Homoseksual, kembalilah!!!

“Demi umurmu, sesungguhnya mereka terombang ambing di dalam kemabukan yang sesat.

Maka meereka dibinasakanoleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.

Maka kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani dengan batu dari tanah yang keras.

Sesungguhnya pada demikian itubenar-benar teradapat tanda-tanda bagi orang-orang yang memeperhatikan  (QS. Al-Hijr ayat 72-75)”

Ketika kembali membaca ayat ini, teringat seorang kawan yang terjebak ke dalam kesesatan yang Allah ceritakan pada ayat ini. Sedih dan terpukul sebenarnya ketika mendapat kabar kawan ini memilki penyimpangan “orientasi”. Entah atas dasar apa dia memutuskan jalan tersebut. Tapi jelas hal tersebut merupakan suatu keseatan yang azabnya sungguh luar biasa dan amat keras. Tidak ada umat yang di azab Allah dengan azab yang beruntun seperti itu. Allah turunkan tiga azab sekaligus untuk membinasakan kaum yang amat berlebihan ini, dan hanaya kepada umat inilah azab itu diberikan. Betapa sungguh mengerikan dan amtpedih. Wahai Kawan tidak takutkah Kawan terhadap azab tersebut.

Belakangan ini golongan penyimpang “orientasi” ini semakin gencar menampakkan diri mereka di dalam masyarakat untuk dapat diterima dan diakui keberadaan mereka. Mereka menuntut untuk penyimpangan mereka dilegalkan dan direstui masyarakat. Dengan alasan hak azasi manusia, mereka meminta hal tersebut dapat diterima sebagai hak mereka sebagai manusia. Sudah banyak kita temukan orang-orang dari golongan penyimpang ini mengumukan kesesatan mereka dengan rasa bangga ke halayak public. Akan kah masyarakat harus menerima tuntutan orang-orang zhalim dan sesat ini??

Tentu saja jawabannya TIDAK!!! Tidak ada hak di muka bumi ini untuk kaum homoseksual yang bias masyarakat berikan kepada mereka. Sedangkan Allah sendiri mengusir mereka dengan cara yang amat hina dina. Hadist rasulullah saw menyebutkan bahwa orang yang membela suatu golongan atau kelompok maka mereka termasuk ke dalam kelompok tersebut. Lantas maukah Kawan melakukan pembelaan kepada para homoseksual laknatullah itu? Wahai Kawan yang saat ini mebela kaum ini bertaubatlah dan sadarkan diri jika tidak ingin mendapat azab sama dengan mereka.

Wahai kawan yang terjebak ke dalam jebakan syaithan. Tidakkah Kawan berfikir hak apa yang membenarkan perilaku kawan yang amat menyimpang tersebut. Secara anatomi jelas itu bukan perilaku yang sesuai dengan tubuh Kawan. Secara fungsi jelas aktifitas Kawan-kawan tersebut suatu hal yang sia-sia. Jelas salah satu fungsi hubungan intim adalah untuk mendapat keturunan. Dari mana kawan akan mendapatkan keturunan ini. Dengan mengadopsi?? Lagi-lagi kawan-kawan akan mengakali hukum Allah.

Entah hasrat apa yang membuat mereka menyukai sesama jenis. Kenyamanan saat bersama, rasa kasih sayang begitu besar dan bla-bla yang menjadi alasan mereka melakukan kesesatan itu. Hak ini kah yang kawan bela? Wahai kawan manusia bukanlah binatang yang beraktifitas didasarkan atas intuisi dan dorongan perut. Manusia diberikan akal untuk dapat memilah mana yang benar dan mana yang batil. Di mana letak akal Kawan yang selalu kawan agung-agungkan itu. Bahkan binatang sendiri tidak melakukan penyimpangan kodrat mereka seperti yang kawan lakukan.

Hak asasi manusia bukan lah segala keinginan manusia bisa dibenarkan. Sebagai manusia, manusia hidup di bumi Allah ini dengan memilki jalur yang telah ditentukan sang pemilkinya. Dan mengikuti jalur itulah yang disebut hak azasi manusia. Dan kebatilan lah bagi kawan-kawan yang menylahi jalur yang telah ditentukan sang pemilik bumi ini. Tidak takutkah kawan akan siksaan yang diancamkan kepada manusia-manusia yang melampaui batas?

Maka kawan kembali lah ke jalan yang hak yang benar-benar hak. Dan jangan kawan mengikuti langkah-langah syaithan yang hanya mengikuti hawa nafsunya. Lepaskan diri kawan dari jeratan kesesatan yang nyata ini dan mohonlah ampun kepada Allah. Dan insya Allah Kawan akan mendapatkan kenyamana, kasuh saying dan cinta yang hak dan indah.

“ya Tuhan kami, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan jauhkanlah Kami beserta anak cucu kami dari menyembah hawa nafsu”

untuk kawanku…

kembalilah ke jalan tuhanmu…

Advertisements