SMAN N 8 Jakarta, Keseruan yang Tidak Ada Habisnya…(part 1)

Konon masa SMA selalu menjadi masa terindah (bagi yang sekolah sampai SMA sepertinya) dari hidup setiap orang. Sepertinya pernyataan tersebut agak berlebihan. Setiap masa memilki kenangannya tersendiri pada setiap orang. Begitupun dengan saya, SMA memang masa-masa unforgetable.

Lepas dari SMP alhamdulillah saya berhasil meraih nilai ebtanas (UAN sekarang namanya) yang cukup baik yang insya Allah bisa diterima di SMA  mana pun. Dari awal saya berambisi untuk bisa masuk ke SMA 8 Jakarta. Keinginan ini muncul karena jelaous dan panas dengan seorang kakak kelas di tahun sebelumnya masuk ke SMA tersebut. Namun dari orang tua agak mewanti-wanti sebab ditakutkan saya tidak dapat mengikuti persaingan di SMA tersebut, selain itu lokasi sekolah yang jauh dari rumah juga jadi permasalahan. Akhirnya dari hatiku memutuskan mungkin lebih untuk di SMA yang dekat rumah.

Tapi anehnya beberapa hari sebelum pengumuman NEM (NUAN sekarang) saya diajak survey ke SMA 8 ini. Kesan pertama datang ke sana “uh!! jauh banget sekolahnya.. berangkat jam berapa nih nanti kalo jadi sekolah di sini”. sebenarnya masih banyak lagi deh kesannya ke sekolah ini termasuk nih “nih sekolah kaya penjara banget ya… Ga kelihatan dalemnya dari luar dan berantakan (waktu itu lagi ada pembangunan gedung baru dan baru aja kena banjir besar 2002 :D). Ya initinya jadi agak kurang juga keinginan ke ini sekolah.

Pas hari pertama pendaftaran SMA, aku disuruh siap2 pagi2 hari. serius bgt dan kaya mau jalan jauh aja. Tapi ga menaruh curiga sebab lagi moment serius, daftar sekolah hehe. Namun pas berangkat kok jalannya ga menuju sekolah yang deket rumah ya?? trus ku tanya papaku, “Pa abang mau didaftarin ke mana sih??”. Papaku jawab, “lah katanya mau ke SMA 8??”. setelah dijawab akupun diam dan mengerti ternyata sekolah itu yang bakal jadi tempat belajarku selanjutnya.

Daftar hari pertama penuh bgt. Tapi lucunya pas lagi daftar itu kami didatangi oleh orang dalam sekolah tersebut yang perawakannya gemuk dengan stelan jasnya. Papaku nanya2 beberapa hal ke orang tersebut yang akhirnya nanti aku tahu ternyata orang tersebut adalah kepala sekolah SMA 8. Sugiarto namanya. Yasu beresin seluruh berkas akhirnya kami masukin berkasku. lantas kami menunggu namaku masuk di daftar pengumuman pada suatu monitor besar. berjam-jam kami menunggu kok namaku ga muncul-muncul juga. Kami fikir ini karena pendaftarnya banyak dan mungkin belum giliran berkasku. Tapi akhirnya sampai pukul 2 siang pun namaku juga belum muncul. akhirnya kami curiga jangan2 berkasku terselip. akhirnya papaku tanyakan kepada petugas yang ada disana yang nantinya si petugas ini jadi guru fisika yang masya Allah rese bgt ke aku, suka mijit2in aku dan beliau lah orang pertama kali yang memulerkan panggilan ku bang ben di kelas xi. Teguh namanya. Ternyata dugaan kami tidak meleset dan akhirnya diurus juga tuh berkas  dan muncullah namaku di monitor besar yang dari pagi kami pelototin.

Singkat cerita dimulailah hari-hariku di SMA dimana belum ada satupun yang kukenal. Satu persatu mulai kukenal teman di sana. Namun tetap saja aku merasa kesepian. I miss my friend in junior high school. Tapi kesibukan dan padatnya jadwal di sekolah baru ini membuatku sulit untuk melepaskan rasa rindu. Akhirnya kucoba tuk menikmati hari-hari pertama di sekolah ini.

Kesan pertama, aneh2 (hehehe). belum pernah lah aku temukan orang2 macem2 mereka itu di masa2ku sebelumnya.

 

 

13 thoughts on “SMAN N 8 Jakarta, Keseruan yang Tidak Ada Habisnya…(part 1)

  1. asslm..
    wah..masih seruan masa kecilku ni..=P

    haha..
    kpn2 ku ceritakan..
    *males ngetik blog hehe..

    pas SD, dari ngompol dipengajian, rebutan cowo ma tmnku, jatoh ke got, dll…

    heheh…

  2. wa’alaikumsalam warahamtullahi wabarakatuh

    oh yeeeee???
    cerita atuh, hahahaha, itu tempat ngaji ato toilet Ind???
    wah2 rebutan cowok, mang cowok satu ya di dunia ini??kasain deh jatuh ke got. menderita bgt sih Ind. itu ga lucu, tapi sengsara :))

  3. .
    Huaaa aku kelempar lo…. Ketendang ke pilihan ke 2 waktu PPDB ONLINE 2013 lalu.
    Pilihan pertama SMAN 8.
    1 rumah pd nangis semua. Saya sedih sampe sekarang masih suka sedih.

    UN rata2 saya 9, 375 padahal…. masih kelempar juga . hiks2

    • Wah sayang sekali. Tapi tenang aja dek. Ga keterima di sma 8 Jakarta bukan berarti ga bisa dapet yg asyik di masa SMA nya.
      Tetap semangat ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s