Integritas Terhadap Identitas Bangsa (2)


sebelumnya kita sudah bahas gimana integritas kawan-kawan mahasiswa asing di kampusku. sekarang gimana dengan kita??

Wih! Jangan salah. Kita sebagai bangsa juga memiliki inetgritas terhadap negeri kita ini. Lihat saja betapa riweh-nya kawan-kawan berlatih kesenian asli negeri, mengadakan pertunjukkan budaya yang Alhamdulillah selalu ramai penontonnya. Bahkan beberapa dari kawan-kawan itu melakukan pertunjukkannya di luar negeri. Pokoknya applause deh buat kawan-kawan kita itu.
Namun yang dilakukan oleh kawan-kawan itu masih dituntut lebih dalam menunjukkan integritas sebagai bangsa. Secara attitude kita masih jauh dari integritas sebagai bangsa yang dapat menunjukkan kepada bangsa-bangsa lain atau minimal kepada kawan-kawan luar negeri kita di kampus akan budaya bangsa kita. Sehingga mereka mendapatkan kesan positif kepada negeri kita yang di luar sana nampaknya memiliki beberapa kesan negatif.
Memang tidak semua budaya bangsa kita itu memiliki nilai yang positif. Namun dengan perkembangan dunia saat ini kita dapat mudah membandingkan budaya kita dengan budaya bangsa lain dan mencoba untuk mengambil nilai-nilai positifnya dan kita minimalisir nilai-nilai negatie dari budaya negeri kita. Namun, sekali lagi bukan dengan kita benar-benar melupakan budaya kita dan meniru segala hal budaya yang berkembang di negeri lain. Sebab budaya dari negeri luar tidak lah seratus persen baik, bahkan belakangan ini banyak point negatif. Dan dengan integritas terhadap bangsa kita sendiri itulah kita dapat melakukan filtering terhadap nilai negatif yang menyerang. Dan semoga dengan menunjukkan integritas kita sebagai bangsa akan membawa Indonesia lebih baik dan senyum Indonesia pun akan semakin mengembang.

For love and understanding 

3 thoughts on “Integritas Terhadap Identitas Bangsa (2)

  1. ben mungkinkah budaya yang begitu banyak di indonesia bisa menjadi pemersatu?
    apa gunanya pelaku2 sejarah indonesia dulu membuat pancasila yang memuat nilai2 yang “dianggap” bisa jadi pemersatu kalau kita sendiri masih diam saja melihat banyak perang antar suku, perang antar agama di negri kita sendiri…

    Achdiat K. Mihardja pernah menulis :

    zaman modern tidak mengijinkan lagi kita hidup dengan lebih menoleh ke belakang menurut saluran adat yang mengikat jiwa manusia tapi tepat ke depan dengan menggunakan budi dan fikiran yang bebas lepas menyiasati segala kenyataan – kenyataan.

  2. justru dengan beragamnya kebudayaan yang ada di negeri kita, bukan dijadikan sebagai pembeda antara satu dengan lainnya. tapi jadikan itu sebagai kekayaan bangsa.

    makanya itu menurut gw budaya kesukuan itu jadi kan sebagai aset bersama. jangan lagi melihat kebalakang dengan tekungkung pada teritory kesukuan. dan mari kita bangun karakter bangsa yang harmonis di setiap elemen bangsa kita

  3. tapi sikap mengagung – agungkan kebudayaan asala sendiri yang saat ini malah menimbulkan konflik yang horizontal.
    hal ini memang karena penanaman prinsip dalam proses pendidikan sebagai satu bangsa kurang nancep di pikiran para peserta didik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s