Apresiasi Langkah Awal Usaha Penurunan Emisi


Apresiasi selayaknya kita berikan kepada pemerintah Indonesia terutama kepada Kementrian Lingkungan Hidup yang sudah membuat dokumen mengenai laporan pelaksanaan dan inventariasasi GRK. Dokumen yang disusun dari laporan dari tujuh kementrian ini merupakan bentuk kongkrit dari implementasi Perpres No 61 tahun 2011 tentang Rencana Aksi Penurunan Emisi GRK. Dalam dokumen tersebut, kementrian yang ditugasi oleh Perpres tersebut masing-masing memaparkan capaian program mereka dalam menurunkan emisi GRK sampai dalam perhintungan kongkritnya. Bahkan laporan ini tidak saja melibatkan kementrian semata. Melalui kementrian BAPPENAS sudah 27 provinsi ikut melaporkan capaian masing-masing.

Namun banyak pengamat menilai hal ini terkesan diada-adakan dan tanpa pijakan yang jelas. Mereka menilai hal ini hanyalah pencitraan semata. Pencitraan dari Kementrian LH untuk meningkatkan penilaian kinerjanya atau pencitraan untuk pemerintahan SBY terhadap dunia Internasional. Seperti yang diberitkan, pada pertemuan kelompok negara G20 lalu di Amerika Serikat, Presiden SBY berkomitmen secara sukarela untuk mendukung gerakan penurunan emisi GRK.

Meskipun demikian, langkah ini merupakan pijakan yang berarti mengingat selama ini Indonesia dianggap tidak peduli terhadap kerusakan lingkungan. Lihat saja kegiatan eksploitasi tambang mineral dan batu bara yang mengakibatkan deforesting besar-besaran tanpa adanya usaha reklamasi yang berarti. Begitu juga kegiatan pertanian yang membuaka lahan hutan dengan membakar hutan. Belum lagi terjadinya kebakaran hutan disetiap musim kemarau. Akibatnya Indonesia menjadi negara peringkat kedua dunia dalam deforesting.

Daftar Negara Deforesting Dunia

Dengan adanya laporan dokumen aksi penurunan emisi GRK pada tahun 2012 lalu, hal ini menjadi perhatian serius dari pemerintah saat ini dan seterusnya. Pijakan serta targetan program penurunan emisi GRK yang dinilai belum ada segera ditetapkan dalam bentuk milestone. Sehingga pencapaian dari pemerintah dapat dinilai standarnya  dan bukan sekedar laporan hasil mengais program dan pencitraan.

Target 26% penurunan emisi GRK dari tingkat business as usual pada tahun 2020 merupakan target yang cukup besar. Apalagi proyeksi konsumsi energi Indonesia pada tahun 2020 ditargetkan mencapai dua kali lipat dari konsumsi saat ini dalam rangka mendorong kemajuan ekonomi nasional. Emisi GRK yang dihasilkan tentu akan membesar.

Chart Negaraa Penghasil Emisi Karbon

Sebenarnya emisi GRK Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya masih kecil. Penyumbang emisi GRK terbesar dunia masih dipegang Amerika Serika dan China. Namun tingkat deforesting di Indonesia memang perlu mendapat perhatian khusus. Oleh karena itu yang menjadi fokus pemerintah dalam program penurunan emisi GRK adalah reklamasi hutan (foresting). Sedangkan peningkatan konsumsi energi bukan menjadi objek utama dalam program ini. Yang perlu diperhatikan dalam konsumsi energy adalah pengelolaannya agar efisien dan berorientasi pada konservasi energy.

Komposisi Emisi Energi

Fokus lain yang perlu pemerintah perhatikan dalam program ini adalah kapasitas SDM di daerah. Ujung tombak pelaksanaan program ini tentu saja pemerintah daerah. Pemerintah daerah memiliki kuasa penuh pada pengelolaan hutan dan tambang yang dimilikinya. Oleh karena itu peningkatan SDM pemerintah daerah untuk mengerti dalam pengawasan pengelolaan hutan sangat penting. Sehingga Pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP)  maupun Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) yang berpotensi mengakibatkan deforesting menjadi lebih baik dan terawasi.

Benny Nafariza. ST
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Pertahanan Indonesia
Prodi Energy Security

References

Anonim, “Lembar Fakta: Hutan Indonesia:Penyerap atau Pelepas Emisi Gas Rumah Kaca?”, WWF, Jakarta.

Widiayanto, Untung., “Penurunan Emisi Tanpa Pijakan Awal”, Koran Tempo, 2012.

Zikri, Muhamad., “An Econometric Model for Deforestation in Indonesia”, Department of Economics Padjadjaran University, Bandung, 2012.

http://sains.kompas.com/read/2012/08/10/21192847/Penurunan.Emisi.Daerah.Perlu.Penguatan.Kapasitas – dibaca pada tanggal 16 Januri 2013.

2 thoughts on “Apresiasi Langkah Awal Usaha Penurunan Emisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s