Begini Cara Belajar di SMA N 8 Jakarta (SMA part 2)

Pasti dalam benak kebanyakan orang siswa-siswi SMA unggulan kalo belajar akan sangat serius dan fokus. Di dalam kelas sunyi senyap hanya terdengar suara bapak/ibu guru yang sedang memberi pelajaran. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Setidaknya itu yang saya alami saat bersekolah di SMA 8 Jakarta. Dan bagi saya kata unggulan kurang pas disematkan kepada SMA saya ini. Lebih cocoknya SMA 8 disebut sebagai SMA favorit, karena cara belajarnya memang favorit. Yuk kita intip bagaimana beberapa teman saya belajar.

Teman saya yang pertama ini tipe favorit guru. Kenapa favorit guru? Pertama dia duduk paling depan berhadapan langsung dengan meja guru. Jadi temen ngobrolnya bapak ibu guru. Jujur saya sendiri pernah menjalani tipe ini saat semester pertama kelas 1 (istilah sekarang kelas X). Tapi ga tahan karena ga ada temennya dan ga bisa tidur kalo ngantuk. Hahahaha. Tapi ada temen saya yang bener menjalankan dengan baik peran sebagai favorit guru ini. Tulisannya sangat rapi seperti ketikan komputer dengan font Times New Roman. Selain itu nilainya juga bagus-bagus. Bener-bener favorit guru deh. Tapi sayang tipe ini ga jadi favorit teman-teman karena suka ansos. Lebih suka ngobrol sama guru. Teman saya yang bertipe ini saat ini sudah jadi dokter jebolan UI. Jadi yang punya cita-cita jadi dokter bisa contoh tipe pertama ini.

Tipe teman saya yang kedua favoritnya adalah matematika. Ini tipe-tipe orang yang dikepalanya tertanam obsesi jadi juara olimpiade matematika. Yang dipikirkan hanya matematika. Yang lainnya ga dipeduliin. Sebenarnya rata-rata anak SMA 8 “doyan” dengan matematika kecuali anak-anak IPS kali ya. Tapi temen saya dengan tipe ini agak lebay sama matematika. Jadi ga seimbang deh nilai mereka. Matematika bisa dapet 95 di buku rapor biologi bisa dapet 60. Bukan karena tidak mengerti, tapi tidak mau mengerti. Bahkan mereka juga tidak mau mengerti kepada sang guru mata pelajaran. Hahaha.Tipe ini ada yang jadi lulusan NTU singapur, minimal ITB elektro atau informatika.

Selanjutnya tipe ketiga yang favoritnya menyela guru. Bukan bermaksud untuk kurang ajar dan tidak sopan kepada para guru kami. Setiap guru memang memiliki keunikan masing-masing. Keunikan-keunikan ini yang membuat kami terkesan dan lebih bisa berbaur dengan para guru tersebut. Memang tidak semua guru yang bisa demikian, tapi di SMA 8 guru seperti itu banyak saat saya sekolah dulu. Biasanya teman saya ini cara membuat suasan belajar menarik dengan menyela sang guru dan sang guru pun meresponnya dengan menyela. Tapi tetap ada sopan santun dalam belas membalas celaan. Sering juga  tipe ini menantang sang guru adu kepandaian dengan mereka. Bahkan tidak saja adu kepandaian dalam mata pelajaran, tantangan juga berlanjut sampai ke game komputer. Waktu saya kelas 2 (XI). Jum’at sore lab komputer berubah jadi game center dengan pertandingan game antara 2 tim, tim guru dan tim siswa beradu strategi memenangkan permainan age of emipre II. hahaha. Ternyata tim guru sangat dan solid. Sering kalah tim siswa dibuatnya.

Tipe keempat adalah teman yang favoritnya adalah “cabut” belajar. Biasanya yang tipe ini aktivis osis atau subsie. Tapi banyak juga yang cuma ikut-ikutan. Biasanya saat belajar di kelas nanti ada tiba-tiba izin kepada guru di kelas dengan menunjukkan surat izin dari guru piket. Dan yeah cabut… biasanya teman-teman yang bertipe seperti ini jika saat pelajaran di kelas posisi kepala langsung beralas meja. Ya! tiduuuuurrrr… Nanti saat ujian nilai mereka banyak yang tidak lulus. Tapi tenang, ada remedial. Tapi mereka bakal mabok sendiri dengan remedial di saat teman-teman lainnya sedang seru-seruan menikmati class meeting.

