AR Baswedan, Tokoh Arab Jurnalis dan Nasionalis Idealis


 

Bismillahirrahmanirrahim

Pada tahun 2010 nama seorang Anis Bawedan begitu meroket. Tokoh muda yang merupakan rektor Universitas Paramadina ini sering tampil sebagai narasumber di berbagai event karena perhatiannya yang cukup besar dalam dunai pendidikan dan sosial politik. Bahkan di tahun 2010 ini dia memprakarsai program Indonesia Mengajar yang mengirimkan pengajar-pengajar muda lulusan perguruan tinggi ternama nasional ke daerah-daerah. Program ini diharapkan dapat merevolusi sistem pendidikan nasional yang cenderung kaku dan konservatif. Semoga saja, amin.

Saya pribadi beberapa kali bertemu dan mengikuti kuliah-kuliahnya di kampus tertarik dengan beberapa pemikirannya terutama yang terkait dengan hal dunia pendidikan dan pemerataan ekonomi dan pembangunan. Rasa ketertarikan ini membuat saya tertarik untuk mengetahui latar belakang sang tokoh.

Salah satu hal menarik yang saya temukan adalah latar belakang keluarganya yang menarik. Memang ada benarnya kata pepatah buah jauh tak jauh dari pohonnya. Begitu juga dengan seorang Anis yang lahir dari keluarga pejuang juga. Adalah Abdurrahman Baswedan atau yang dikenal dengan AR Baswedan merupakan kakek dari Anis Baswedan.

AR Baswedan merupakan tokoh pergerakan kemerdekaan keturunan arab. Meski keturunan arab, beliau tidak membedakan dirinya dengan orang Indonesia lainnya. Bahkan beliau mengampanyekan asas kewarganegaraan ius soli. Dimana aku lahir disitulah tanah airku, begitu semboyannya. Hasilnya pada tahun 1934 lahir lah Sumpah Pemuda Keturunan Arab. Dan setelah itu menyusul berdiri Partai Arab Indonesia.

Beliau juga dikenal sebagai tokoh jurnalis nasional. Bahkan beliau merupakan salah satu perintis pers nasional. Seorang jurnalis yang penuh akan dedikasi dan idealism. Dia tinggalkan seluruh kemewahan yang dia dapat sebagai wartawan di berbagai surat kabar di jaman itu untuk bisa bebas menyuarakan dan mendidik masyarakat untuk maju dan berjuang menuju kemerdekaan. Suatu hal yang sulit dicari di jaman kebebasan pers saat ini yang justru kebebasan pers dimanfaatkan untuk mengejar keuntungan semata.

Lantas apa yang menjadi energi beliau untuk bisa bertahan dengan segala tekanan dan kekurangan dalam perjuangan jaman itu. Kekuatan iman lah yang menajaganya untuk terus berjuang. Semangat karena panggilan jihad untuk menegakkan kalimatullah di dalam dirinya terus memotivasi dirinya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Beliau pernah berkata dalam suatu sidang BPUPKI. “Saya sendiri mempunyai pendirian sebagai seorang nasionalis Indonesia. Apa sebab ? Sebab saya seorang Islam. Sebab saya seorang Islam, maka saya seorang nasionalis Indonesia”. Sungguh semangat perjuangan yang didasarkan kepada iman yang apinya tidak akan padam.

 

 

Wahai pemuda bangsa, tidakkah kalian bangga akan beliau? Tidakkah kalian ingin meneladani dan meneruskan perjuangan beliau? Maka tumbuhkan iman kita.

 

 

 

2 thoughts on “AR Baswedan, Tokoh Arab Jurnalis dan Nasionalis Idealis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s