Oleh-Oleh Dari Bali Energy Conference


Pada tanggal 20 September 2013 lalu saya berkesempatan untuk mengikuti Bali Energy Conference yang dilaksanakan oleh Kementrian ESDM dan Energy Charter yang bermarkas di Belgia. Kegiatan ini dihadiri oleh para mentri energi negara Asia Pasifik dan beberapa duta besar. Sepertinya momennya sengaja dipilih sebagai persiapan KTT Asia Pacific yang berlangsung pada 6 Oktober 2013 yang lalu. Hal ini terlihat dari tema yang diangkat pada Conference kali ini yaitu “The Energy Challenges in The Asia-Pacific Region: Possible Solution”.

Ada berbagai sub-tema yang diangkat dalam conference ini. Sub-tema yang ingin saya angkat pada tulisan ini adalah sub-tema pertama dari kegiatan ini yaitu mengenai Asia Pacific Energy Outlook. Yang jadi perhatian dari sub-tema ini adalah pertumbuhan konsumis energi Asia-Pasifik yang begitu cepat. Bahkan kawasan ini mengonsumsi 60% konsumsi energi dunia. Dan dari total konsumsi Asia-Pasifik, negara yang paling banyak mengonsumsi adalah Cina dan India dengan persentase 70%. Luar biasa bukan?

Saya tertarik untuk mengerucut ke Cina. Dalam satu dekade terakhir Cina benar-benar bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Kegiatan industrinya timbuh sangat pesat dan bahkan menjadi ancaman besar bagi hegomoni negara-negara industri. Efeknya Cina menjadi negara rakus energi. Konsumsi energi fosil Cina terbesar di dunia saat ini. Pasokannya selain berasal dari dalam negeri tapi juga impor. Cina merupakan pengimpor minyak bumi terbesar no 2 di dunia. Sedangkan batubara merupakan pengimpor nomor wahid. Termasuk mengimpor batubara dari Indonesia.

Karena begitu bergantungnya terhadap impor energi Cina berusaha mengamankan pasokan energi impornya. Salah satunya melepas ketergantungan terhadap Timur Tengah yang selalu bergejolak. Maka Cina pun mencari seller-seller alternatif. Salah satunya yang besar adalah negara Rusia dan negara-negara Balkan. Cina membangun jaringan pipa (pipeline) transmisi untuk minyak bumi maupun gas. Bahkan untuk lebih menjamin pasokannya rute yang digunakan tidak satu saja namun ada beberapa rute yang digunakan CIna untuk memasok minyak dan gas ke negerinya yang cukup rumit. Pembangunan pipeline ini pun juga untuk lebih mengamankan pasokan di sisi transportasinya. Cina sebelumnya sangat bergantung pada jalur laut di Selat Malaka. Namun karena begitu padatnya pelayaran di Selat Malaka serta banyaknya aksi perompakan di wilayah ini Cina berusaha untuk mengurangi ketergantungannya.

Benar-benar luar bisa infrastruktur yang dibangun Cina untuk mengamankan pasokan energinya. Investasi yang dikeluarkan sangat besar. Dan yang menjadi menarik adalah banyaknya negara-nagara produsen untuk menjual energinyanya ke Cina. Cina merupakan power buyer di mata produsen. CIna akan membeli energi dalam jumlah yang besar serta kemampuan finansialnya yang begitu kuat.

Kondisi demikian membuat Cina memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pasar energi dunia. Jika Cina ingin menaikkan harga minyak dunia, Cina bisa melakukan pembelian minyak secara besar-besaran. Kemudian jika CIna ingin menurunkan harga minyak maka Cina bisa melepas minyaknya atau tidak melakukan pembelian minyak. Sehingga stock dipasar berlebih. Selain itu juga ada kekhawatiran tidak imbangnya persaiangan untuk mendapatkan nergi di pasar. Akibat para produser sangat tertarik untuk menjual energinya ke pihak Cina. Sedangkan negara-negara lain terutama negara-negara berkembang yang tidak memiliki produksi minyak yang besar seperti Indonesia saat ini terancama karena tidak bisa bersaing.

Dengan demikian hal ini menjadi perhatian bangsa Indonesia. Bagaimana Indonesia menyikapi Hegemoni Cina yang begitu kuat di pasar energi saat ini? Belum lagi jika ditambah dengan persaingan dengan negara-negara lain yang memiliki daya tawar yang kuat bahkan lebih kuat dari pada Indonesia. Menarik untuk kita bahas. Insya Allah akan kita bahas pada tulisan yang lain.

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s