Ibu Tunjukki anakmu Ke JalanNya


Bismillahirrahmanirrahim

Konon pendidikan yang dialami seorang anak berasal dari ibundanya. Sejak dalam kandungan setiap ibu sudah mendidik anaknya, setidaknya mendidik anaknya untuk makan-makanan yang bergizi dan bernutrisi tinggi. Begitu juga setelah anak itu dilahirkan. Ibunda lah yang akan terus menemaninya sambil memberikan pelajaran-pelajaran kepada anak-anaknya disadari ataupun tidak. Ibu merupakan pendidik paling utama dari anak-anaknya.

Kemudian teringat salah satu ayat cinta dari Allah yang mengingatkan kita bahwa factor terbesar yang akan mempengaruhi pertumbuhan mental seorang anak adalah lingkungannya. Dan tentu saja keluarga sebagai lingkungan terdekat yang akan paling berpengaruh dalam pembentukan mental sang anak. Dan tentunya sang ibulah yang memiliki peran paling penting dalm menumbuhkan mental tersebut. Sekali lagi ibu memiliki peran yang sangat strategis bagi seorang anak dalam menggapai masa depan yang cemerlang dan bahagia.

Namun bahagia seperti apakah yang dibutuhkan seorang anak agar mampu meraih bahagia dalam hidupnya. Apakah harta? Populeritas? Atau kehidupan yang serba gemerlap? Coba kita tengok sekitar kita. Perhatikan perkembangan anak-anak yang hanya diarahkan ketiga hal di atas. Terjadi banyak penyimpangan. Ketika seorang anak dimanjakan dengan harta sehingga sang anak bingung untuk apa harta itu dan ke mana mereka habiskan, akhirnya banyak yang terjerumus ke lingkaran setan narkotika. Tengok anak-anak yang didik dengan penuh hiburan dan pergaulan yang gemerlap. Dan apa yang terjadi, mereka terjerumus dalam pergaulan mereka sampai melakukan tindakan asusila, bahkan tidak sering mereka melakukan tindak criminal untuk menikmati gaya hidup yang gemerlap, dan yang paling menyakitkan ketika banyak gadis-gadis remaja (anak SMP) menjajakkan diri dan kehormatannya hanya untuk mendapatkan uang dan menikmati dunia penuh maksiat tersebut.

Namun nampaknya fenomena di atas tidak menjadi pelajaran banyak ibu saat ini. Bahkan di zaman ini sang ibulah yang berbondong-bondong mengantarkan anak-anaknya ke dalam dunia semacam itu. Para ibu saat ini sangat bangga ketika anak gadisnya tampil di atas panggung dengan pakaian terbuka. Bahakan tak jarang ibu-ibu yang melakukan hal tersebut ibu-ibu yang telah memakai kerudung di kepala mereka. Bahkan lebih ironisnya lagi sang ibulah yang memilihkan pakaian, dandanan dan gaya penampilan sang anak di atas panggung. Dan aneh bin ajaibnya lagi, sang ibu juga ga mau ketinggalan oleh sang anak. Ibu-ibu juga berbondong-bondong mendaftarkan diri di acara-acara tersebut dan ketika tampilpun ibu-ibu t\itu pun tidak takut untuk tampil sedikit edan dan terbuka. Dan ketika sang juri mengomentari dan meinta sang Ibu tampil lebih edan dan buka-bukaan, bukan tersinggung karena diminta untuk menyalahi harkatnya sebagai wanita tapi malah berterima kasih dan senang dengan komentar tersebut. Dan di penampilan berikutnya tampillah sang ibu dengan penampilan yang lebih berani. Ironis tapi nyata L.

Wahai ibu inikah jalan yang harus anakmu tempuh untuk mendapatkan kebahagiaan? Bukan itu yang anakmu butuhkan wahai ibu. Anakmu tak butuh menjadi popular atau seorang ibu yang popular dengan cara tersebut. Anakmu tak butuh harta yang banyak, karena semua itu hanya mendatangkan kebahagiaan sesaat dan seketika itu pula kebahagiaan itu lenyap. Yang anakmu inginkan kebahagiaan yang abadi, tujaun hidupnya, dan tentu cinta yang tak pernah mati. Tunjukkanlah itu semua kepada anakmu wahai ibu. Bahagia yang abadi hanya akan didapatkan ketika anakmu tahu untuk apa mereka dihidupkan, siapa yang paling mencintai mereka dan yang seharusnya mereka cintai. Tunjukkan itu semua kepada anakmu wahai ibu. Perkenalkan anakmu kepada Allah yang merupakan zat tujuan hidup seluruh manusia yang maha cinta kepada manusia. Jika ibu cinta kepada anakmu, tunjukkanlah dan bimbinglah anakmu ke jalan-Nya. Pasti bahagia yang abadi akan didapatkan.

Love and understanding for your sweethearts Mom🙂

5 thoughts on “Ibu Tunjukki anakmu Ke JalanNya

  1. iya. bener bgt.
    ga ada yang pantas disombongkan dari manusia.

    hmm.
    kalo manusia sombong, berarti sama seperti setan dong,
    yang karena kesombongannya ngga mau disuruh Allah tuk bersujud ke nabi Adam as.

    trus dah gitu, setan kan mengimani Allah, tapi ngga bertaqwa kepada Allah.
    kurang sombong apa?

    manusia ngga ada yang mau kan dikatain gini : setan lu!
    nah.. kalo gitu jangan bersombong ria yah. =)

  2. wah,,,subhanallah,,,!!!
    benny,,,

    beruntung banget bunda mu punya anak seperti mu,,,,,!!!!
    iya ternyata tugas menjadi seorang ibu begitu indah ya,,,,untuk membimbing anaknya menuju syurga,,,
    ho,,,ho,,,, aku baru sadar ternyata gak gampang ya jadi ibu,,,,
    jadi pingin,,,:D
    mudah2 bisa menjadi ibu seperti yang kakak benny bilang,,,:)

  3. huhuhu, bangga ga ya mama punya anak senakal aku ini???
    hihihihi. blom ada yang pantas dibanggakan nampaknya dari aku ini. tapi
    *tak pernah berhenti berjuang…
    pecahkan teka-teki kehidupan…*

    hahaha dah Yu tanyain aja tuh Aa nya, kapan nih Ayu di jemput hihihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s