Solusi Macet “ala” Orang Teknik Elektro atau Informatika


Kemacetan bukanlah masalah lalu lintas semata. Dalam dunia elektro dan informatika “macet” juga masalah besar. Sehingga berbagai inovasi baru dengan cepat terus berkembang yang dibuat untuk mengatasi masalah kemacetan ini. Jadi seharusnya cara-cara orang-orang elektro atau informatika memecahkan masalah “macet” ini bisa diterapkan dalam memecahkan macet di jalan.

Saat kuliah dulu saya pernah ambil satu mata kuliah (matkul) yang menarik meski ternyata saya hanya datang kuliah satu kali dalam satu semester untuk matkul tersebut. Nama matkulnya adalah Jaringan Telekomunikasi. Pada kuliahnya yang sekali-kalinya saya datang tersebut, Pak Dosen saya yang jenius menjelaskan mengenai traffic data. Beliau menganalogikan data sebagai kendaraan kendaraan. Ada beberapa trik standar agar penyampaian data  bisa cepat. pertama, perlebar ruas jalannya yang diistilah elektro atau IT namanya bandwith. Kemudian pilih material jalur data yang bagus supaya lancar aliran datanya. Nah kalo di dunia lalu lintas berarti buat jalan yang mulus.

Kemudian ada beberapa kasus standar. Ternyata paket datanya besar gan, maka dilakukanlah kompresi. Sehingga satu data bisa menjadi representasi beberapa data. Kalau di lalu lintas mungkin kompresi jumlah pengguna kendaraan dengan mass transportation seperti Bus, angkot, kereta, MRT, dan monorail. Kemudian berkembang lagi masalahnya bahwa kecepatan data inputan semakin meningkat. Akibatnya sering terjadi “lag”. Maka dosen saya pun menjelaskan perihal buffering. Metoda buffering adalah dengan mengumpulkan beberapa data pada pada suatu memory sampai jumlah tertentu kemudian dikirimkan ke blok berikutnya. Kalau implementasinya di lalu lintas mungkin seperti lampu lalulintas (traffic light). Kendaraan ditahan pada satu ruas jalan beberapa waktu yang tujuannya kemudian setelah lampu hijau data diteruskan selama beberapa waktu.

Ada yang perlu diperhatikan dalam metoda buffering ini, yaitu besar kapasitas memory buffer. Kapasitas buffer ini seharusnya menjadi acuan untuk menetukan durasi buffering (clock). Begit juga dengan lalu lintas. harus diperhatikan besar kapasitas ruas jalan. Jangan sampai kendaraan yang masuk ke ruas tersebut melebihi kapasitas sehingga akan mengganggu ruas jalan sebelumnya. Maka saat mendisain lampu lalu lintas tersebut harus dihitung besar arus kendaraan serta panjang ruas jalan.

Demikian beberapa teori pada dunia elektro dan informatika yang implementasinya seperti implementasi sistem lalu lintas. Meski saya tidak tahu mana yang lebih dahulu mengimplementasikannya. Tapi kedua sistem ini memiliki objek yang berbeda yang juga sangat berpengaruh terhadap kesuksesan penyelesaian masalah kemacetan. Elektro dan informatika objeknya data sedangkan lalu lintas objeknya manusia.

salam

One thought on “Solusi Macet “ala” Orang Teknik Elektro atau Informatika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s