10 Triliyun untuk Kesehatan Masyarakat


Ternyata orang sakit bisa mendatangkan devisa sampai 10 triliyun. Itulah yang dialami 2 negara tetangga kita, singapura dan malaysia. Dan hebatnya adalah penyumbang devisa ini adalah orang-orang kaya indonesia yang berobat ke 2 negara tersebut. Waw!!! itulah hal yang saya baca di kompas edisi 18 februari 2010 ini.

Jika kita melihat angka sebesar 10 Triliyun yang dilepaskan karena ketidakmampuan negeri kita menyediakan fasilitas kesehatan bagi mereka yang membutuhkan pasti merasa sayang dan geram. Merasa sayang sebab uang 10 Triliyun itu bisa sangat bermanfaat untuk peningkatan ekonomi masayrakat indonesia dan merasa geram melihat ketidakmampuan yang didepan mata.

Sebenarnya masyarakat kita mampu untuk menyediakan fasilitas kesehatan seperti yang ada di negara-negara tetangga tersebut. Menurut berita di koran tersebut, dalam waktu dekat akan dibangun rumah sakit dengan fasilitas bintang lama dengan dana sebesar 220 milyar rupiah dengan tambahan 2 kali lipatnya untuk penyediaan fasilitas.

Nilai yang harus dikeluarkan untuk rumah sakit seperti itu memang sangat besar. Namun kita seharusnya bisa melihat hal tersebut sebagai nilai investasi yang akan memacu laju berbagai bidang yang terkait. Selain pembukaan lapangan kerja untuk tenaga medis, juga akan meningkatkan penguasaan keilmuan bidang medis. Industri farmasi pun juga akan ikut terangkat dan berbagai aplikasi teknologi juga bisa dikembangkan untuk pengadaan fasiltas kesehatan. Tapi yang terpenting uang senilai 10 Triliyun tidak lari ke kantong negeri orang.

Selama ini peluang di atas bukannya tidak nampak. Namun banyak kalangan industriawan dan usahawan menghindar karena khawatir akan isu pengeksploitasian orang-orang sakit. Sekilas nampaknya memang begitu. Namun saya pikir kita semua sepakat perlu pengorbanan untuk mendapatkan pelayanan yang baik. Begitu juga untuk mendaptkan pelayanan kesehatan yang di atas standar umum. Tentu diperlukan pendanaan untuk mengadakannya.

Yang terpenting adalah prinsip untuk menjaga aksesibiltas seluruh masyarakat harus tetap terjaga. Ketika golongan masyarakat ekonomi lemah yang memerlukannya mereka tetap bisa mengaksesnya dengan mudah. Hal ini saya pikir bisa terwujud dengan menahan dana 10 Triliyun dari orang-orang kaya tadi serta dana-dana yang berhasil dihasilkan hasil meningkatnya laju kehidupan ekonomi yang disebutkan di atas. Semoga dengan demikian kesejahteraan masyarakat Indonesia semakin meningkat. Amin.

sumber : http://rscm.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s