Diskusi IA ITB – Pengelolaan Blok Mahakam Setelah Kontrak 50 Tahun Berakhir


Pada Kamis, 14 Maret 2013 yang lalu, IA ITB mengadakan disuksi terkait pengelolaan Blok Mahakam setelah kontrak 50 tahun dengan Total berakhir. Disuksi ini menghadirkan pembicara Kepala SKKMigas yaitu Prof. Rudi Rubiandini dan Ir. Hadi Ismoyo sebagai Ketual Ikatan Alumni Teknik Perminyakan ITB. Poin-poin penting yang berhasil di himpun dari diskusi tersebut adalah sebagai berikut:

Pengelolaan Blok Mahakam Setelah Kontrak 50 Tahun Berakhir*

1. Pak Rudi, membagi industri migas kita dalam 3 pilar utama yaitu : – Lifting/Production – Reserves Replacement – Peningkatan Kemampuan Nasional Saat ini fokus baru pada point #1 dan #3, sedangkan point #2, belum ada perhatian yg signifikan. Ini sangat fundamental karena terkait dengan postur APBN yang hanya menerima tapi tidak pernah kembali dalam bentuk explorasi cadangan. 2. Rerserves Ratio Resplement Oil rata rata sekitar 54%, jauh dari harapan yg seharusnya yaitu di atas 100%. Masih ada harapan karena RRR untuk gas masih sekitar 127%. Artinya bahwa explorasi harus digalakan kembali untuk meningkatkan RRR Oil. Boleh dikatakan bahwa era bergeser dari Oil Regime menjadi Gas Regime 3. Iklim investasi tergantung kepada Term Kontrak dan Size Reserves. Dibandingkan dengan Venezuela dan Middle East, Indonesia ada di uurutan beberappa nomor dari bawah. Artinya kebijakan sektor migas harus balance agar iklim investasi tetap kondusif. 4. Kalau digabungkan total BOEPD, kita sudah sampai pada level 2 juta BOEPD, namun ini tidak dipahami oleh rakyat awam, yang mengharuskan kita memroduksi minyak lebih banyak lagi. Sementara budget eksplorasi yang disediakan tidak significant naiknya. Produksi minyak besar masih didominasi Chevron, sedangkan produksi gas oleh Total. 5. Cost Recovery menjadi momok bagi sebagian petinggi negara karena salah pemahaman. Cost Recovery pengertiannya adalah biaya investasi yang dikembalikan, bukan biaya dari negara yang diberikan ke investor. Artinya kalau ada biaya investasi naik, kelak biaya investasi yg dikembaalikan harus naik pula, hal tersebut dibarengi dengan penerimaan negara yang bertambah karena ada tambahan produksidi kemudian hari. Artinya konsep Cost Recovery harus melekat pada konsep investasi dalam paparan lintas waktu tanam hari ini panen beberapa waktu yang akan datang. “Filosofi Pak Tua menanam duren, hari ini Pak Tua memakan duren tanpa tahu siapa yg menanam, besok manakala panen, tak terlalu pengting cucu mana yg akan menikmatinya” 6. Muslim paceklik ini harus dinikmati bersama, dan dicarikan solusi bersama agar segera take off dan menuju incline curve (kurva peningkatan) sepanjang mungkin. Tahun ini baru bisa dijanjikan decline 0% untuk target 830 000 BOPD. 7. Pagu Produksi sekitar 830.000 BOPD. Dikumpulkan dari berbagai lapangan dari sabang sampai Merauke. Terlihat bahwa, walaupun ada 160 WKP, hanya puluhan WKP saja yang berkontribusi signifikan dalam produksi nasional. Lainnya masih berkutat pada hidup segan matipun tak hendak, terutama sumur marginal dan sumur tua yang opexnya sangat tinggi. 8. Dari data yg ada, mereka (achmad wijaya sekjend gas industry) yg selalu teriak minta gas, pada dasarnya justru pengguna gas besar dibandingkan untuk Lifting dan PLN dan lainnya. Itulah perlunya argument validitas data. Infrastruktur gas harus segera dibangun untuk mempersiapkan alokasi Gas untuk market domestik. 9. Sasaran jangka pendek peningkatan produksi migas adalah well program utamanyya adalah kampanye infill drilling besar besaran. SKKMIGAS telah berkoordinasi dengan Kontraktor Drilling termasuk PDSI uuntuk mempersiapkan rig dalam jumlahh besar. Proses approval AFE Infill akan dipercepat. SKKMIGAS perlu diketahui sudah membentuk Divisi Drilling, yang sebelumnya selevel Dinas. 10. Sasaran jangkan menengah menggenjot produksi existing field dengan Improve Oil Recovery termasuk didalamnya adalah EOR.  