.

wahai saudaraku. Allah sangant cinta kepada makhluknya yang bernama manusia. terutama manusia Indonsesia.  dicurahkannya nikmatnya di tanah Indonesia ini. bapak2 kita dulu yang berfikir dan yakin bahwa rakyatnya bisa mengolah kekayaan ini sehingga menjadi rahmat telah berjuang mati-matian membebaskannya dari segala macam belenggu. belenggu dari bangsa luar dengan sistem kapitalisnya dan belenggu bangsa sendiri dengan sistem feodalnya.

janganlah kita khiananti dan keceawakan bapak2 kita itu dengan kembali membelenggu diri dengan keadaan dan  ketergantungan. lebih jauh lagi janganlah kitajadi bangsa yang kufur atas nikmat.jangan kita balas cinta Allah dengan merusak ciptaannya yang disediakan untuk kita. alam juga perlu cinta saudaraku.

for love and understanding:)

6 thoughts on “Jangan cuma bisa “minta” doang.

  1. Iyaaaa, betul banget tuh! giliran g dapet, kita minta2. Eeeeh, giliran dikasih, kita malah ngedumel! Sebetulnya manusia tuh maunya apa seh..? (apa seh gw, g jelas ^^)
    Btw, denger2 juga nih, banjir tuh ada gara2 yang namanya global warming loooh! Pokoknya media bilang kalo misalnya global warming nyebabin musim kemarau yang lebih lama (dan lebih panas tentunya), trus sekalinya musim hujan, deres banget n jdnya banjir deh! Wuiiih, mengerikan sekali….
    Nih, aq mau sharing aja, cara2 yang udah aq pake bwt berpartisipasi menghadapi pemanasan global. Pertama, aq ngumpulin plastik2 kalo ke toko, n make plastik itu berulang2 kalo beli barang (re-use)! Sejau ini sih baru itu doank…. hoho ^^ Yaaah, mudah2an aja bisa nambah! ya gak? =)

  2. mau konkrit juga ah..kyk nasrul xP

    hmm.
    kalo habis matiin tv/tape/AC/monitor komputer/yang lain, kan ada tombol merah/hijau yang masih menyala. nah itu lebih baik dimatiin aja..
    *kalo dihitung perindividu emang rasanya gak penting..tapi kalo diakumulasi menurut kuantitas dan period..huhu..lumayan bo’*

    ketika beli barang,, aku ga pake plastik.. langsung aja masukin tas.
    kalo males bawa tas dari rumah,, bawa tas kain ajaa.
    ringan dan bisa dikantongin.
    kalo ngga punya tas kain..bawa sarung! xD freak..
    yakalo ngga punya tas kain, minimal punya satu kantong plastik.. xP

    trus juga,
    bagi pelajar yang suka makan siang di luar.
    terkadang ga keburu yah…sampai harus bungkus makanan dan makan di kelas.
    solusinya, bawa tempat makan kosong aja.
    so ngga pake plastik, apalagi styrofoam.

    itu aja.. hehe🙂

  3. haha, aku kayanya tau nih dapet tips dari mana hehehe.
    iya tuh aku barunyadar. di tempat sampah asrama ku penuh sama plastik bekas beli makanan.ada 21 orang berarti setiap pagi minimal ada 21 kantong plastik di buang . wah2 banyak juga yah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s