Tipe kelima adalah favorit bimbel. Akhir-akhir saya sekolah, Bimbel sedang banyak digandrungi oleh teman-teman. Justru bisa dikatakan mereka baru fokus belajar di tempat bimbel. Sedangkan di sekolah mereka tidak serius. Mereka yang favorit bimbel ini kalo bimbel bisa pulang ke rumah di atas jam 10 malam. Padahal jam 5 pagi mereka sudah harus berangkat lagi ke sekolah. Awal-awal bimbel hanya sebatas les bahasa inggris atau musik. Tapi seiring waktu berkembang sampai setiap mata pelajaran ada bimbel khususnya. Hahaha mabok dah. Motivasi besar teman-teman ikut bimbel adalah soal-soal yang di bahas di tempat bimbel sering keluar di ujian. Jadi makin favorit lah bimbel buat siswa-siswi SMA 8. Bagi yang tidak ikutan bimbel, saat ujian mereka akan mendekati para peserta bimbel tersebut untuk bisa mendapatkan soal-soal dari bimbel mereka. hahahaha.

Dan yang terakhir adalah tipe keenam teman yang favoritnya bermalas-malasan. Bagi mereka rajin itu aib yang tidak boleh ditunjukkan di depan orang banyak. Tipe yang begini memang sedikit menipu. Mereka belajar dengan sembunyi-sembunyi. Tau-tau nilainya bagus aja. Di kelas sering terlihat tidur atau sedang main game hp saat pelajaran. Bahkan karena sangat pemalasnya, diajak main pun malas atau malas-malasan. 

Sebenarnya masih banyak lagi tipe siswa siswi 8 yang belum saya sebutkan di sini. Tapi itu akan menjadi tulisan yang panjang dan mungkin bisa jadi buku tersendiri. hahaha. Kalau saya sendiri favoritnya di tipe ketiga dan keenam. Karena terlihat  “cool” bagi saya.

34 thoughts on “Begini Cara Belajar di SMA N 8 Jakarta (SMA part 2)

    • Hei Haura. Untuk masuk Sma 8 prosedurnya saya kurang tau untuk sekarang. Yg saya tau selain seleksi dari Nuan, juga ada tes masuk juga termasuk TOEFL

    • saya kurang tau toefl yang diterima berapa. makin bagus NUAN makin besar kemungkinan diterima di SMANDEL. Tapi dengar2 sistem sekarang ga bisa terima luar daerah. apa benar?

  1. Seleksi msk 8 ya sama aja kayak SMA negeri reguler lainnya. Seleksi berdasarkan peringkat nilai UN (passing grade) melalui PPDB online DKI. Karena SMA 8 tergolong pavorit di Jakarta jadi siap2 bersaing sama calon lainnya, Biasanya nilai yg mau masuk kesini rata2 UN nya tinggi2, maklum kalo dapat sekolah disini seperti ada rasa prestisius gt, padahal itu semu belaka. Toch semua tergantung motivasi dan usaha pelajar itu sendiri mau berhasil atau tidak, bukan tergantung sama nama sekolah. Sekolah hanya memfasilitasinya.
    Sejak di hapuskannya RSBI dan kelas internasional pada th 2013, semua SMA Negeri sdh tidk ada lagi yg namanya test TOEFL. Belajarnya sama aja menggunakan Kurikulum Nasional. Apalagi Pemrov DKI menerapkan peraturan sistem zonasi utk pendaftaran masuk sekolah. Dengan memperbanyak jumlah kuota jalur lokal dan secara bertahap mengurangi kuota jalur umum, serta memperketat syarat administrasi Kartu Keluarga. Tujuan sistem zonasi ini untuk menghilangkan istilah sekolah pavorit dan mengurangi kemacetan. Karena biasanya sekolah berlabel “pavorit” akan diburu calon siswa dari segala pelosok penjuru Jkt. DKI Jakarta sdg membuat program pendidikan dgn kualitas sekolah merata.

    • Kerjasama mah itu pasti ada aja. tapi sebisa mungkin dihindari. kerennya siswa di sekolah ini, banyak bangga dengan hasil kerjaan sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s