150 Tahun Charles Darwin Berteori


bismillahirrahmanirrahim

mungkin sebagian besar kawan tidak menyadari bahwa tanggal 1 Juli diperingati sebagai hari lahirnya teori Darwin yang pasti kawan-kawan mengetahui mengenai teori ini. Pada 1 Juli tahun ini teori ini sudah berusia 150 tahun, usia yang sudah cukup lama juga yah. Namun sampai saat ini teori itu masih bertahan(lebih tepatnya dipertahankan) meski sudah banyak bukti-bukti yang menyatakan teori tersebut salah total.

Tulisan ini tidak akan membahas dan menerangkan bukti-bukti kesalahan-kesalahn teori pak Darwin ini yang salah satu teorinya mengatakan adalah manusia keturunan dari monyet. Tapi tulisan ini ingin menarik suatu sudut yang terbentuk dengan dipublishnya teori Darwin ini. Sudut apakah itu? yaitu sudut kemanusiaan.

Sebelum kita meneliti sudut tersebut ada baiknya kita meriview sedikit mengenai teori Darwin ini. Teori ini menyatakan bahwa seluruh ekosistem yang ada di dunia ini dan yang ada pada saat ini mengalami suatu proses yang disebut seleksi alam. Seperti siswa-siswa sekolah menengah atas jika mereka mau lanjut ke perguruan tinggi maka mereka harus melalui yang namanya seleksi masuk perguruan tinggi, ekosistem pun juga mengalami tahap seperti itu. Intinya adalah ekosistem yang bisa kuat dan bisa beradpatasi dengan kondisi alam maka ekosistem tersebut akan bertahan atau bisa dikatakn yang kuat dialah yang menang. teori ini dinyatakan berlaku ke seluruh ekosistem yang ada termasuk manusia.

Sekilas teori tersebut sungguh masuk akal dan dapat diiyakan oleh otak kita. Tapi mari kita coba lihat kepada fenomena alam sebenarnya. Apakah benar yang lemah akan selalu kalah dan yang kuat akan selalu menginjak-injak si lemah? Dari setiap kehidupan individu yang ada di dunia ini, entah itu adalah herbivora, karnivora dan lainnya, pasti akan melalui suatu masa di mana individu tersebut berada pada keadaan yang sangat lemah. Biasanya keadaan ini terjadi pada fasa awal kehidupan individu setelah dilahirkan(misal bayi). pada fasa ini individu sangatlah lemah. tidak memiliki pertahanan dari musuh bahkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri mereka tidak mampu. Namun fenomenanya adalah mayoritas individu mampu melampaui fasa ini. Sungguh bertolak belakang dengan apa yang dikatakan Charles Darwin.

Dalam Kehidupan makhluk hidup dikenal yang namanya sistem sosial diantara mereka. Sistem inilah yang menyebabkan fenomena disebutkan di atas yang bertolak belakang dengan teori darwin terjadi (yang nyeleneh teori darwin atau fenomena alam sih??). Sistem sosial ini salah satunya berfungsi untuk memberikan perlindungan dan perhatian kepada individu-individu yang lemah disekitar mereka sampai individu tersebut menjadi kuat dan mandiri. Sistem sosial ini tidak hanya berlaku dalam suatu komunitas. Bahkan antar komunitas sistem ini berlangsung.

Namun sayangnya kebanyakan orang terpukau dengan pemaparan Charles Darwin yang sesaat masuk akal tersebut. Dan setelah 150 tahun berlalu orang-orang masih banyak yang mempertahankan teori usang ini. Dan apa akibatnya terhadap kemanusiaan? Sesama manusia salaing memakan. Antar manusia salaing mencari kelemahan yang dapat dimanfaatkan untuk menghantam manusia lainnya.Maka muncullah peprangan di mana-mana. Tidak ada lagi cinta antar manusia. cinta itu telah hilang karena berdirinya ideologi yang berdasarkan teori Darwin tersebut. Padahal Allah menciptkan perbedaan bukanlah untuk saling mencari kelemahan tapi untuk saling membangun.seperti pada firmanNya pada surat Al-Hujurat ayat 13:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Bahkan tidak hanya kepada sesama manusia. Kita juga harus menjaga kelestarian alam yang memang kepada manusialah hal tersebut diamanahi. Tidak seperti yang terjadi selama ini di mana manusia yang merasa paling kuat di dunia ini meluluhlantakkan lingkungan tanpa adanya cinta kepada lingkungan. Dan akibatnya sebagian besar lingkungan saat ini musnah di tangan manusia.

So Kawan 150 tahun teori Darwin bertahan dan 150 tahun cinta hilang dari beberapa manusia. inginkah ini diabiarkan berlanjut???

for love and understanding

2 thoughts on “150 Tahun Charles Darwin Berteori

  1. iya..

    yang aku masih blum paham,
    gimana ya proses sebuah teori bisa jadi ideologi..?
    ide yang membuat manusia bersaing secara tidak sehat dan saling memakan itu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s