Antara Pemimpin dan Orator


Pasti kita banyak yang beranggapan bahwa seorang yang pandai beroarasi memiliki potensi menjadi pemimpin. Anggapan ini terbukti dengan gegap gempita para pendukung dan pendengar ketika seorang orator berbicara. Selain itu kebanyakan orator  yang tampil gagah dan energik bisa begitu mudah memasukkan idenya ke pikiran para pendengarnya sehingga para pendengar setuju dan tergerak ketika mendengar isntruksi dari sang orator.

Ketika ku katakan A..maka katakan A!!!!!!!……A!!!!!!!!

Saya berkali-kali terpukau membaca riwayat beberapa orator ulung dunia bagaimana mereka berhasil mempengaruhi para audiencenya. Bahkan terjadinya beberapa peperangan besar yang pernah terjadi di muka bumi bermula dari orasi sang orator ulung.

Zaman sekarang ada sebagian anak muda yang mengasah kemampuan orasi mereka sebagai bagian dalam membangun jiwa kepemimpinan. Bahkan gaya yang dibawakan semakin variatif yang tujuan utamanya adalah mempengaruhi para pendengar atau penontonnya.

Orator bersayap

Saya rasa cukup ngobrolin oratornya. Sekarang kita masuk pada init bahasan. Bahasannya adalah apakah orator sudah pasti pemimpin? Ternyata orator hanya lah salah satu karakter yang perlu dimiliki seorang pemimpin dan bukan ciri-ciri utama. Mengapa? Seorang orator cenderung berkomunikasi satu arah. Dia hanya menyampaikan idenya dan mempengaruhi orang agar mau mengikuti idenya. Egoisitas begitu dominan pada diri seorang orator. Biasanya orang-orang ini tidak akan bertahan lama. Hanya memukau di awal. Namun lama-kelamaan orang-orang akan mengetahu kelemahan idenya dan tidak akan mendukungnya lagi. Kita bisa belajar dari beberapa orator ulung seperti Sukarno dan Hitler. Bagaiamana akhir dari mereka masing-masing.

Seorang pemimpin menurut para pakar kepemimpinan seperti yang disebutkan oleh QBLeadership, pemimpin lebih baik banyak mendengar sebelum membuat keputusan. Ketika seorang pemimpin mendengar berbagai info maka dia akan bisa membuat kebijakan yang lebih sempurna. Yang kemudian dengan kemampuan orasinya barulah kebijakan yang dibuat atas pertimbangan matang dari berbagai inputan info disampaikan kepada orang lain.

Pemimpin yang seperti biasanya akan lebih langgeng dalam memimpin karena dia tidak tendensius terhadap pribadinya. Saya teringat kata-kata seorang Joko Widodo, seorang pemimpin yang tidak terlalu begitu bisa berorasi namun berhasil dalam memimpin yang mengatakan syarat memimpin adalah tidak ada kepentingan kecuali kepentingan bersama.

to be loved and understood.

2 thoughts on “Antara Pemimpin dan Orator

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s