Song For Palestine

WE WILL NOT GO DOWN

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Advertisements

Kegentaran Yahudi Israel

Untuk kesekian kalinya Yahudi-yahudi itu memborbardir saudara-saudara kita di Palestina. Alasan mereka yang sangat tidak berdasar membuat mereka seakan-akan direstui dunia untuk melakukan pembantaian saudara-saudara kita. Akibatnya ratusan bayi, anak-anak dan wanita yang menjadi korbannya. Korban-korban yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan alasan yang dibuat Yahudi laknatullah itu.
Sedangkan Hamas yang menjadi alasan penyerangan mereka tersebut tidak terdengar kabar mereka mengalami kerugian. Justru Hamas semakin jelas eksistensinya. Akibatnya semakin kalaplah para Yahudi yang dimurkai Allah itu. Mereka memborbardir tidak karuan. Menghantam apa saja yang ada dihadapannya. Dengan senjata yang serba canggih dan mematikan, pasukan elite yang terlatih mereka serang warga Palestina yang tidak bersenjatakan apapun, bayi-bayi yang berjalan pun belum mampu dan anak-anak yang masih punya keinginan besar untuk bisa bermain di suatu taman rekreasi seperti Disney Land dan semacamnya.
Sungguh perang yang tidak seimbang dan dunia menyaksikan itu semua. Tapi sayangnya pemimpin-pemimpin dunia yang konon bervisi menjaga perdamaian dunia hanya diam bahkan justru merestui aksi syaithan Yahudi itu. Usaha-usaha perundingan palsu mereka coba adakan untuk menutupi kebusukan mereka. Tapi tetap saja yang menjadi pesakitan di perundingan itu tetap bangsa Palestina. Maukah berdamai jika begitu keadaannya? Saya rasa tidak ada kata damai untuk kasus ini.
Ada hal yang menarik dari latar belakang penyerangan yahudi Israel ke Palestina. Yahudi-yahudi itu gentar ketika mendengar 4000 remaja palestina dilantik sebagai Hafidz Qur’an pasca madrasah Ramadhan lalu. Subhanallah! Dalam keadaan perang berkecamuk dan di bawah desingan peluru, ribuan remaja palestina di bawah 15 tahun berhasil menghapal Al-Qur’an dan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Al-Qur’an ada dalam hati mereka. Mereka lah generasi Qur’an itu.
Itulah yang membuat gentar Yahudi Israil itu. Mereka sangat khwatir dengan generasi Qur’an ini. Remaja dengan Al-Qur’an di hati dan pikiran mereka. Itulah sebabnya mereka kerahkan moncong pistol mereka kepada para anak-anak dan bayi-bayi. Mereka takut para anak-anak ini yang akan menggempur mereka dan memporak-porandakan perkampungan mereka, seperti Firman Allah :
“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali[848] dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. [QS. Al-Isra’ 4-5]”
Para Yahudi laknatullah itu kira, dengan membantai anak-anak, bayi-bayi, dan wanita-wanita Palestina yang akan melahirkan para syuhada akan membasmi pasukan Allah yang akan menghancurkan mereka. Tidak!! Pasukan Allah itu akan lahir dari rahim wanita-wanita suci nan tangguh. Mereka akan hancurkan Yahudi-Yahudi itu dengan bantuan Allah sehingga tak satu pun Yahudi dapat bersembunyi dan lolos dari mata mereka. Karena tangan, kaki, mata, telinga yang pasukan ini gunakan digerakkan oleh Allah yang Maha kuasa atas segala sesuatu.

Doa kami selalu menyertaimu wahai para pejuang…
Dan doakan kami dapat mengikuti jejakmu dengan berjihad,
berfastabikul khairat di negeri kami dalam memerangi kezaliman

Kemana Lagi Rakyat Mengadu

Bismillahirrahmanirrahim

Untuk kesekian kalinya blog ini membahas pemimpin. Ya mau bagaimana lagi karena kita masih mencari dan mendambakan pemimpi-pemimpin yang adil dan amanah.

Belakangan ini rakyat makin sering saja menuntut keadilan. Ya keadilan agar hak mereka yang seharusnya diberikan oleh orang-orang yang punya kuasa mereka dapatkan. Gaji buruh pabrik yang tidak dibayarkan. ganti rugi lahan atas proyek pembangunan mall atau daerah rekreasi. Hak akses berjualan di tempat-tempat yang semesetinya sudah disiapkan oleh pihak-pihak yang berkewajiban. Dan masih banyak lagi tuntutan hak yang dilakukan masyarakat.

Akan tetapi disetiap penuntutan itu, jarang sekali yang berbuah keberhasil. Bahkan yang ada adalah penganiayaan dan ancaman dari berbagai pihak termasuk aparat pemerintah.

Teringat pidato pertama khalifaturrasul Umar ibnu Khattab ra. ” orang-orang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan di mataku adalah lemah, sampai kuambil kewajiban atasnya. Dan orang-orang lemah adalah kuat di mataku sampai kuberikan haknya atas mereka”, begitulah kira-kira kutipan dari pidato beliau.

Selaras dengan pidato tersebut, pemerintah ada tujuannya adalah untuk menegakkan keadilan. Karena tidak bisa dipungkiri dalam tatanan masyarakat, ada golongan lemah dan ada golongan penguasa. Dan tugas pemerintah lah untuk megakkan keadilan diantaranya seperti pidato Umar ra di atas.

