Ancaman di Balik 2 Harga BBM Premium


Akhirya pemerintah mengambil langkah kebijakn yang maju terkait subidi BBM. Harga BBM bersubsidi premium akan diberlakukan dua harga. Harga saat ini Rp 4500 tetap berlaku namun hanya diperuntukkan untuk kendaraan sepeda motor dan kendaraan berplat kuning. Sedangkan untuk mobil berplat hitam harga BBM premium yang akan berlaku antara Rp 6500-7000. Dengan demikian nilai subsidi yang diberikan makin berkurang. Saat harga Rp 4500 subsidi perliternya adalah Rp. 5000. Dengan harga baru subsidi bisa dikurangi Rp 2000-2500 perliternya.

Penurunan besar subsidi ini akan sangat signifikan mengingat jumlah mobil pribadi lebih besar dari pada kendaraan plat kuning. Dan berdasarkan outlook energi yang dikeluarkan oleh BPPT , konsumsi kendaraan mobil pribadi juga paling dominan. Rata-rata satu kendaraan mobil pribadi mengonsumsi BBM dalam sebulan 100 liter maka perbulan satu mobil bisa menghemat subsidi mencapai 200-250 ribu rupiah. Sedangkan jumlah mobil pribadi menurut data BPS tahun 2009 sekitar 11 juta unit. Asumsikan ada penambahan sampai 1 juta unit sampai saat ini maka penghemtan perbulannya adalah 2.5-3 triliyun rupiah perbulan. Perhitungan ini belum memasukkan variabel potensi penghematan konsumsi BBM.

Besarnya penghematan anggaran belanja negara di beban subsidi BBM memberikan harapan dalam peningkatan infrastruktur energi nasional. Pembangunan infrastruktur energi nasional akan meningkatkan alternatif energi yang bisa digunakan oleh masyarakat sebagai sumber energi. Ketergantungan terhadap minyak bumi sebagai sumber energi pun bisa semakin berkurang. Sehingga Indonesia pun bisa membangun cadangan strategisnya yang diwajibkan oleh Undang-undang kepada pemerintah.

Namun peluang ini bisa gagal jika terjadi penyelewengn seperti yang selam ini sering terjadi seperti penimbunan dan penyelundupan BBM. Disparitas harga yang sangat mencolok ini semakin menggiurkan bagi par mafia minyakdi negeri. Dan ini akan menciptakan gejolak sosial yang tinggi. Bisa saja bagi para pengusaha angkutn umum, melakukan jual beli BBM bersubsidi akan lebih menarik dari pada mereka menjalankan usaha angkutan umumnya. Mereka dapat mengisi penuh tangki mereka dengan BBM harga subsidi 4500 kemudian mereka jual kembali kepada pengguna mobil pribadi dengan harga sekitar 5000-5500. Dan akhirnya mereka bisa lagi mengisi tangki mereka SPBU dan kembali menjual. Target pengurangan volume BBM bersubsidi pun tidak tercapai dan anggaran lagi-lagi ‘terbakar’.

Saya pernah melakukan pembahasan hal ini di dalam ruang kelas. Bagaimana adanya disparitas harga yang tinggi tidak menyebabkan adanya penyelewengan seperti di atas. Saat itu dalam satu makalah, saya menyarankan pemberlakuan kuota maksimal persatuan waktu misal seminggu atau sebulan BBM bersubsidi yang bisa dibeli oleh sebuah kalangan masyarakat yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi yang berarti pengguna sepeda motor dan angkutan umum. Kuota maksimal yang diberikan berdasarkan kebutuhan rata2 jenis kendaraan tersebut. Misal kuota maksimal untuk sepeda motor perminggu adalah 5 liter dan angkutan umum dalam sehari 10 liter. Jika melewati kuota tersebut maka mereka harus membeli BBM pada harga takbersubsidi atau harga subsidi yg lebih mahal. Sehingga para pengguna akan memaksimalkan jatah BBM bersubsidinya untuk keperluan mereka terlebih dahulu.

Namun hal ini perlu pengetatan database kendaraan diseluruh Indonesia. Namun dengan komitmen dari Pertamina yang akan melengkapi seluruh SPBU dengan perangkat IT yang akan memonitor penyaluran BBM bersubsidi pada pertengahan tahun 2014 maka hal ini sangat mungkin dilakukan dan target penghematan BBM bersubsidi akan semakin mudah tercapai.

2 thoughts on “Ancaman di Balik 2 Harga BBM Premium

    • Alhamdulillah baek….hahaha itu bisnya nurunin penumpang di pintu tol. Rumah gw kan daerah kebayoran lama. Lo engeh aja itu gw Ful. Hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s