Alam Semesta Bertuhan


Bismillahirrahmanirrahim

Mengapa Alam Semesta Bertuhan

Secara umum manusia kebanyakan melihat kehidupan hanya sebatas suatu siklus yang pasti terjadi. Dilahirkan kemudian berkembang sampai mengalami penuaan dan akhirnya akan menghadapi yang namanya kematian. Dan setelah kematian itu habislah semua perkara dan hubungannya dengan kehidupan. Siklus tersebut dipukul rata untuk semua kehidupan makhluk hidup, tumbuhan, hewan dan juga manusia. Parameter yang digunakan hanya parameter waktu yang memang pada kenyataannya semua yang ada di bumi ini terikat oleh waktu[1]. Namun benarkah kehidupan hanya demikian?

Mari kita kembali ketika manusia atau kata manusia bisa kita ganti dengan “kita” akan dilahirkan. Sudah menjadi pengetahuan umum jika kita tercipta dari pertemuan dua buah sel induk yaitu sel sperma dan sel telur yang masing-masing dihasilkan oleh bapak dan ibu kita. Memang pertemuan tersebut secara teoritis suatu hal yang biasa dan lumrah terjadi. Coba mari kita sedikit berfikir nakal. Mengapa kedua sel tersebut dapat bertemu padahal awalnya jarak mereka sangatlah jauh pada awalnya. Namun kemudian dipertemukan melaui mekanisme hubungan ibu bapak kita. Kemudian tidak berhenti di situ, muncul lagi pertanyaan bagaiamana sel sperma bisa mengetahui keberadaan sel telur padahal keduanya sama-sama bergerak dan tak satupun dari sel-sel sperma yang mencari sel telur tersesat. Semuanya pada akhirnya dapat menemukan sang sel telur. Kemudian setelah melebur mereka pun bergerak ke suatu tempat yang sangat kokoh dan nyaman untuk mereka berdua yaitu rahim. Dengan sendirinya mereka mencari tempat itu dan berdiam di rahiim tersebut[2]. Apakah itu semua terjadi karena kebetulan dan alam yang menghendaki demikian atau adanya suatu tangan yang tak terlihat yang mengatur hal tersebut terjadi?

Kemudian setelah kedua sel induk melebur dan tejadilah proses penggabungan kode-kode genetic yang terdapat pada kromosom-kromosom masing-masing sel sehingga nanti terbentuk lah segumpal darah yang sel-sel-darahnya hidup dari proses ini. Ya sekali lagi secara teori itu sudah biasa. Namun coba kita kembali berfikir kritis. Terbentuk dari apakah kromosom-kromosom tersebut? Yup! Mereka tercipta dari komponen-komponen protein. Namun mari kita lakukan percobaan untuk menggabungkan komponen-komponen protein tersebut dalam suatu wadah. Apakah akan terbentuk sesuatu seperti yang terbentuk di rahim tadi. Dan jika terbentuk apakah yang terbentuk itu hidup? Lantas apa yang menyebabkan hasil leburan ke dua sel tersebut bisa menghasilkan suatu yang hidup sedangkan jika kita lakukan percobaan dengan menggunakan komponen protein yang sama tidak dapat menghasilkan hal yang sama. Apa yang memberi kehidupan tersebut? Apakah alam yang menghendaki demikan atau ada tangan tak terlihat yang mengaturnya?

Kemudian setelah itu dari segumpal darah tersebut berkembanglah menjadi daging kemudian dan terus berkembang sehingga pada akhirnya membentuk tubuh kita masing-masing dengan bentuk yang sangat sempurna, akurat dan tak kurang sedikitpun. Dan jika kita mau berfikir nakal mengenai perkembangan itu maka akan muncul pertanyaan yang sama apakah alam yang menghendaki demikian atau memang ada tangan tak terlihat yang mengaturnya. Jelas semua kejadian tersebut berada diluar kuasa kita sebagai manusia[3].