Akan tetapi nampaknya pemandangan dari pidato Umar ra tersebut adalah suatu kejadian langka saat ini di muka bumi. Terutama di negeri dengan pemeluk Islam terbesar di dunia ini. Lihat saja tingkah laku pemerintah negeri ini. Dengan santainya seorang bupati menampakkan senyuman sinis bin meremehkan dan bersikap acuh tak acuh ketika seorang warganya yang mewakili sekelompok masyarakat berbicara kepadanya untuk menuntut keadilan dari bupati tersebut.

Sungguh respon yang menyakitkan. Ketika masyarakat meminta keadilan kepadanya, malah ditanggapi dengan tawa kesombongan dan pengusiran. Sebaliknya jika golongan yang berkuasa yang datang kepadanya, maka karpet merah tergelar untuk mereka. Pemerintah berlagak menjadi hamba sahaya kepada golongan tersebut dan bersedia melakukan apa saja yang mereka minta meskipun meminta mereka berlaku curang ke masayarakat golongan lemah.

Rakyat memang lemah dan karena itulah mereka mempercayakan urusannya kepada anda-anda wahai aparat pemerintah, agara posisi mereka yang lemah anda-anda kuatkan. Rakyat memang bodoh dan tak sanggup menghadapi kelicikan penguasa-penguasa itu, dan untuk itulah rakyat amanahi kepada anda-anda aparat pemerintah yang pintar untuk membela rakyat yang bodoh itu. Bukan malah anda-anda bodohi juga rakyat yang bodoh ini.

Rakyat sangat mengharapkan keadilan Anda-Anda wahai aparat pemerintah. Gunakanlah wewenang Anda untuk memberikan hak orang lemah dan menarik kewajiban orang-orang kuat. Janganlah Anda menghamba kepada dunia. Karena dunia ini hanya sebentar dan persinggahan.

Keadilan Anda akan dituntut di mahkamah maha adil kelak. Dan apa yang akan Anda dambakan di mahkamah tersebut jika Anda ternyata membodohi dan menganggap bodoh rakyat Anda. Dan niscaya keadilan pun akan ditegakkan dihadapan Anda.

for love and understanding

Hikayat Kuncup Mawar

Bismillahirrahmanirrahim

Hari itu aku berjalan menyusuri kebun bunga mawar. Ya kebun mawar yang indah. di berbagai sudut kulihat banyak bunga mawar yang sudah merekah indah. Dan sebagian juga dipetik oleh beberapa orang karena begitu trpikat oleh keindahan mawar-mawar tersebut.

Demikian juga dengan diriku. Aku pun berkeliling melihat-lihat keindahan mawar sambil bertasbih kepadaNya. Namun ternyata selain mawar-mawar yang indah, kutemukan juga mawar-mawar yang tidak sempurna. mahkota yang cacat, kelopak yang dimakan ulat, dan juga ada yang mati karena terinjak-injak. sungguh mengenaskan. Sungguh sayang mereka tak terselamtkan.

Aku pun melanjutkan pengamatanku. Aku terus berjalan menyusuri perkebunan mawar itu. Tiba-tiba mataku melihat pemandangan aneh. Ada sekuntum mawar yang masih kuncup terlilit tanaman yang menjalar. Mawar itu seakan-akan merunduk ke tanah. Jika dibiarkan maka tentu saja ia akan terinjak-injak seperti nasib mawar-mwar yang kulihat sebelumnya.

Akhirnya kulepaskan lilitan tanaman menjalar tersebut. dan perlahan-lahan batang kuntum mawar tersebut mulai tegak. Aku terpana memangdang mawar yang masih kuncup ini. sungguh indah. Berbeda dengan mawar lainnya. Subhanallah indah. tidak ada cacat, komposisi warna yang menawan, kelopak bunga yang tersusun rapi. Sungguh cantik dan memikat hati yang melihatnya. Dan lebih dari itu semua, kuncup mawar ini sudah mengeluarkan wangi yang semerbak.

Seperti orang yang lainnya, hatikupun tergerak untuk memetiknya, memilikinya seorang diri. Akan kunikmati keindahannya tanpa ada yang menganggu.

Akan tetapi teringat aku pada mawar lain yang tumbuh hingga merekah. Betapa indahnya. aku pun ingin melihat seberapa indahkan kuncup ini saat merekah. Jika kupetik tentu tak akan kujumpai ia merekah.

Bisa saja aku paksakan dengan menanamnya kembali dan menunggunya merekah di halaman rumah. Tapi siapa aku? Aku bukan lah seorang petani mawar yang paham bagaimana merawat mawar hingga merekah.

Ku undurkan diriku dari keinginan memetiknya. Biarkan ia berada pada tempatnya saat ini. Dirawat oleh sang petani yang telah menanamnya. Hingga dia bisa tumbuh dengan keindahan yang sempurna.

Biar aku yang datang tiap hari menjenguk, dan melihat perkembangannya. Menantikan saat dia merekah dan menyebarkan wangi yang lebih semerbak lagi.

Dan jikalau ada orang lain yang memetiknya. Aku ikhlas…Karena yang terpenting bagi diriku adalah menyaksikan dia menjadi mawar tercantik yang ada di kebun mawar itu.

wahai kuncup mawar, merekahlah

sebarkan wangimu ke seluruh dunia

Bandung