Ketika Cendikiawan Diminta Berkarya


Bismillahirrahmanirrahim

karya merupakan suatu hal positif yang dihasilkan oleh seorang manusia untuk kehidupan yang lebih baik. dengan adanya karya yang orang tersebut hasilkan, maka orang tersebut berhasil menunjukkan eksistensinya dalam peradaban manusia. sehingga dorongan untuk berkarya merupakan suatu hal yang wajar bahkan menjadi keharusan. bahkan Allah pun juga memerintahkan manusia untuk berkarya dan berkarya. dan dengan berkarya sesorang bisa lebih besar kemungkinannya mendapatkan nilai amal baik.

begitu juga para cendikiawan. mereka sebagai kumpulan orang yang paling mengerti dibangsanya diminta untuk memberikan karyanya bagi pemecahan masalah bangsa, termasuk didalamnya adalah mahasiswa yang jumlahnya paling besar dan akses kemasyarakatnya lebih dekat.  solusi dan pemecahan tersebut sangat lah dibutuhkan oleh suatu bangsa seperti Indonesia yang kini sedang dirundung dengan berbagai macam masalah yang nampaknya begitu kompleksa dan rumit tuk dipecahkan. peranan kaum cendikiawan  sangat dibutuhkan untuk segera mengeluarkan bangsa ini dari keterpurukan.

namun masalah yang muncul, para cendikiawan tersebut yang tentu saja termasuk mahasiswa di dalamnya tidak mengerti bagaimana berkarya untuk bangsanya sehingga masalah bangsanya tersolusikan. sudah banyak hal yang dihasilkan oleh para cendikiawan yang mungkin bisa memecahkan masalah yang ada sehingga bisa dikatakan mereka menghasilkan karya. namun yang terjadi apa yang mereka hasilkan tidak pernah berguna dan jauh dari harapan. lantas apa yang salah??? cendikiawan yang tidak mengerti masalah atau masalah yang terlalu rumit????

teringat kata-kata yang sering diucapkan oleh sesepuh cendikiawan Indonesia, Prof. Iskandar Alisyahbana pada suatu acara yang bertemakan berkarya untuk bangsa. beliau berulang-ulang mengutuk sikap para cendikiawan yang terlalu memenara gading. para cendikiawan terlalu jauh jaraknya dari masyarakat. padahal di masyarakatlah mereka baru bisa mengerti permasalahan apa yang terjadi dan bagaimana solusi yang tepat bagi masyarakat. maka yang terjadi selama ini adalah kesalahan-kesalahan asumsi yang mereka buat yang jauh dari permasalahan yang ada. bahkan ada yang cendikiawan yang menutup mata terhadap kenyataan yang ada. sehingga solusi yang mereka keluarkan sama sekali tidak menyinggung permasalahan yang ada.

dan begitu juga mahasiswa yang seharusnya akses mereka ke masyarakat lebih dekat, namun karena adanya pembudayaan yang memenara gadingkan mereka. maka butalah kebanyakan mahasiswa terhadap permasalahan bangsanya. dan ketika masyarakat meminta karya mereka, bingunglah mahasiswa-mahasiswa tersebut. karya apa yang mau mereka berikan????

dengan semakin besarnya tuntutan masyarakat kepada para cendikiawan, namun solusi-solusi yang diberikan tak pernah berhasil. maka muncullah kritikan-kritikan dari masyarakat mengenai terlalu memenaragadingnya para cendikiawan ini. namun sayangnya bukannya menghancurkan menara gading tersebut, malah sebaliknya sistem menara gading dipertinggi. para cendikiawan punya kehidupan yang berbeda dengan masyarakat sekitarnya.bahkan mahasiswa pun di buat untuk tidak sempat melihat dan memikirkan sejenak mengenai permaslahan yang ada.

untungnya masih ada cendikiawan yang  peka. mereka terus mencoba untuk menyelamip permaslahan yang ada. terutama dengan  mahasiswa. beberapa sudah terpanggil untuk mencoba berkarya. namun sampai saat ini masih sangat jarang yang bisa menyelesaikan masalah. sebab kebanyakan mereka masih berfikir dalam memecahkan maslah dengan cara fikir ala mereka. mereka menganggap masyarakat memiliki kemampuan yang sama dengan dirinya. dan meskipun mereka mengerti bahwa masyarakat tidak mengerti dengan solusi yang diberikan, tidak ada usaha untuk melakukan transfer pengetahuan untuk menjalankan solusi tersebut. huh! lagi-lagi menara gading muncul.

lantas seharusnya bagaimana seorang cendikiawan berbuat??? terjunlah kemasyarakat dan bersahabat dengan mereka. rasakan apa yang mereka rasakan dan mengerti cara berfikir dan kemampuan mereka dalam berfikir. buatlah suatu solusi dengan asumsi yang tepat, dan rancang solusi itu agar dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat. lakukan pendidikan dan transfer kepada masyarakat agar mereka dapat dapat memberdayakan diri mereka dan dapat mememcahkan masalahnya lebih mandiri di masa kemudian.

jika hal tersebut di atas dilakukan oleh para cendikiawan kita. maka semakin banyaklah karya yang mereka hasilkan dan masyarakat terakselerasi lebih besar. inilah yang pernah dilakukan Muhammad Rasulullah 1429 tahun yang lalu sehingga peradaban umat Islam maju dengan pesatnya dan dapat bertahan dalam waktu yang sanngat lama dalam masa keemasan.

wahai para cendikiawan berkaryalah dengan rasa cinta kepada masyarakat yang bertumpu padamu. jangan kalian malah bersikap angkuh akan pengetahuan kalian dan menganggap orang lain adalah bodoh. jadilah padi yang semaikn banyak isinya semakin menguntungkan dan jangan kalian dirikan menara gading dan mencoba berkarya bagi masyarakat di dalamnya karena itu akan sia-sia belaka.

for love and understanding

One thought on “Ketika Cendikiawan Diminta Berkarya

  1. ayo para mahasiswa berkarya!!
    *gw kan masih (lulus) SMA

    tapi jangan bikin karya fenomenal lagi..

    gmana yah caranya biar bisa berkarya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s