Cinta ato Nafsu????


Ada  fenomena dalam pergaulan terutama hubungan antara lawan jenis yakni pergaulan antara laki-laki dan wanita. Dalam pergaulan sering muncul hasrat untuk memiliki salah seorang dari lawan jenis kita. Hasrat yang membuat kita ingin selalu bersama mereka. Hasrat ini biasanya muncul begitu saja tanpa permisi kepada orang yang berhasrat demikian. Dan ketika hsrat ini memuncak, apa saja bisa dilakukan orang yang berhasrat demikian untuk memenuhi hasratnya, bisa membuat orang tersebut tersenyum bahagia yang sangat seakan-akan  atau bahkan sebaliknya menenggelamkan orang tersebut dalam kemurungan dan kenastapaan seakan-akan semua bala di dunia ini menimpa hanya kepada dirinya. Entah apalah namanya yang tepat, namun kebanyakan orang menyebut hasrat tersebut adalah cinta.

Yup! Subhanallah wal hamdulillah yang telah menciptakan hasrat ini. Dengan hasrat ini terciptalah kedamaian dan semangat persaudaraan di dunia ini seperti yang telah dijelaskan pada tulisan-tulisan sebelumnya. Cinta diberikan kepada keluarga, sahabat, bangsa, negara dan tentu saja Allah Sang Maha Cinta.

Namun belakangan ini nampaknya cinta ini diartikan sangat sempit. Terutama dikalangan anak muda zaman sekarang. Cinta hanya ungkapan untuk hubungan lawan jenis. Orang akan berkata manis dan enak didengar hanya kepada si cantik atau si tampan yang tentu untuk mendapatkan hati si doi , sedangkan kepada orang lain bahkan kepada orang tua kita kata-kata kasar dan menyakitkan lah yang sering keluar. Apakah ini pernah kawan fikirkan???

Anak muda sekarang begitu mudah sekali menyatakan ungkapan cinta kepada lawan jenisnya. Ketika si tampan berkata “I love you!!! Maukah kamu menjadi gadisku???” dan si cantik menjawab “ I love you too!!! tentu saja Sayang, aku mau sekali” dan sering setelah detik itu hilang lah batas antara si tampan dan si cantik itu. Si tampan bebas untuk menyamapaikan hasrat sayangnya melalui sentuhan, gandengan tangan rangkulan kepada si cantik. Dan si cantik bebas bersender di dada si tampan.

Sekilas nampakanya hal di atas sah-sah saja  jika disebut sebagai ungkapan cinta dan sayang. Tapi sadarkah kawan halal kah itu dilakukan bagi kawan-kawan yang belum terikat di hubungan pernikahan. Aku yakin kawan-kawan yang masih memegang nilai manusia akan menjawab hal tersebut tidak dibenarkan. Namun kejadian saat ini hal tersebut menjadi suatu tren  dan budaya masyarkat. Hampir di setiap tempat hal di atas terjadi. Namun apakah yang mendorong kitatetap melanggar sesuatu yang sudah kita yakini salah.

Yup! Itulah nafsu. Banyak orang yang tertipu dengan hasrat yang bergejolak dalam hati mereka yang dikira mereka adalah cinta tapi sebenarnya adalah hanya dorongan nafsu. Nafsu yang hanya untuk memenuhi keinginan sesaat dan seringkali di boncengi oleh syaithon.Aku yakin kawan-kawan semua telah mengerti apa yang terjadi sebenarnya ditenga kita.

Allah sengaja menciptakan hasrat akan ketertarikan pada lawan jenis agar manusia lestari dan dapat berkembang biak yang tujuannya untuk menjadi rahmat bagi semesta alam dengan hasrat cinta yang yang ada pada setiap insan manusia dan Allah maha tahu seberapa besar hasrat manusia akan lawan jeinisnya. Namun Allah membuat batasan agar semua rancanganNya tetap berjalan teratur. Allah tidak mau mausia berlebih-lebihan oleh karena itu dibuat aturan agar manusia tetap pada garis manusianya sebagai penebar kasih saying di muka bumi dan tidak melenceng ke garis binatang atau bahkan lebih buruk dan jahat dari itu. Namun lihat lah apa yang telah terjadi akibat kebodohan kita sebagai manusia yang terlalu menuruti nafsunya terhadap lawan jenis sehingga tidak mematuhi rambu yang Allah telah buatkan.  Manusia bukan menjadi penyebar rahmat dan kasih sayang tapi penyebar bencana dan kerusakan. Coba kawan renungi dan fikirkan.

For love and understanding.       

7 thoughts on “Cinta ato Nafsu????

  1. Yupp!!! i’m againts on doing pacaran!!

    jazakallah bang ben, mudah2an saudara2 kita yang lain bisa membaca blog ini, sehingga generasi kita, generasi muda harapan rasulullah untuk mengangkat kembali panji2 tauhid, tidak hanya membuang waktunya cuma-cuma, menyibukkan diri dengan yang namanya pacaran..

    As i said, azwajus shalihah!! not pacaruj jahiliyah !! ^_^ keep fighting my brother!!

  2. Ini juga salah satu akibat pembiasaan di media2 (terutama lewat TV)
    “Sesuatu yg dianggap jelek, kalau dipublikasikan terus-menerus pada akhirnya nanti bakal dianggap biasa…”
    akhirnya ya.. hancurlah generasi muda kita…

  3. wah. ya nih. kayaknya virus merah jambu dimana-mana sedang melitik. Ada kalanya bila tidak berhasil, dia melalui daur lisogenik. Virus ini juga tertular dari satu manusia ke manusia lain, nggak habis-habis. Jaddi.. ini salah satu posting untuk memberangus virus itu juga kan.. hehe.

  4. @asri : huhu thx yah, terlalu berat tuh amanat ente tuk gw. ini tulisan apa aja yang terlintas difikiran gw. jadi ya sekali2 no offense sih. :p

    @salman : BETULLLLL BGT. makanya gw pernah punya ide untuk untuk ngusulin suatu konsep entertain dan informasi yang mendidik ke pak mentri kominfo kita. tapi masih dalam konsep nih. mo bantu?????

    @happy : salam kenal. sorry kalo agak maksa tuk ngasih komen😛 n sorry juga tadi malam punya niat tuk ngerjain dengan pura2 jadi anak 2007, tapi kamu lebih pintar dari aku dengan membuka blog ini. hahahaha.thx yah🙂

  5. heheh… stelah ngobrol d ym, nulis komen yak…

    di atas kynya isinya ttg negatifnya pacaran aja yak?? emang si klo Islam ga ngajarin yg namanya pacaran… tp slama bisa jaga batas2, pacaran ntu ada sisi positifnya jg bukan?? ie. bsa jd motivasi buat brkarya, tmpat saling ngingetin dll…

    stuju si sama tulisan benny klo stelah brubah status jd yg namanya pacaran ntu jd banyak ksempatan tuk berbuat yg ga halal itu… tp, klo dipikir kbalikannya, klo bsa jaga batas2, bukannya pacaran bsa dijadiin salah satu step tuk melangkah ke jenjang selanjutnya??

    *nulis pa pula aku ini…

    trus berkarya bos…:D

  6. @angga: yah memang kalo bisa jaga batasan sih mungkin2 saja. tapi siapa yang tahu kalo kita bisa jaga batasan? ada yang bisa menjamin itu gak terjadi???
    karena gak ada yang bisa menjamin makanya Allah menyuruh kita untuk menjauhi hal-hal semacam itu. logis kan??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s