Peduli Korban Lapindo


Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa tahun belakangan ini seperti yang kita sama-sama tahu, Indonesia tiada henti-hentinya ditimpa bencana. Mulai dari bencana alam yang seolah-olah ala mini sedang menunjukkan kemarahannya kepada manusia-manusia Indonesia dan juga bencana-bencana akibat ulah-ulah manusia sendiri. Korban yang berjatuhan sangat banyak. Dan nampaknya para korban tidak lepas dari penderitaan. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua.

Kerugian yan diakibatkan pun sangat besar. Pada tahun 2009 dari rekapan seluruh kerugian bencana muncul angka Rp 4.9 triliun. Nampakanya angka itu belum dihitung dengan bencana gempa bumi di Sumbar yang mencapai Rp 20 triliun lebih. Data dari Bappenas mengatakan total seluruh kerugian yang tercatat sejak tahun 2004 sampai 2009 adalah Rp triliun. Suatu angka yang fantastis.

Namun untungnya masyarakat Indonesia masih menyisakan semangat gotong royongnya. Kini menjamur sekali program-program penggalangan dana untuk bantuan korban bencana alam. Maka tidak sedikit LSM dan NGO yang bermunculan untuk menghimpun dan menyalurkan dana tersebut. Ya lumayan lah, dibalik bencana ternyata juga ada peluang untuk membuka lapangan pekerjaan buat masyarakat. Bahkan sekarang media-media massa yang biasanya meliput berita dan kejadian bencana juga berlomba-lomba menghimpun dana dan bahkan nampaknya menjadi salah satu program unggulan mereka.

Terlepas motif apa saja yang ada dibalik kegiatan penghimpunan dana ini, kita tetap bersyukur masih banyak dermawan dan relawan yang memilki kepedulian terhadap sesama. Namun yang agak aneh mengapa sangat sedikit sekali penghimpunan dana buat saudara-saudara kita yang di Siduarjo yang terkena bencana Lumpur Lapindo. Media massa pun yang memiliki akses sangat besar sangat sedikit porsi perhatiannya kepada korban Lapindoa ini. Padahal nasib mereka sampai saat ini tidak menentu. Saya pribadi hanya mendengar perkembangan para korban Lapindo hanya saat hari Idul Fitri dan Idul Adha dimana sering diliput kegiatan sholat Id mereka yang dipenuhi dengan tangisan dan doa agar segera terlepas dari bencana tersebut.

Bayangkan saja dengan luas area yang meneggelamkan beberapa kecamatan yang tentunya lengkap dengan berbagai infrastruktur dan pusat kegiatan masyarakat. Berapa jumlah orang yang menganggur akibat Lapindo saat ini. Jumlah anak-anak yang putus sekolah? Hmm

Bagaimanakah perkembangan saudara-saudara kita di sana? Informasi jelas sangat kurang. Tidak seperti bencana-bencana lainnya yang bahkan sering di dramatisir, diundang ke studio dan sebagainya. Sedangkan Lapindo kita dengar kabarnya ketika para korbannya akhirnya menjerit dan teriak ketiak mengadakan unjuk rasa. Karena tidak ada yang peduli dengan mereka.

Lantas bagaimana kawan. Saya baru bisa menulis tulisan ini. Ada ide dari kawan-kawan bagaimana kita membantu para korban Lapindo? Setidaknya meningkatkan perhatian kita dan masyarakat kepada mereka seperti perhatian masyarakat saat ini kepada bencana Merapi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s