Untuk Kawan Yang Sulit Bangun Malam


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Masih di bulan ramadhan yang penuh berkah ini, Saya baru tersadar beberapa fenomena yang terjadi di masyarakat muslim di bulan ramadhan ini. Sering muncul keheranan mengapa banyak Kawan yang tidak sanggup untuk bangun di malam hari untuk menjalankan sunnah mu’akad makan sahur. Padahal jika kita tanyakan kepada mereka, mereka sangat butuh sekali makan sahur dalam menjalankan shaum ramadhan. Namun faktor ketidaksanggupan bangun di malam hari ini membuat mereka tidak dapat melakukannya. Hingga kebanyakan dari mereka menyiasati dengan makan sebelum tidur. Dan makanan yang dimakan ketika sebelum tidur itulah yang mereka anggap dengan makan sahur. Padahal makan sahur berarti makan yang dilakukan ketika waktu sahur, yaitu waktu malam menjelang subuh tersebut.

Sungguh sayang pelatihan bangun malam di bulan yang rahmat ini dilewatkan dengan cara seperti di atas. Sekedar untuk makan saja masih tidak mampu bangun malam, apalagi untuk melaksanakan qiyamullail (tapi kok demi liga champion bisa bangun ya?? –“). Lantas apa yang salah dari diri Kawan tersebut yang menyebabkan dirinya tak sanggup untuk terjaga diwaktu yang semua doa diijabah.

Teringat suatu pertanyaan yang diajukan kepada Hasan, “Hai Abu Sa’id, sesungguhnya saya melewati malam dengan kondisi segar bugar, saya juga telah menyediakan air untuk berwudhu. Tapi mengapa saya sulit bangun?”. Hasan menjawab,”Dosa-dosamulah yang telah mengekangmu”.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali mengatakan, “Banyak dari makanan yang menghalangi bangun malam dan banyak dari pandangan yang menghalangi untuk membaca surat, makanan yang haram dan pandangan yang haram dapat menjadi sebab sulit untuk bangun malam”. Ayo kita instropeksi diri dari perkataan Al-Ghazali tersebut.

Namun untuk Kawan yang ingin mngubah diri, bukan berarti tertutup pintu keluar. Berikut beberapa hal yang dapat Kawan lakukan dan jadikan kebiasaan agar dapat memanfaatkan waktu yang disediakan Allah untuk berkhalwat denganNya.

1. Keinginan yang kuat
Bila ingin shalat malam (shalat lail), tumbuhkan keinginan yang kuat (niat) dari dalam diri untuk bangun, sebelum menuju pembaringan. Peliharalah niat itu dan kuatkan kembali hingga mata terpejam. Rasulullah saw bersabda. “Barangsiapa yang akan tidur berniat untuk bangun shalat tahajjud, kemudian ketiduran hingga pagi hari, maka dicatatnya niat itu sebagai satu pahala, sedang tidurnya itu dianggap sebagai karunia dari Allah yang diberikan padanya.” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Majah dengan sanad yang shah)

2. Putuskan mimpi dan melihat langit
Bila sudah terjaga, jangan berikan kesempatan kepada syaitan untuk menghalangi kita dengan menelusuri mimpi-mimpi yang baru saja dialami. “Putuskanlah mimpi-mimpi seperti itu dan bergegaslah meninggalkan pembaringan.” pesan Prof. DR. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka). Sebelum menunaikan shalat disunnatkan keluar melihat langit dan bintang-bintang sambil berdoa sebagaimana diucapkan oleh Rasulullah saw, “Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, saya mohon ampun kepadaMu dan saya mohon pula rahmat-Mu. Ya Allah tambahlah pengetahuanku dan janganlah Engkau belokkan hatiku, sesudah Engkau beri hidayat padaku. Berikanlah rahmat dari sisi-Mu karena Engkau Maha Pemberi. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan saya kembali sesudah mematikan saya dan pada-Nya pula tempat kembali.”

3. Dari yang ringan
Sebaiknya shalat tahajjud dimulai dengan mengerjakan dua rakaat yang ringan, selanjutnya kerjakan sesuka hati. Dari Aisyah katanya, “Rasulullah saw itu apabila bangun malam untuk shalat, beliau memulainya dengan dua rakaat yang ringan.” Begitupun dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, beliau saw bersabda, “Apabila seseorang di antaramu bangun malam, maka hendaklah memulai shalatnya dengan dua rakaat yang ringan.”

4. Bangunkan keluarga
Bila sudah bangun, jangan lupa untuk membangunkan juga sanak keluarga. Rasulullah saw pernah membangunkan Ali bin Abi Thalib, menantunya, untuk shalat lail seperti tercatat dalam sebuah hadits dari Ali ra, “Bahwa Rasulullah saw pada suatu malam pengetok pintunya. Waktu itu ia tidur bersama Fatimah, istrinya. Beliau saw bersabda, “Apakah engkau berdua tidak bangun untuk shalat?”
Dalam haditsnya yang lain dari Abu Hurairah ra Rasulullah saw bersabda: “Allah memberikan rahmat kepada lelaki yang bangun malam untuk shalat lalu membangunkan pula istrinya dan apabila istrinya itu menolak lalu memercikkannya air di mukanya. Allah juga memberikan rahmat-Nya kepada seorang perempuan yang bangun malam untuk shalat lalu membangunkan pula suaminya dan apabila suaminya menolak lalu dipercikkannya air di mukanya.”
Empat hal lain yang sebaiknya dilakukan agar kita mudah bangun malam menurut Imam Ghazali antara lain adalah: tidak terlalu banyak makan dan minum, kurangi kegiatan yang mengundang rasa lelah baik fisik maupun sprikis, sisihkan waktu sebentar di siang hari menjelang shalat dhuhur untuk qailullah (tidur sejenak) dan terakhir, meminimalisir kegiatan yang mengandung dosa karena hal itu mengundang kerasnya hati, rasa malas dan memutus rahmat-Nya.

diunduh dari suara hidayatullah, 2000

for save our ramadhan.

5 thoughts on “Untuk Kawan Yang Sulit Bangun Malam

  1. wah bener tuh, kuliah susah bangun huehueheue.

    kalo tips untuk itu mah gampang. jangan tidur lagi habis subuh, kecuali kalo ga ada kuliah. beres perkara. haha.

    tapi btw miris bgt akhir2 ini. bulan ramdhan malah banyak orang yang subuhnya bablas.ckckckck, malah temen2 hampir setiap subuh lewat selama ramdhan, Takwa??? jauh pastinyaaaa!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s