Tak ada satu pun dari pembentukan diri kita sendiri yang ada campur tangan kita sebagai manusia. Dan Apakah alam yang menghendaki. Alam hanya memiliki hukum sebab akibat. Jika terjadi ini maka akan mengakibatkan terjadi suatu kejadian lain. Namun hukum pasti adalah sang penciptanya. Apakah alam itu sendiri yang merumuskan hukum yang ada di alam ini? Sedangkan alam itu sendiri terjadi karena adanya hukum sebab akibat itu sendiri[4].

Tentu saja hal di atas membuktikan adanya kekuatan yang maha menciptakan dan maha mengatur alam semesta ini. Dialah Allah yang segala puji hanya lah untuk-Nya

 

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah

3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

(Al-Qur’an surat Al-‘Alaq 1-5)

Demikianlah Allah memperkenalkan diriNya dengan mengajak manusia membaca semua apa yang ada di alam dan memikirkannya. Baca semua ketelitian dan keteraturan yang ada di alam ini, adakah suatu kebetulan yang menjadi unsur pembentukan alam semesta ini? semuanya telah diatur secara sempurna oleh sang peniptanya dan sang penciptanya telah menetapkan hukum dan aturan untuk alam semesta sebagai ciptaanNya agar ala mini dapat berjalan sebagaimana mestinya, seimbang, lestari dan selamat seperti layak seorang pencipta motor yang membuat buku manual untuk pemakai agar motor tersebut tidak rusak dan berjalan sebagaimana mestinya. Hukum alam inilah yang menjadi buku manual bagi alam semesta dalam menjalankan fungsinya masing-masing. Dan perhatikan betapa seimbangnya ala mini karena alam ini amat patuh mengikuti buku manual yang diberikan. Dan begitulah alam bertuhan kepada Allah, mereka sadar bahwa Allah lah sang maha pencipta yang menciptakan mereka dan dengan mengikuti hukum Allah ciptakan mereka bisa bahagia , seimbang dan selamat[5].

Maka wahai manusia bacalah dengan nama tuhanmu segala penciptaaan alam ini termasuk penciptaan dirimu dan lihat lah betapa patuhnya alam akan hukum yang diciptakan oleh sang penciptanya sehingga semua terjadi seimbang dan bahkan penciptaan diri manusia sendiri terjadi karena kepatuhan alam kepada hukum yang di buat Allah. Maka fikirkan dan imanilah wahai manusia dan jangan kalian berlaku sombong karena tidak ada yang pantas di sombongkan pada dirimu.

 

nb :

[1] QS.Al-Jatsiyah (45) ayat 24

[2] QS.Al-Mu’minun (23) ayat 12-14

[3]QS.Al-Hajj (22) ayat 5

[4]QS.Ar-Rahman (55) ayat 6

[5]QS.An-Nuur (24) ayat 41

 

3 thoughts on “Alam Semesta Bertuhan

  1. Gw mau nanggapin kerinduan loe ama sinetron keluarga cemara. bener banget, keluarga-keluarga zaman sekarang ini bersaing ketat dlm kekerasan, keserakahan, ketidakadilan, permusuhan. tidak hanya dgn orang-orang di luar keluarga, tetapi lebih mengerikan ,fenomena-fenomena seperti itu terjadi antar anggota keluarga sendiri, saudara kandung, saudara dekat, bahkan dengan orangtua, dengan anak kandung. gw setuju banget kalau sinetron keluarga cemara ditayangkan lagi di TV. buat orang yang pesimis, mungkin mengatakan, mana ada keluarga yg sebegitu sempurnanya, tetapi buat orang/keluarga yg optimis, apa sih yg baik itu nggak bisa?? buat keluarga-keluarga, mari kita mulai perangi fenomena hedonisme, konsumerisme, dari keluarga kita masing-masing. God bless You

  2. ia aq jg rindu ma film_kalo aq inget ma film ini aq jd rindu ma keluarga aq yg jauh d sana .krna aq anak kos.o ya dulu keluarga cemara nampil na d stasiun mana Y.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s