Tren Naturalisasi ??


Bismillahirrahmanirrahim

Akhir-akhir ini dunia sepak bola Indonesia sedang bergembira dan eforia. Begitu juga saya sendiri yang termasuk pecinta sepak bola. Permainan timnas Indonesia yang meningkat serta rekor kemenangan disemua laga piala AFF 2010 ini membuat optimis akan cemerlangnya prestasi timnas sepak bola di masa yang akan datang. Begitu juga permainan individu timnas yang sudah sangat baik. Disiplin dan berdaya tempur yang tinggi, membuat semakin semangat hati ini mengeluk-elukkan nama Indonesia.

Sayangnya ada isu yang kurang enak pada timnas Indonesia saat ini. Pandangan akan membaiknya permaianan timnas karena adanya pemain naturalisasi terlalu santer. Sehingga terkadang agak tertutup pandangan tentang sepak terjang pemain-pemain pribumi yang begitu apik dan energik. Malah nampaknya pihak yang mengurusi persepakbolaan Indonesia saat ini keasikkan melakukan naturalisasi. Sudah ada beberapa nama pemain asing yang sedang mengantri untuk mendapatkan paspor Indonesia.

Saya bingung, bagaimana dengan pemuda Indonesia. Apakah memang sudah tidak ada yang bisa diharapkan lagi? Hampir di semua bidang nampaknya pemuda Indonesia dianggap memiliki kompetensi yang rendah. Dan sekarang sepak bola pun pemuda-pemuda Indonesia nampaknya mulai tergusur.

Tidak menyalahi naturalisasi yang sudah terjadi. Perpindahan kewarganegaraan adalah hak setiap individu. Dan jika memang memiliki kompetensi dan bersaing secara bersih dengan pemuda-pemuda asli Indonesia lainnya. Itu sah-sah saja. Namun jika seluruh pemain asing mau dinaturalisasikan agar bisa memperbaiki timnas secara instant itu adalah yang salah.

Jika bicara timnas tidak bisa menyamakannya klub-klub sepak bola professional. Klub-klub sepak bola professional sah-sah saja membeli pemain yang bagus untuk meraih gelar juara. Sedangkan timnas adalah kebanggaan akan jatidiri bangsa, hasil pembinaan dan pembibitan pemuda-pemuda bangsa oleh bangsa sendiri yang dikelola oleh pemerintah.

Mudah-mudahan bangsa kita tidak terlena dengan yang serba instant ini. Cukup makanan bangsa kita saja yang “instant”. Jangan sampai yang lainnya juga ikut-ikutan instan. Sebab sudah menjadi rahasia umum bahwa yang instant tidak akan bertahan lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s