Menjawab Tantangan Putra Petir


Beberapa waktu yang lalu, Dahlan Iskan membuat suatu catatan mengenai sikapnya terhadap gonjang-ganjing isu BBM. Dalam catatan yang berjudul Saatnya Putra Petir Melawan menunjukkan suatu ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada BBM sebagai sumber energi utama. Beliau mengajak bangsa ini untuk bergerak menggunakan sumber energi lain yaitu listrik. Selain itu dalam catatan tersebut beliau  seakan menantang para tukang insinyur listrik di Indonesia untuk mewujudkan kendaraan listrik nasional.

Catatan tersebut nampaknya berhasil menyadarkan para ahli di Indonesia untuk menjawab tantangan tersebut. Dan tentu saja mereka juga ingin menunjukkan bahwa mereka tidak sekedar ahli di atas kertas ijazah saja. Mulai dari kampus UGM yang memperkenalkan prototype mobil listrik mereka. BPPT dan LIPI pun tidak mau kalah. Mereka muncul dengan konsep mobil listrik dalam bentuk minibus dengan berbagai spesifikasi dan keunggulannya.  Bahkan Dahlan Iskan sendiri pun bergerak dengan membuat proyek mobil listrik bersama empat orang insinyur terbaik bangsa yang beliau istilahkan dengan Empat Putra Petir. Memang sangat luar biasa, dalam waktu yang singkat putra-putri Indonesia bisa menunjukkan kemampuannya.

Namun demikian, keberhasilan menciptakan kendaraan listrik ini pun akan menjadi euphoria belaka. Muncul pertanyaan apakah dengan kendaraan listrik akan membuat bangsa ini terlepas dari ketergantungan BBM. Justru faktanya adalah ketergantungan pembangkit listrik di Indonesia terhadap BBM masih sangat tinggi yaitu 28,58%. Persentase tersebut akan semakin meningkat seiring peningkatan beban dari tahun ke tahun. Inilah yang sebenarnya menjadi tantangan bagi putra petir pada catatan Pak Dahlan Iskan di atas.

PLN sebagai penganggung jawab utama atas pembangkit listrik sudah menargetkan pada tahun 2015 peran BBM sebagai sumber energi pembangkit listrik menjadi 2% atau sekitar 7 juta kiloliter pertahun. Hal ini bisa terwujud dengan melakukan diversifikasi energi. Konsep diversifikasi energi ini adalah pemanfaatan sumber energi alternatif selain BBM untuk pembangkit listrik yang terdapat pada daerah pembangkit. Sehingga penggunaan BBM hanya terdapat pada daerah yang tidak memiliki energi alternatif.

Selain itu, adanya kebijakan migrasi dari BBM ke batu bara juga menjadi langkah “bijak” dalam melepas ketergantungan pembangkit listrik pada BBM. Meskipun sama-sama energi fosil, namun dari aspek ekonomi batu bara diniliai lebih ekonomis dibandingkan dengan BBM. Bahkan PLN juga sudah merencanakan penggunaan energi nuklir sebagai sumber energi pembangkit listrik. Persiapan penerapan energi nuklir ini pun sudah dipersiapkan sejak tahun 70-an dengan riset-riset yang dilakukan oleh para ahli di Indonesia.  Jadi Indonesia siap untuk membangun pembangkit listrik tenga nuklir.

Dari paparan di atas, besar harapan kita tantangan putra petir yang ada pada catatan Dahlan Iskan dapat dijawab secara komprehensif. Sehingga di masa yang akan datang negeri ini tidak lagi terjerat masalah BBM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s