Manusia dan Malu


Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa hari yang lalu ada kejadian cukup memalukan yang terjadi, meskipun hal tersebut hanya kecelakaan. Tapi jika diketahui orang lain sungguh membuat diri ini malu.

Ngobrol soal malu, teringat hadis Rasulullah salallahu’alaihiwassalam.

“Rasa malu dan iman itu sebenarnya berpadu jadi satu, maka apabila lenyap salah satunya hilang pulalah yang lainnya,” (HR. Hakim dan Baihaqi).

Rasa malu merupakan suatu anugerah yang diberikan Allah kepada setiap manusia. Rasa malu ini tidak terbentuk dan muncul akibat adanya evolusi dan sistem seleksi alam yang terjadi pada manusia yang berevolusi dari bentuk kera(karena memang evolusi itu tidak pernah ada).

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baiknya bentuk. Kemudian kami kembalikan dia ke peringkat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mereka beramal shalih ,” (QS. At-Tin: 4-6)

Namun rasa malu itu bukan hal yang bisa bertahan tanpa adanya perawatan. Rasa malu pada manusia dapat menghilang. Seperti yang Allah firmankan di atas, manusia akan jatuh ke derajat paling rendah bahkan lbih rendah dari kera yang disebut-sebut sebagai nenek moyang manusia. Penyebabnya adalah karena kehilangan rasa malu tersebut.

Namun sayangnya yang terjadi saat ini sangat jarang sekali manusia yang merawat rasa malunya. Tak ada sedikit pun rasa bersalah ketika para pejabat melakukan korupsi, perempuan-perempuan maupun lelaki mempertontonkan aurat dan mengumbar syahwat dan masih banyak lagi hal-hal yang seharusnya seorang manusia malu untuk jika melakukan hal tersebut tapi sekarang rasa itu di cabut dan berganti dengan kebanggaan melakukan maksiat.

“Jika Allah ingin menghancurkan suatu kaum, maka dicabutlah dari mereka rasa malu. Bila rasa malu telah hilang maka yang timbul adalah sikap keras hati. Bila sikap keras hati itu membudaya, maka Allah akan mencabut dari mereka sikap amanah dan tanggung jawab. Bila sikap amanah telah lenyap maka yang muncul adalah para pengkhianat. Bila para pengkhianat sudah merajalela maka Alaah akan mengangkat rahmat-Nya dari mereka. Bila rahmat Allah telah sirna maka akan tampillah manusia-manusia terkutuk. Bila manusia-manusia laknat itu telah berkuasa maka akan tercabutlah dari kehidupan mereka tali-tali Islam.” (HR. Ibnu Majah).

Jika melihat sabda rasul di atas pasti kawan semua akn mengerti apa yang sedang terjadi di negeri kita ini. Tapi saat ini bukan waktunya mengutuk dan menyalah-nyalahkan. Kita harus bergerak untuk mengembalikan “kemaluan” bangsa ini. Mungkinkah dengan melihat kondisi yang kronis dan akut ini? Siapa yang bisa melakukannya?

Allah telah memberi jawabannya pada surat At-Tin di atas. Orang-orang beriman dan beramal soleh lah yang mampu melakukan hal tersebut. Maka Kawan kembalikan dan perkuat imanmu dan sebarkan keimananmu dengan amal-amal kebajikan. Sehingga lingkunganmu akan menyertaimu.

Ada tiga tingkatan malu yang harus setiap individu miliki. Malu kepada Allah, malu kepada diri sendiri dan malu kepada orang lain. Namun siapa yang meletakkan rasa malunya kepada Allah maka sesungguhnya dia memiliki rasa malu yang hakiki. Dan insya Allah dengan rasa malu yang kembali muncul di negeri ini maka berkah dan rahmat Allah kembali ke negeri ini.

for love and understanding

3 thoughts on “Manusia dan Malu

  1. rasa malu hilang (baca: berbuat tercela)
    selain karena ga takut kepada Rabbnya,
    juga karena faktor kurang/ga berilmu.
    maka itu, erat sekali loh hubungannya antara ilmu dengan malu.
    liat aja, sama2 ada L, sama2 ada M gitu..
    satu akar kata mungkin..?
    hehe berhipotesis sendiri gini

    *pernahkah kawan,
    *malu bahkan untuk berbicara
    *malu bahkan untuk mengangkat muka?

  2. @anis: hipotesisnya kudu di tes tuh hihi.

    @hikmahgumelar : wah saya sangat bersenang hati sekali dapat berkenalan dengan bro gumelar. ada hubungan dengan agum gumelar?? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s