Arti “LULUS”


Bagi penulis kata “lulus” saat ini sangat sensitif. Maklum memang sudah waktunya lulus dari Kampus ITB. Tapi seperti kebanyakan alas an anak ITB, sulitnya menyelesaikan Tugas Akhir. Hehehehe. Tapi selain penulis kata “lulus” juga sedang jadi pembicaraan hangat di dunia pendidikan negeri Indonesia tercinta ini. “Pendidikan” Indonesia baru saja meluluskan anak didik tingkat menengahnya. WAW!!!

Tentu kegembiraan menyelimuti bagi mereka yang lulus. Mereka berbangga diri karena telah berhasil menjalani pendidikan dasar dan menengah dalam kurun waktu 12 tahun. Namun sayangnya pendidikan 12 tahun tidak memberikan bekas apa-apa. Lihat saja apa yang mereka lakukan setelah mereka lulus. Coret-coret baju, konvoi tidak tentu arah, pesta bakar tembakau dan “negak” minuman keras dan bunu-bunuhan di tawuran antar pelajar yang baru lulus. Sama sekali bukan kelakuan orang-orang yang pernah mengecap pendidikan. Masih jauh lebih nampak terdidik anak-anak pemulung yang tidak bisa membedakan mana huruf ‘a’ dan ‘b’. Jauh sekali.

Dibalik pesta pora kelulusan yang menjijikkan dan tidak karuan itu, ada sebagian teman-teman mereka gagal dalam ujian akhir dan merasa tertekan akan nasib yang menimpanya. Bahkan saking tertekannya beberapa mereka mancoba mengakhiri masa hidupnya. Mereka merasa tidak punya masa depan dan tidak layak hidup di dunia ini. Sungguh tragis.

Inilah akibat pendidikan yang berorientasi nilai. Siswa meraih nilai 100 dibilang cerdas, siswa meraih nilai 30 dibilang tidak punya harapan. Memang nilai salah satu indikator evaluasi suatu proses belajar. Tapi yang dilakukan bukan lah hanya belajar, melainkan pendidikan. Proses belajar hanya membuat seseorang yang tidak tahu menjadi tahu. Sedangkan pendidikan membangun nilai kemanusiaan pada diri seseorang. Namun melihat kelakuan para siswa setelah lulus itu tidak layak mereka dikatakan sudah “lulus” dari pendidikan dan dianggap orang terdidik. Saran saya kepada sekolah dibatalkan saja kelulusan mereka yang melakukan kelakuan yang tidak terdidik tersebut.

Lulus ditentukan dari penilaian sudah siapkah peserta didik untuk menghadapi proses dijenjang berikutnya. Layakanya kisah kungfu panda, karakter Tai Lung yang tidak diperkenankan untuk masuk pada tahapan Dragon Warrior karena belum dinilai sanggup mempelajarinya, meski ilmu beladirinya sudah sempurna dan terbaik. Namun lihat si Panda yang berlari saja tidak sanggup namun secara proses pendidikan dia sudah dinilai sanggup masuk kepada tingkatan Dragon Warrior, dan akhirnya dia pun mencapai kesuksesan dalam hidupnya.

Lulus bukan persoalan waktu. Jika sudah mengikuti proses pendidikan menengah atas selama tiga tahun maka anak didik pasti lulus. Harus diadakan proses penilaian, dan jika belum layak maka teruslah berjuang untuk mengikuti proses pendidikannya lebih baik. Jangan seperti Tai Lung yang akhirnya menjadi sumber petaka bagi lingkungannya.

Begitulah gambaran hasil pendidikan. Menghasilkan padi yang banyak bijinya namun semakin merunduk dan mengerti akan kehidupan. Negeri ini memang memerlukan orang-orang yang pintar dan pandai. Namun mereka akan sama saja dengan kera jika tidak terdidik. Kera meski sudah pandai beratraksi, tapi tetap saja jika soal pisang, mereka tetap tamak.

2 thoughts on “Arti “LULUS”

  1. huff…lulus, lulus..saya belum lulus nih, hiks hiks !. tapi emang sengaja gak lulus semster ini. ada banyak hal yang ingin saya raih yg itu tidak bs saya dapet klo sudah lulus

  2. Halo,

    Salam kenal. Kami menemukan blog kamu ini, setelah menelusuri tautan, dari salah seorang sahabat blogger. Kebetulan, kami memang ingin menyapa mahasiswa dan alumni ITB, yang biasa berbagi rasa dan ilmu di media daring ( blog) maya.

    Kami dari masukitb.com, ingin mengajak blogger yang sedang atau pernah menjadi warga Kampus Ganesha, untuk membagi pengalamannya, bisa berupa artikel teks, foto, bahkan video, seputar kehidupannya, selama belajar di Kampus Ganesha.

    Masukitb.com adalah tampilan kehidupan Kampus Ganesha ITB, wadah bertanya, berdiskusi, dan berinteraksi, antara para mahasiswa atau alumni ITB, dengan para pelajar SMU dari seluruh Indonesia, yang berminat menjadi bagian dari komunitas ITB. Kami memahami, bahwa banyak sekali yang berminat menjadi warga kampus Ganesha, dan semoga media maya ini, bisa mengurangi kasus salah jurusan, serta membuat siswa SMU lebih mempersiapkan diri, dengan segala dinamika pembelajaran, di Kampus Ganesha.

    Terima kasih banyak, atas kesediaan Kamu untuk berbagi dengan para pelajar SMU se-Indonesia, semoga kebaikannya bisa bermanfaat untuk semua.

    Divisi Teknologi Informasi
    Layanan Produksi Multimedia (LPM USDI)
    Jl. Ganesha No. 10, TVST Building
    Bandung 40132, Indonesia
    Phone : +62 22 4254012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s