Pertamina telah menghadap dan memaparkan program untuk meminta dispensasi atas proses approval untuk procurement procedure terkait EOR. Uji coba No Cure No Pay. 11. Selanjutnya Pak Rudi membedah jenis jenis kontrak dari Tahun 1960 an semapai sekarang dari rejim Kontrak Karya sampai PSC Generasi III. Dalam regulasi pemerintah dimungkinkan kontrak kontrak lain selain PSC misalnya Service Contract. Namun hal ini belum pernah di explore dengan baik. 12. Terkait Mahakam berikut usulan beliau saat menjadi Wamen : – Kajian pemerintah bukan mengarah kepada “Perpanjangan” tetapi “Kontrak Baru”. – Memberi porsi Pertamina mayoritas minimal 51% bahkan secara implisit bisa sampai 70% – Maximize pendapatan negara dengan modifikasi split lebih tinggi untuk pemerintah, let         say 90:10 – TEPI berkeinginan untuk ikut berpartisipasi dalam venture Blok Mahakam ini karena merasa ikut berkontrak dengan buyer sampai 2022 – TEPI berpendapat bahwa bagian BUMD diambilkan 10% dari Pertamina. Karena merasa konsepnya adalah 51:49, domestik/asing. – Pertamina kelihatannya masih belum bisa menerima posisi tersebut – TEPI dalam proposal brikutnya menawarkan dana talangan kepada BUMD dengan dibatasi maksimal 70% cost recovery (menurut saya ini tawaran yg sangat menarik) -Negosiasi menari titik temu berlanjjut, namun sang negosiator keburu dipindah. Dalam konteks ini terlihat bahwa tidak ada statement Pak Rudi yg menyatakan Pertamina tidak mampu. Semua opsi masih dimungkinkan, tergantung kepada seberapa keras Pertamina meyakinkan Pemerintah. Pak Rudi menghimbau agar Pertamina berhitung dengan cermat dan hati hati, termasuk juga memperhitungkan biaya biaya restorasi kelak . Ada aset lain yg perlu dipikirkan juga, Natuna D Alpha. Pertamina memang sudah berkirim surat Th 2009. Sudah diterima ex BPMIGAS. Namun isinya permohonan untukl acquisisi x% Block Mahakam, dengan harapan 2017 bisa smooth handover. Tidak secara khusus memohon sebagai operator Blok Mahakam. Demikian disisi SKKMIGAS dan KESDM kelihatannya memang belum ada surat resmi. Kalaupun ada mungkin tersangkut di suatu tempat. Menurut hemat saya, bukan sesuatu yang susah untuk membuat surat permohonan lagi dilampirkan technical and financial plan yang meyakinkan. 13. Khusus masalah cadangan memang ada perbedaan antara Pak Rudi dengan yg kami presentasikan, remaining reserves setelah 2017 sekitar 2 TCF, tidak menyebutkan adanya minyak. Sedangkan angka kami menunjukkan angka lebih dari itu dan menghitung cadangan minyak. Semuanya sepakat bahwa cadangan adalah dinamis tergantung, waktu acuan, level production yg diinginkan, agressivitas investasi. 14. Kami membuat beberapa matrik simulasi dengan opsi opsi yg ada, paling tidak ada 3 opsi sebaagai exercise. Pada akhirnya harus bermuara kepada amanah UUD’45 pasal 33 untuk membuat keputusan yang sebesar besarnya demi kepentingan negara. 15. Diskusi akan terus dilanjutkan untuk mematangkan pernyataan sikap IA terhadap topik Blok Mahakam ini. Karena keputusan ada di tangan KESDM, maka Bu Sekjend mengajak Pak Rudi sebagai TM80 untuk bersama sama IA ITB lainnya menghadap KESDM. Lebih baik lagi kalau Pak JW berkenan untuk berdiskusi dengan alumni di Hang Likeu. 16. Beberapa pertanyaan dari peserta antara lain mengingatkan bahwa : – Blok Mahakam adalah laboratorium teknologi migas yang luar biasa kompleks, siapapun yang pernah bekerja disana akan mempu dengan mudah adaptasi di block block lain. – Perlu ada Plan B, jika ternyata expert nasional enggan bergabung dengan Management Pertamina – Mengapa cuma 51% kenapa tidak sekalian 100% – Blok M tidak hanya masalah ekonomi, tetapi juga masalah harga diri dan kebanggaan bangsa      – Reserves berbanding lurus investasi, jika komitmen investasi kuat, cadangan dan produksi juga akan berkesinambungan – dst.. 17. Diskusi ditutup dengan pelajaran yang sangat berharga dan mengingatkan kita semua yang bermain di sektor hulu, bahwa mind set harus berubah bahwa migas itu mempunyai turunan yang luar biasa banyak disektor hilir yg memberikan multiflier effect 5x nilai tambah jika dibanding hanya dijual mentah. Impactnya adalah penghematan devis disektor petrokimia dan penciptaan lapangan kerja ratusan ribu orang. *sumber: disadur dari posting Ir. Hadi Ismoyo di Mailist Sinergi-ITB@yahoogroups.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s