Berdiri Di Atas Kolam Reaktor Nuklir


Tanggal 9 Januari 2013 yang lalu saya bersama kawan-kawan di prodi Energy Security UNHAN mendapat kesempatan untuk melihat dan berkunjung ke reaktor nuklir BATAN. Reaktor nuklir yang diberi nama Reaktor Nuklir G.A Siwabessy berdiri sejak tahun 1987. Nama tersebut merupakan nama dirjen BATAN yang pertama sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau membangun BATAN yang merupakan Badan Tenaga Nuklir Nasional.

BATAN berdiri sejak 54 tahun sebagai bentuk implementasi visi besar bangsa Indonesia dalam pemanfaatan teknologi nuklir sebagai sumber energi pembangunan bangsa masa. Mengapa tenaga nuklir? Tenaga nuklir merupakan sumber energi yang ramah lingkungan. Emisi karbon yang dihasilkan sangat sedikit bahkan hampir “nol”. Selain itu satuan energi yang dikandungnya sangat tinggi memiliki potensi sebagai sumber energi yang utama dengan harga yang murah. Bayangkan saja 20 gram uranium setara dengan 2 ton batubara. Maka satu unit pembangkit tanaga nuklir (PLTN) kapasitas minimalnya adalah 1 GW. Menimbang potensi energinya ini lah negara-negara maju berlomba-lomba membangun PLTN untuk mendukung kemajuan bangsanya. Seluruh negara yang sudah memilki PLTN saat ini memiliki ekonomi yang kuat dan ketersediaan energi mereka terjamin. Selain itu lingkungan negara mereka pun tetap lestari karena PLTN yang rendah emisi karbon.

Meski Indonesia sudah merencanakan energi nuklir sejak 54 tahun yang lalu. PLTN belum berdiri di tanah Indonesia. Padahal Indonesia sebagai negara terbesar keempat penduduknya memiliki 250 juta manusia yang membutuhkan energi terutama listrik dalam menjalankan aktivitasnya. Ketersediaan energi listrik Indonesia masih jauh dari cukup bahkan untuk aktivitas untuk konsumsi sekalipun. Nilai konsumsi energi listrik rakyat Indonesia 588 KWh perkapita yang menempati no 3 terendah di ASEAN. Sedangkan dari sisi elektrivikasi jaringan listrik di Indonesia baru menjangkau 67% rakyat Indonesia. Angka 67% belum mempertimbangkan kulitas, kuantitas dan realibilitas energi listrik yang tersalurkan.

Dengan kondisi listrik yang demikian, Indonesia harus mengejar pembangunan infrastruktur listriknya. Pembangunan pembangkit dengan kapasitas besar menjadi agenda utama. Sayangnya pemerintah lebih memilih PLTU batubara untuk mengejar penyediaan energi listrik. Tentunya dengan kebijakan ini lingkungan Indonesia terancam oleh polusi emisi karbon dalam jumlah besar. Ribuan jutaan ton batubara akan dibakar setiap harinya di satu unit pembangkit. langit Indonesia akan hitam olehnya. Sedangkan Indonesia PLTN tetap tidak menjadi pilihan.

PLTN berbahaya? PLTN selalu dikaitkan dengan bom nuklir dan bom radiasi. Seluruh teknologi memiliki sisi manfaat dan sisi pengrusakan. Sebilah pisau akan memberi manfaat ditangan seorang koki dan sebaliknya jika dipegang seorang penodong. Begitu juga dangan teknologi nuklir. Keamanan akan dijamin ditangan orang-orang yang bermimpi untuk memanfaatkan energi nuklir sebagai sumber energi listrik.

Saat berkunjung ke reaktor nuklir BATAN tersebut saya rasakan semangat tinggi dari para pakar di BATAN untuk menjadikan PLTN sebagai solusi masalah energi nasional. PLTN aman! Kami akan tunjukkan bahwa PLTN aman.

Konsep PLTN sebenarnya tidak berbeda dengan konsep PLTU. Panas yang dihasilkan digunakan untuk menghasilkan steam untuk menggerakkan turbin. Turbin menggerakkan generator kemudian dihasilkan lah listrik.

Reaksi fisi yang terjadi berlangsung dalam bejana bertekanan yang di dalamnya sudah dilengkapi moderator, pendingin, dan tangkai kendali yang mengatur reaksi yang berlangsung. Bahan bakar yang berupa Uranium Oksida ditembakkan neutron dalam suatu inti reaktor dan melepaskan neutron dan panas. Neutron yang dihasilkan kemudian menabrak uranium lagi secara terus menerus dan terus menghasilkan panas. Peran tangkai kendali adalah mengendalaikan nilai panas yang dihasilkan dalam inti reaktor. Seperti pada reaktor nuklir milik BATAN yang saya kunjungi kapasitasnya adalah 15 MW.

Ruang Opertaor Reaktor

batang reaktor nuklir

Uranium yang ditembakkan neutron menghasilkan sinar cherenkov seperti yang terlihat pada dasar kolam reaktor di atas. Seluruh reaksi berlangsung dalam kolam reaktor yang air nya merupakan H2O murni. Kolam ini salah satu yang menjamin reaksi nuklir yang terjadi aman digunakan.

Di atas kolam reaktor nuklir

Keberadaan PLTN untuk tujuan kemajuan bangsa saat ini sudah dibutuhkan Indonesia. Mimpi yang sudah dibangun 54 tahun lalu sampai saat ini tetap dijaga meski banyak negara yang akhirnya menyalip Indonesia dalam implementasi teknologi PLTN. Namun tidak ada kata terlambat. Yang terpenting luruskan niat dan manfaatkan PLTN untuk kemajuan bangsa.
Benny Nafariza. ST
Energy Security
Universitas Pertahanan Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s