Indonesia = Miskin????


Teringat sejak dari sekolah dasar dahulu, kita mempelajari mengenai history of Indonesia. Sejarah mengenai asal mula nenek moyang Indonesia yang konon katanya berasal dari suku Yunan di daerah Asia Selatan sana, kemudian diteruskan sejarah dari budaya zaman baheula tersebut yang kemudian masuklah cerita tersebut ke scene kerajaan-kerajaan dengan berlatar belakang agama, kerajaan Hindu-Budha kemudian disambung kepada kerajaan Islam. Kemudian pada masa ini dari cerita sejarah Indonesia mengalami masa kelam yang sangat panjang, 3.5 abad lebih dengan status bangsa jajahan yang penjajahnya berganti beberapa kali. Dan kemudian atas perjuangan dan pengorbanan yang teramat besar akhirnya Indonesia kembali mendapatkan kedaulatannya sebagai bangsa. Dan bagaimana keadaan Indonesia saat ini??? Kawan bisa rasakan dan alami sendiri, dan jika ternyata Kawan tidak mengerti keadaan bangsa Indonesia saat ini, tanyakan pada diri Kawan apakah Kawan peduli atau tidak. Sembari menanyakan hal tersebut mari ikuti tulisan ini dan semoga Kawan dapat menemukan jawabannya dari tulisan ini.

Dari sejarah dapat ditarik suatu statement bangsa Indonesia yang berdiri di atas tanah yang sungguh amat besar karunia Allah dilimpahkan di dalam maupun di atasnya ini tidak pernah merasakan yang namanya sejahtera dan kemakmuran. Bangsa ini selalu miskin dari zaman nenek moyang yang datang dengan menyeberang lautan dulu sampai kehidupan yang sudah modern ini. Heh?? Bukannya di zaman kerajaan dulu kita pernah menjadi bangsa yang besar bahkan sampai menguasai daerah melayu. Dengung kerajaan Majapahit, Sriwijaya dan Mataram masih sangat terasa sampai saat ini dan selalu menjadi pembicaraan orang. tapi coba kawan tengok keadaan masyarakat pada zaman kerajaan tersebut. Siapa yang memiliki kemakmuran itu, masyarakatkah??? Atau hanya segelintir orang yang selalu bermegah-megahan yang diuntungkan oleh budaya feodalisme yang sangat mengakar di negeri ini. Keadaan perang saudara karena obsesi akan kekuasaan segelintir orang tersebut apakah membawa kemakmuran kepada masyarakat?? Tentu penderitaan lah yang masyarakat rasakan.

Kemudia di zaman kerajaan Islam apakah berhasil membawa masyarakat mengalami masa kemakmuran?? Ternyata budaya feodal masih merintangi dalam memakmurkan masayrakat, ditambah lagi dengan kedatangan bangsa-bangsa eropa yang mencoba untuk menduduki dan menguasai daerah-daerah nusantara ini. Maka yang perang yang berkepanjangan pun kembali melanda masayarakat. Sedangkan di zaman penjajahan tidak perlu diceritakan lagi bagaimana penderitaan yang diterima bangsa ini. Kemudian berhasil memerdekakan diri namun tetap kemakmuran tidak dapat diraih, bahkan keadaannya tidaklah jauh lebih baik dengan keadaan di zaman-zaman sebelumnya. Indonesia identik dengan MISKIN!

Kemiskinan yang berlangsung begitu lama ini tentu saja membentuk mentalitas manusia Indonesia yang mendarah daging. Karakter yang merasa cukup dengan keadaan, nrimo dan pesimis itulah yang terbentuk di masyarakat Indonesia sejak berabad-abad lalu. Kemampuan bangsa ini untuk berharap, bermimpi, bercita-cita seakan-akan bukan hak bagi bangsa ini bahkan hal tersebut dinilai tabu. Kemiskinan telah menutup mata masyarakat untuk bahwa kemakmuran adalah hak mereka. Namun sayangnya hal ini tidak disadari pemerintah. Ini terlihat dari program pengentasan kemiskinan yang sangat terlambat.

