Semua Orang Bisa Kuliah di ITB


“wah saya ga berani kuliahin anak saya di ITB. Mahal sih!!!”

Kira-kira begitulah ungkapan yang akan diucapkan para orang tua siswa SMA saat ini jika di tanya apakah mau menyekolahkan anaknya ke ITB. Kesan mahal begitu terasa melihat dana yang harus disiapkan setiap orang tua calon mahasiswa yang bisa mencapai 80 juta rupiah. Kesan ini semakin kuat semenjak ITB juga melaksanakan program penerimaan mahasiswa baru Ujian Saringan Mandiri (USM) sejak tahun 2003 yang lalu. Sehingga sampai saat ini masyarakat mengaggap USM merupakan jalur khusus ITB untuk menjaring orang-orang kaya. Sedangkan orang miskin, ya..nanti-nanti saja. Seperti judul buku penulis Eko Prasetyo, Orang Miskin Dilarang Sekolah!!!.

Anggapan itu memang tidak bisa disalahkan. Sebab dari jalur tersebut ITB bisa mendapatkan dana dari seorang mahasiswa di atas 80 juta rupiah. Nilai itu baru untuk dana SDPA yang merupakan dana pendidikan awal. Belum termasuk dana kuliah persemester yang saat ini bisa mencapai 4.5 juta rupiah.

Memang fantastis angka tersebut. Namun memang demikian adanya dana yang dibutuhkan ITB untuk bisa menjalankan proses pendidikan serta mengembangkan keilmuan yang ada. Itu pun jika dihitung total adalah kurang dari sepertiga dari dana yang dibutuhkan ITB setiap tahunnya yang tertulisa dalam RKA ITB.

Berdasarkan data dari pihak ITB, dana yang dibebankan kepada mahasiswa untuk mengikuti pendidikan s1 di ITB adalah sebesar 100 juta rupiah. Dalam penarikannya ITB membagi dana tersebut dalam beberapa bentuk yaitu, SDPA, SPP, dan SKS.

Lantas bagaiamana masyarakat bisa mengakses pendidikan di ITB? biaya tersebut tidaklah harus dibayarkan oleh setiap mahasiswa ITB. Bagi yang memiliki kesanggupan maka mereka wajib membayar penuh biaya yang ada. Sedangkan bagi yang mampu sebagian atau sama sekali tidak mampu. ITB sampai saat ini yang akan mencarikan dana penutupnya. Dana penutup ini biasanya disebut dengan istilah “beasiswa”.

Berbagai cara ITB mengusahakan dana beasiswa ini agar masyarakat luas mampu mendapatkan pendidikan di ITB. Diantaranya ITB membangun kerja sama dengan berbagai istansi pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mengucurkan dananya dalam membiayai pendidikan di ITB. Biasanya pemberian bantuan dana dari pemerintah daerah bersifat kedaerahan yaitu penerima beasiswa harus berasal dari daerah tersebut.

Selain itu ITB juga membangun kerjasama dengan perusahaan nasional maupun multinasional. Biasanya kejarannya adalah mahasiswa yang mereka bantu akan langsung diikat untuk bekerja diperusahaan mereka. Juga ada beasiswa dari ikatan-ikatan alumni ITB. dan masih banyak lagi bentuk beasiswa yang ada di ITB. jika ditotol untuk tahun ada sekitar 700 kursi beasiswa penuh yang disediakan ITB. angka tersebut belum termasuk beasiswa yang bisa diakses ketika sudah menjadi mahasiswa.

Komitmen ITB dalam menjaring calon mahasiswa dari masyarakat miskin benar-benar tidak tanggung. Jika masyarakat tersebut tidak sanggup membiayai diri untuk mengikuti proses seleksi. ITB yang akan mendanai mereka mulai dari dari biaya formulir sampai dengan biaya transportasi dan akomodasi selama seleksi.

Tentu hal ini merupakan komitmen yang luar biasa dari ITB. Semua kalangan masyarakat bisa mendapatkan kuliah di ITB. Syaratnya hanya satu. Anda mampu secara kecerdasan!!!

Tunggu apalagi segera siapkan diri anda untuk meraih cita-cita kuliah di ITB. Sebab sudah tidak adalagi slogan “orang miskin dilarang kuliah di ITB”. Slogan yang benar adalah “Anda cerdas dan pintar??kuliah lah di ITB”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s