Mencari Pemimpin Independen


Judul di atas pasti membuat anda berfikir bahwa saya sedang membahas calon presiden dari golongan non partai. Pikiran anda memang tidak salah, saya memang akan sedikit menyinggung soal calon presiden dari non partai. Tapi hal itu bukan jadi pokok bahasan. Yang jadi pokok bahasan dalam tulisan ini adalah karakter pemimpin yang memiliki karakter independen.

Mari kita awali tulisan ini dengan sebuah pertanyaan, adakah manusia yg benar-benar terbebas dari kepentingan dan hubungan dengan pihak lain? Tentu tidak ada manusia yang demikian. Begitu juga dengan sosok-sosok yang sedang mewacanakan sebagai calon presiden independen.

Terminologi calon presiden independen hanyalah istilah bagi calon presiden yang diusung tanpa jalur partai. Namun belum tentu calon presiden independen ini bebas dari agenda dan kepentingan tertentu. Karena minimal seorang capres independen pasti punya visi dan misi yang diperjuangkannya. Dan itu juga termasuk kepentingan. Manusia adalah makhluk sosial yang pasti interdependensi.

Jadi seharusnya bagaimana capres yang independen itu? Independen yang dimaksud tentu sang capres memiliki karakter yang tidak bisa dikendalikan oleh siapapun kecuali dirinya sendiri. Meskipun sang capres berasal dari suatu partai, dia tidak akan menjadi boneka partai yang mengikuti apa saja kemauan partainya.

Kita langsung saja kepada contoh ya. Saya pribadi melihat sosok Tri Rismaharini sebagai sosok pemimpin independen tersebut. Dia sangat berpegang teguh dengan keyakinannya sendiri. Ketika dia meyakini suatu hal sebagai kebenaran, maka siapapun yang menetang dia maka tidak akan dia gubris. Meskipun penentangan itu berasal dari orang terdekatnya.

Namun pemimpin independen bukan berarti orang yang berkepala batu. Kekokohan prinsipnya ditopang dengan ilmu dan pemahaman dia pada nilai-nilai kebenaran. Dia akan paham kapan harus bicara dan kapan diam. Dia juga akan terbuka dengan berbagai masukan dan saran yang kemudian dicerna dengan pemahaman yang diamiliki sebelum akhirnya mengambil keputusan.

Contoh sosok pemimpin yang demikian diperlihatkan oleh presiden ketiga kita, B.J.Habibie. Sepak terjangnya saat memegang kemudi reformasi menunjukkan bagaimana independennya beliau dalam menggerakkan kemudi reformasi. Meski arah angin menuju barat namun keyakinan dia bahwa untuk keluar dari badai dia harus mengarahkan kapal ke utara maka dia arahkan kapal ke utara meskipun harus dengan perjuangan yang berat.

Dan terakhir tentu saja sang pemimpin independen juga harus memiliki fleksibilitas terhadap kondisi yang berkembang. Fleksibilitas memberikan berbegai alternatif cara dalam menjalankan keputusan yang telah dibuat. Karena ketika terpaku hanya pada satu cara, maka yakinlah kebuntuan yang akan ditemukan.

So, jika disimpulkan maka pemimpin independen adalah sosok yang memiliki prinsip diri yang kuat dan tidak mudah dipengaruhi yang didasarkan pada pemahaman dan kecerdasan akal dan spirit yang tinggi dengan tingkat fleksibilitas yang tinggi dalam menciptakan alternatif cara. Oleh karena itu mari kita pilih sosok pemimpin yang independen untuk masa depan negeri ini. Bukan hanya untuk kurun waktu 5 tahun kedepan. Tapi untuk kurun waktu yang berikutnya. Karena yakinlah kejadian hari ini akan memberikan dampak ke hari esok yang panjang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s