Langkah PKS di Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta


Akhirnya PKS mengambil sikap pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta dengan mendukung pasangan Foke-Nara. Pasti banyak pihak yang menyayangkan terutama orang-orang yang mendukung kemenangan pasangan Jokowi-Ahok. Padahal sempat dikabarkan bahwa PKS akan memberi dukungannya kepada pasangan ini.

Pandangan skeptis terhadap sikap PKS ini pun juga “berkicau” dikalangan masyarakat. Pandangan bahwa PKS sama saja dengan parpol lainnya semakin kencang. PKS dikatan tidak memegang idealismenya lagi. Orientasi PKS benar-benar hanyalah kekuasaan politik belaka. PKS sudah tidak lagi memedulikan suara rakyat yang mengharapkan Jakarta tidak “berkumis” lagi.

Tapi bagi penulis di sinilah PKS bersikap sesuai dengan idealisme yang mereka emban sebagai partai dakwah. PKS mengambil langkah non populis karena harus menegakkan kalimatullah yang menjadi dasar partai ini. Jika PKS meberi dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ahok pasti citra PKS pun akan membaik di mata masyarakat. Selain itu juga daya tawar PKS untuk bisa terlibat di pemerintahan daerah Jakarta akan semakin tinggi jika Jokowi-Ahok memimpin. Tentu posisi tersebut sangat menguntungkan PKS. Disisi lain seperti disebutkan di atas, dukungan PKS ke pasangan Foke-Nara menurunkan citra PKS. Selain itu dengan sudah bergabungnya parpol lain untuk mendukung Foke-Nara tentu daya tawar PKS dikubu Foke-Nara tidak begitu besar. Maka mustahil jika PKS tidak mempertimbangkan hal-hal di atas.

Namun panggilan untuk menegakkan dakwah yang mendorong PKS mendukung pihak Foke-Nara. Meskipun warga DKI Jakarta dianggap plural, namun tidak bisa dibantah bahwa mayoritasnya adalah muslim. Ini lah yang menjadi pertimbangan utama PKS. Dimana saat ini nilai ketauhidan kepada Allah dihadapkan dengan angin harapan perubahan “Jakarta Baru” yang dibawa pasangan Jokowi-Ahok. Maka PKS mencoba memecahkan kegalauan umat muslim DKI Jakarta untuk mengedepankan ketauhidan. Hal ini bukan bermaksud mengangkat isu SARA, namun untuk menyadarkan kepada umat muslim Jakarta bahwa harapan itu bukan digantungkan kepada makhluk, melainkan kepada Allah semata. Allahussamad.

Kesadaran untuk menggantungkan segala harapan kepada Allah semata ini yang saat ini kering di hati umat muslim, khususnya DKI Jakarta. Harapan besar “Jakarta Baru” diberikan kepada pasangan Jokowi-Ahok, tanpa disadari merusak kadar keimanan kepada Allah. Peringatan Allah untuk memilih pemimpin dari golongan mukmin tidak diindahkan. Track record lah yang menentukan. Itu kata-kata mereka yang mencoba mengaburkan peringatan Allah ini.

Dengan memberi dukungan kepada Foke-Nara PKS sudah menelan pil pahit dalam perebutan simpati masyarakat. Namun langkah ini yang memang harus diambil jika PKS memang masih memegang idealismenya untuk memimpin umat muslim menegakkan kalimatullah meskipun itu terkadang bertentangan dengan perhitungan nalar. Karena yakin lah, hanya kepada Allah lah kita menggantung harapan. Dan Allah adalah maha pemilik skenario yang baik bagi umatnya yang beriman kepadaNya.

One thought on “Langkah PKS di Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s