Ujung Lukisan Laskar Pelangi


Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Laskar Pelangi sedang booming saat ini. Novel yang ditulis oles seorang Andrea Hirata, seorang pegawai Telkom yang pernah menjadi pegawai PT Pos Indonesia memang unik. Dengan tokoh anak-anak kampung di pulau Balitong, mengugah banyak hati pembacanya. Pujian banyak bermunculan untuk menggambarkan betapa uniknya karya sastra penulis yang kecilnya dipanggil Ikal (seperti nama tokoh dalam Novelnya). So!! Jika tulisan ini lagi-lagi menulis pujian untuk Novel ini, sungguh hal yang sia-sia nampaknya.

Ada hal yang menjadi pertanyaan dari novel ini, mengapa kata yang diambil untuk menggambarkan sekelompok anak-ana kampung itu adalah Laskar Pelangi. Pelangi… ya kata itu sungguh menjadi keunikan tersendiri yang memunculkan banyak persepsi mengenai novel ini. Masa yang indah, keceriaan, perjuangan, dan masih banyak lagi persepsi-persepsi yang “berseliweran” di kepala pembaca.

Sekarang mari kita berimajinasi mengenai suatu gambaran pelangi. Indah dengan kombinasi warna yang menyejukkan. Biasanya muncul setelah hujan yang kemudian diterpa oleh kuatnya sinar mentari. Tapi tahukah Kawan, dimana kaki pelangi itu berawal? dan dimana kaki pelangi itu berakhir?? wallahu a’lam.

Begitulah penggambaran Laskar Pelangi yang melukiskan pelanginya di dunia ini. Banyak orang yang tidak mau tahu bagaimana kehidupan mereka di pulau yang sepi dan jarang dikunjungi orang itu. Pulau yang jalan pun tak ada di atasnya. Dari tempat yang tidak diketahui dan tidak mau diketahui orang inilah lukisan pelangi nan indah dari Laskar Pelangi tercipta.

Akhirnya keindahan itu nampak oleh orang-orang yang tidak may tahu dengan kehidupan Laskar Pelangi tadi. Keindahan yang begitu cemerlang ini pun sayangnya hanya mampu sejenak untuk membuka kacamata hitam orang-orang sekitarnya. Yang akhirnya pun tak satu orang pun bagaimana kesudahan dari lukisan yang dibuat Laskar Pelangi tersebut.

Hal itulah yang tergambar dalam novel ini yang sebenarnya merupakan fenomena umum dimasyarakat, terutama masyarakat Indonesia. Bangsa ini terlalu “ignorence” terhadap segala hal. Jarang yang mau tahu dari mana asalnya, bagaimana terbentuknya. Kemudian bagaimana nasib kesudahan dan akhir hayatnya. Masyarakat ini hanya mencari dan melihat saat senang. Bagaimana keuntungan yang sebesear-besarnya dapat diraih dalam waktu sesingkatnya. Saat itu, untuk dia soerang. Itulah konsep diri kebanyakan masyarakat ini.

Lihat saja fenomena keindahan dan kekayaan alam yang ada di atas tanah ini. Manusia-manusia yang ada hidup di atas tanah ini hanya menghayalkan berapa besar keuntungan pada dirinya jika kekayaan tersebut mereka jual. Mereka tdak memikirkan bagian akhir dari keindahan yang ada dan bagaiaman sulitnya membangun keindahan alam tersebut.

Belum lagi aset-aset negara yang dengan seenaknya mereka jual kepada pihak yang mengincar keuntungan dari negeri ini. Aset telekomunikasi, transportasi, pertambangan dan mineral, dan masih banyak lagi aset-aset negara yang pada awalnya mereka tidak tahu betapa sulitnya membangun aset-aset tersebut dan bagaiamana akhir yang dihadapi sesudah perbuatan mereka.

Begitulah gambaran bangsa yang mengingkari adanya hari akhir seperti yang difirmankan Allah melalui rasulullah salallahu’alaihi wassalam.

“Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan”(QS.An-Naml ayat 14).

Lantas masihkah kita akan menghancurkan dan segera mengakhiri keindahan-keindahan laskar pelangi-laskar pelangi berikutnya?? Mari sadarkan diri. Kehidupan ini memiliki awal, dan segala awal memiliki akhir. Janganlah kita menjadi orang yang “cuek” terhadap kedua titik tersebut. Sebab di sanalah penentu kebahagiaan yang akan Kita dapatkan.

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

for love and understandingđŸ™‚

One thought on “Ujung Lukisan Laskar Pelangi

  1. mimpi adalah kunci
    untuk kita menaklukan dunia
    berlarilah tanpa lelah
    sampai engkau meraihnya

    Laskar pelangii……
    takkan terikat waktu
    bebaskan mimpi mu diangkasa
    warnai bintang di jiwa

    menarilah dan terus tertawa
    walau duia tak seindah surga
    bersyukur lah pada yang kuasa
    cinta kita di duniaaaaaa
    selamanyaaaa

    Cinta kepada hidup
    memberikan senyuman abadi
    walau hidup kadang ak adil
    tapi cinta lengkapi kita

    Laskar Pelangi
    takkan terikat waktu
    jangan berhenti mewarnai
    jutaan mimpi di bumi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s