Hikayat Kuncup Mawar


Bismillahirrahmanirrahim

Hari itu aku berjalan menyusuri kebun bunga mawar. Ya kebun mawar yang indah. di berbagai sudut kulihat banyak bunga mawar yang sudah merekah indah. Dan sebagian juga dipetik oleh beberapa orang karena begitu trpikat oleh keindahan mawar-mawar tersebut.

Demikian juga dengan diriku. Aku pun berkeliling melihat-lihat keindahan mawar sambil bertasbih kepadaNya. Namun ternyata selain mawar-mawar yang indah, kutemukan juga mawar-mawar yang tidak sempurna. mahkota yang cacat, kelopak yang dimakan ulat, dan juga ada yang mati karena terinjak-injak. sungguh mengenaskan. Sungguh sayang mereka tak terselamtkan.

Aku pun melanjutkan pengamatanku. Aku terus berjalan menyusuri perkebunan mawar itu. Tiba-tiba mataku melihat pemandangan aneh. Ada sekuntum mawar yang masih kuncup terlilit tanaman yang menjalar. Mawar itu seakan-akan merunduk ke tanah. Jika dibiarkan maka tentu saja ia akan terinjak-injak seperti nasib mawar-mwar yang kulihat sebelumnya.

Akhirnya kulepaskan lilitan tanaman menjalar tersebut. dan perlahan-lahan batang kuntum mawar tersebut mulai tegak. Aku terpana memangdang mawar yang masih kuncup ini. sungguh indah. Berbeda dengan mawar lainnya. Subhanallah indah. tidak ada cacat, komposisi warna yang menawan, kelopak bunga yang tersusun rapi. Sungguh cantik dan memikat hati yang melihatnya. Dan lebih dari itu semua, kuncup mawar ini sudah mengeluarkan wangi yang semerbak.

Seperti orang yang lainnya, hatikupun tergerak untuk memetiknya, memilikinya seorang diri. Akan kunikmati keindahannya tanpa ada yang menganggu.

Akan tetapi teringat aku pada mawar lain yang tumbuh hingga merekah. Betapa indahnya. aku pun ingin melihat seberapa indahkan kuncup ini saat merekah. Jika kupetik tentu tak akan kujumpai ia merekah.

Bisa saja aku paksakan dengan menanamnya kembali dan menunggunya merekah di halaman rumah. Tapi siapa aku? Aku bukan lah seorang petani mawar yang paham bagaimana merawat mawar hingga merekah.

Ku undurkan diriku dari keinginan memetiknya. Biarkan ia berada pada tempatnya saat ini. Dirawat oleh sang petani yang telah menanamnya. Hingga dia bisa tumbuh dengan keindahan yang sempurna.

Biar aku yang datang tiap hari menjenguk, dan melihat perkembangannya. Menantikan saat dia merekah dan menyebarkan wangi yang lebih semerbak lagi.

Dan jikalau ada orang lain yang memetiknya. Aku ikhlas…Karena yang terpenting bagi diriku adalah menyaksikan dia menjadi mawar tercantik yang ada di kebun mawar itu.

wahai kuncup mawar, merekahlah

sebarkan wangimu ke seluruh dunia

Bandung

3 thoughts on “Hikayat Kuncup Mawar

  1. Aku koq mencium bau-bau merah-jambu pada postingan ini ^^
    Semangat Uncle Ben!
    Biar ga dipetik orang lain, mending dipagerin dulu hehehe..


    *konsultan merah-jambu dakwah*

  2. hahaha… ya yang megerin kan petaninya.
    urusan apa awak magerin, nanti dikira mau nyolong kuncup mawarnya.
    berabe kan😀

    hahaha sejak kapan jadi konsultan ente. blom terbukti. masih 19 tahun juga. blom punya pengalaman hahaha

  3. Asslm’alaikm Wr..Wb…
    Izin share boleh gaaaaak om…????
    Yah klo koment ku seh kaya’nya gk perlu di ungkapin dgn kata2 deh, hehehe….
    Permintaan izin share kaya’nya dah mewakili tuh…
    Om : “Ya silahkan aja di share”
    Terimakasih om ;p….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s