Karakter apalagi yang kemiskinan telah bentuk pada diri bangsa ini? apakah hanya karakter yang telah disebutkan? Teringat sabda rasul empat belas abad yang lalu kemiskinan mendekatkan diri seseorang pada kekufuran. Dan nampaknya sabda beliau adalah kenyataan. Kekufuran tidak hanya melingkupi aspek agama dan keimanan sesorang. Namun kufur di sini lebih luas yang lingkupannya adalah segala tebiat yang tercela yang dimiliki orang-orang kufur. Tengoklah keadaan saat ini yang bahkan kekufuran ini telah terjadi sejak zaman baheula. Khianat dan zalim kepada sesama adalah sebagian bentuk kekufuran yang terjadi dan yang paling mencolok dari bangsa ini.

Jabatan dan harta mudah sekali memukau masyarakat Indonesia karena mereka tidak pernah memilikinya selama ini. Dan ketika hal tersebut ditawarkan pihak luar tak ayal lagi kesempatan tersebut akan mereka manfaatkan sebaik-baiknya meski mereka harus menzalimi saudara-saudara mereka dan bangsa mereka. Inilah khianat yang terjadi di bangsa ini dan karakter ini telah mendarah daging sejak masa kerajaan dahulu. Fenomena ini juga yang kita ketahui dengan istilah korupsi, kolusi dan nepotisme. Dan memang Indonesia diakui dunia internasional sebagai bangsa penuh penghianat high class dunia.

Kemudian setelah mereka mendapatkan secuil harta dan jabatan dengan cara berkhianat. Maka untuk mempertahankan kemapanan mereka akhirnya mereka tidak segan-segan untuk menindas, menzalimi bahkan membantai saudaranya. Inilah salah satu kezaliman yang terjadi di Indonesia dan kajadiaan ini pun telah berlangsung lama. Budaya makan-memakan atau istilah manusia adalah serigala bagi manusia yang lainnya bisa menjadi istilah untuk memnjelaskan fenomena ini.

Solusi

Kawan apakah dengan demikian kemiskinan tidak dapat lepas dari bangsa ini karena karakter yang dijelaskan di atas telah mendarah daging di bangsa ini?? mari bangkita Kawan, jangan dengan kesadaran ini kita masih menjadi bagian masyarakat pesimis bangsa ini. mari kita berjuang dan bersolusi untuk melepas cap miskin di setiap kepala bayi yang lahir di negeri ini.

Langkah pertama adalah kita rubah paradigma masyarakat untuk selalu optimis dan memiliki keinginan besar untuk berkompetisi. Sadarkan bahwa kemiskinan dapat mereka ubah dengan kerja keras dan karya. Tentu Kawan hal ini harus kita mulai dari diri kita yang sudah memiliki kesadaran tersebut dan kemudian menyebarkannya kelingkungan kita. kedua mari kita satukan gerak sebagai generasi penerus untuk memperbaiki bangsa ini. Sebab bangsa ini tidak akan bangkit jika kita bercerai berai dan saling makan-memakan.

Mungkin sampai di sini dahulu sebagai pembuka diskusi kita Kawan. Solusi di atas bukanlah solusi yang sempurna, bahkan masih dikatakan mengawang-awang. Namun solusi di atas bisa kita jadikan pembukajalan untuk menemukan solusi yang lebih konkrit lagi.

Negeri ini sangan mebutuhkan kesatria-kesatria yang akan melepaskan dari jeratan penderitaan. Dan sadarkah Kawan kesatria-kesatria yang diharapkan adalah dirimu. Jangan Kawan ciutkan diri Kawan, sebab Kawan adalah orang besar.

For love and understanding 🙂

One thought on “Indonesia = Miskin????

  1. Hmm, pernah kepikiran sih, kalau solusi dari Al-Quran ada ayatnya:
    “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-Araf-96)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s