Ekonomi Pasar, Ekonomi Syaithan

bismillahirrahmanirrahim

Kegiatan ekonomi didefinisikan sebagai kegiatan yang menyangkut pengambilan kebijakan suatu bangsa dalam usahanya untuk memanfaatkan seluruh sumber daya yang terbatas untuk meningkatkan kemakmuran bangsanya. Namun kegitan ekonomi secara nyatanya bukanlah kegiatan suatu bangsa. Kegiatan ekonomi secara mikro juga merupakan kegiatan yang dilakukan masing-masing manusia, bahkan hampir seluruh aktivitas manusia berorientasi kepada kegitan ekonomi.
seluruh kegiatan ekonomi pasti berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan yang akhirnya mencapai garis kemakmuran. Sehinga pada 1776 seorang pemikir yang bernama Adam Smith berfilsafat mengenai fenomena kegiatan ekonomi. Dalam pandanganya itu si Adam Smith mengatakan yang intinya bahwa setiap individu memilki kebutuhan dan berhak untuk dipenuhi agar untuk mencapai kemakmuran yang diidamkan. Pandangan ini berpendapat tidak ada satupun yang dapat mengatur pasar, namun pasar akan membentuk polanya sendiri diakibatkan oleh invisible hand.
Jika diperhatikan jelas kita dapat mnyimpulkan apa sebenarnya invisible hand tersebut. Invisible hand yang sangat mengatur pasar ini adalah kecenderungan dari kebutuhan yang ingin dipenuhi itu. Ketika kecenderungan itu meningkat maka pasar akan menjadikannya sabagai prioritas utama untuk dipenuhi. Namun jika kecenderungan itu menurun maka pasar pun tidak akan bergairah untuk menyediakan kebutuhan tersebut. Tentu hal tersebut suatu yang logis, karena seperti yang disebutkan di atas kegiatan ekonomi itu sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia
Teringat sabda rasulullah salallahu ‘alaihiwasssalam bahwa tidak ada yang dapat memenuhi keinginan seorang manusia kecuali saat mulutnya telah dipenuhi oleh tanah (telah wafat). Ya memang begitulah sifat manusia. Kebutuhan manusia tidak akan pernah habisnya, jika satu telah dipenuhi maka akan muncul lagi keinginan lainnya. Namun jika yang dibahas adalah keinginan manusia, maka kita tidak dapat menafikan yang namanya nafsu manusia. Nafsu inilah sebenarnya yang mendominasi dari kebutuhan dan keinginan manusia untuk dipenuhi.
Nafsu inilah yang menjadi permasalahan utamanya. Allah telah mewanti-wanti ‘Kallainnalinsana layatgho’, bahwa seungguhnya manusia itu melampaui batas. Dan inilah yang terjadi sejak pandangan Adam Smith dicetuskan. Kebutuhan dan keinginan manusia jadi raja, bahkan sudah tidak mengenal batas, hitam atau putih, benar atau tidak keinginan manusia itu untuk dipenuhi. Selama kecenderungan pasar tinggi maka hal tersebut wajiblah untuk dipenuhi.
Itulah fenomena kegiatan ekonomi saat ini yang begitu memanjakan hawa nafsu manusia. Pasar sudah tidak lagi melihat keinginan tersebut merusak apa tidak, membawa manfaat apa tidak, bahkan membawa berkah atau murka Allah. Prinsip yang ditekankan adalah ‘you can buy so you can take it’.

Akhirnya tertutuplah hati nurani manusia dan hidayah pun tidak sampai kepada mereka. Apapun akan dihalalkan untuk memenuhi keinginan tersebut, yang penting mereka mendapat untung. Maka jadilah pornografi, penjualan wanita, bayi dan masih banyak lagi yang sungguh tertutup hati nurani dalam melakukannya. Bahkan perang pun mereka siap dan terjadilah kerusakan di muka bumi ini seperti yang malaikat katakan kepada Allah bahwa yang akan dikerjakan manusia adalah merusak dan menumpahkan darah.

Semua ini sebagian besar akibat skenario ekonomi pasar yang menghamba pada hawa nafsu. Dan jika manusia mendahulukan nafsu, maka nafsunya penuh akan bisikan dan keingina syaithan. Maka bukan aneh lagi jika kita mengatakan ekonomi pasar = ekonomi syaithan.

Maka kawan, masihkah kita akan berpegang pada sistem yang menghamba pada syaithan ini? Mari kita mulai perubahan yang diawali dengan kembalikan iman kita ke hati ini. Kemudian lakukan revolusi perrombakan dan peruntuhan rezim ekonomi pasar. Memang rezim ini sungguh kuat,  berdiri sejak 1776. Bahkan sistem komunis pun tak mampu menghadapinya.

Langkah paling konkrit yang dapat dilakukan adalah kita kekang keinginan hawa nafsu kita ini. Pelajari mana yang haq untuk dipenuhi dan bagaimana cara yang haq nya. Jika setiap orang melakukanya insya Allah maka ekonomi pasar yang saat ini berhamba kepada syaithan dapat di netralisir keadaannya. Dan secara beriringan kita kampanyekan Ekonomi berdasarkan pada hukum. Setelah itu baru kita lakukan perubahan yang lebih besar lagi Kawan secara bertahap tentunya.

Maka siapkan jiwa-jiwa muda mu. Kita tegakan yang haq dimuka bumi ini demi¬† meraih rahmatan lil’alamin. Insya Allah

for love and understanding