Negeri Utarakuru


bismillahirrahmanirrahim

Pernah seorang Sukarno menceritakan suatu negeri dalam kitab ramayana. negeri tersebut adalah negeri Utarakuru.

Negeri Utarakuru ini digambarkan sebagai negari yang sangat damai. Tidak ada panas yang amat, dan sebaliknya tak ada dingin yang terlalu. Iklimnya sungguh membuat nyaman setiap manusia yang tinggal di dalamnya. Dan memang demikianlah adanya orang-orang yang tinggal di negeri tersebut. Mereka terlena dengan kenyamanan yang ada di negeri tersebut. Kenyamanan yang ada sangat mempengaruhi daya juang mereka sehingga mereka enggan untuk membuat dinamika yang mengusik ketenangan mereka. Intinya adalah mereka sudah puas dengan keadaan yang mereka dapatkan. That’s the best live for them.

Apakah hidup seperti yang menjadi impian manusia di dunia ini? Kedamaian memang menjadi dambaan dan kenyamanan hidup menjadi cita-cita setiap individu manusia. Akan tetapi indahkah suatu kedamaian tanpa adanya warna berlomba-lomba untuk berbuat lebih baik? Nyamankah dengan kehidupan kenyamanan yang statis?

Manusia diciptakan sebagai khaliafah di muka bumi untuk terus membawa kreasi demi kreasi untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dan menggali manfaat ciptaan Allah, sehingga semakin jelas akan kuasa dan rahmat Allah. Aktualisasi terus dilakukan dengan impian kehidupan yang terus lebih baik.

Memang dalam usaha-usaha meraih kebaikan pasti timbul dinamika dari kondisi awal. Dinamika yang terjadi tidak lah selalu positif, namun tidak jarang dinamika yang terjadi adalah negatif. Namun hal itu bukan lah membuat kita menjadi Pobhia sehingga enggan tuk berbuat. Tidak pede dengan diri sendiri bahwa diri ini mampu membawa kebaikan. Bung Karno berkata suatu bangsa menjadi besar karena adanya up and down, bangsa tersebut terus mengalami penggemblengan demi pengemblengan sehingga dari masa ke masa bangsa tersebut semakin tangguh dan dapat menaklukan dunia dengan pengalaman yang bangsa tersebut dapatkan, experiences are the best teachers.

Sekarang mari kita berkaca kepada bangsa kita sendiri, bangsa Indonesia. Apakah bangsa kita dengan anugerah Allah yang amat melimpah di negeri ini kita termasuk sebagai bangsa yang sudah cukup dengan apa yang kita bisa dapatkan saat ini? Sudahkah dari seluruh nikmat tersebut kita syukuri dengan mengeksplor dan  manfaatkan untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Jika belum mari bersama kita buat peubahan bangsa yang lebih baik, bangsa yang bersyukur akan segala nikmat yang terlimpah di negeri ini bagi bansa ini.  Sebab Indonesiaku bukanlah Negeri Utarakuru.

3 thoughts on “Negeri Utarakuru

  1. pertamax

    Hai anak bangsa, janganlah kamu hanya berbicara tanpa bertindak…
    janganlah kamu bertindak tanpa berpikir…

    perjuangan masih belum berakhir, tetapi perjuangan baru saja dimulai…

    kalau bukan kita yang mengubah bangsa ini, maka generasi selanjutnya lah yang akan mengubahnya, sudikah kita hanya menjadi penonton tanpa berkontribusi apa-apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s