Puisi-puisiku

Ketika Ku Teringat Mati

Ku amati raga ini, suatu ketika pasti akan kaku

Kuamati mulut ini, suatu ketika pasti akan diam.

Bertanya hati ini  sudah cukupkah raga ini berbuat amal dan mengerjakan .

Seberapa banyak bibir ini berzikir dan mengucapkan kata-kata yang baik.

Teringat perbuatan-perbuatan lalaiku yang tidak terhitung.

Maksiat dan keingkaran.

Teringat ucapan-ucapan kotor dan penuh kesia-siaan.

Setiap katanya menyakiti orang lain dan zhalim.

Siapkah diriku menghadapi maut?

Jika saat ini tiba waktunya?

Ingin segera ku beramal.

Jangan sampai raga ini terlambat untuk sujud dan melaksanakan perintahnya.

Ingin segera ku berinfak dan sedekah.

Jangan sampai harta yang ku cari siang malam selama ini sia-sia.

Tak pernah dicicipi kaum fakir dan dhuafa.

Tak terpakai dalam perjuangan di jalan Allah.

Ya Allah lindungi hambaMu ini.

Bantu hamba.

Menyiapkan diri menyiapkan mati.

Karena diri ini sering lupa.

Diri ini akan mati.

Titipan Akhir Pemujaan Cinta

Maaf bila tersakiti
Akan ucap kata ini
Saat kau coba ukir mimpimu
Berharap kita bersatu

Jangan pernah kau tangisi
Lara yang kau pendam ini
Kuinginkan kau mengerti
Aku tak sanggup untuk mencintai

Biarkan mentari tersenyum manis
Menari bersama angin
Menyibak jiwa yang hilang arah

 

Tak kan pernah habis cintamu
Dan kau pendam lirih:
Ku kan menunggu di sini

Dan tak akan pernah habis cinta di hatiku

ku pendam lirih:

Ku juga kan menunggu di sini

Oh, maaf bila tersakiti
Akan ucap kata ini
Cita yang kau genggam kini
Biarlah menjadi bunga
padaNya, yang memiliki Cinta

Jakarta, 13 Februari 2009 21.46 WIB

ungkapan hati dari yang mencinta dan dicinta

kami serahkan cinta ini kepadaMu ya Allah

Desiran Hati

 

“Hati memang penuh kejutan

Tak tahu kapan dan darimana datangnya

Yang pasti hari-hariku pun penuh berdesir

Karenanya..

Kehadirannya…

Sapanya…

Dan senyum candaannya

Kejutan itu berawal

Hati ini pun lunglai

Ketika desiran itu tiada menyirami…

Namun di balik itu…

Ketakutan melanda

Takut kejutan itu dari yang terlaknat…

Bukan cahaya yang dirindu

Lalu dengan apa hati ini tahu..

Terselamatkan dari lenaan kajutan yang melanda

Hamba lemah

Dan tiada pegangan selain cintaMu

Ya rabb…

Berikan kejutan cahayaMu…

Yang hati ini berdesir dahsyat kerenanya

Desiran keselamatanyang penuh nikmat

Yang bersumber dari zatMu… “

Bandung, 12 Februari 2008 01:00 WIB

Ketika desiran hati begitu kuat,hanya Engkaulah penyelamat.

Ya Allah kumohon ridhoMu lah yang bersama desiran hati ini.

Hadiah Cinta

 

“Bidadariku,

Entah kapan kita akan bertemu,

Entah siapa sosokmu yang sebenarnya,

Namun bayangmu selalu hadirkan kerinduan.

Bagaimana kupendam rindu ini

Sedangkan engkau terasa seakan-akan dekat

Seakan-akan ada di sekitarku.

Aku tak mau berspekulasi dirimu adalah dia.

Aku tak mau mendahului keputusan Allah.

Sebab aku yakin cinta Allah lah yang paling besar.

Dan engkau adalah salah satu hadiah cinta Allah yang teindah untukku.

Ya Allah jika memang dia hadiah Cinta-Mu yang terindah,

Maka dekatkanlah, sucikan, dan lindungi dirinya.

Karena Engkau adalah sebaik-baik pelindung.

Amin”

Bandung, 5 januari 2008 00:50 WIB

Miracle

 

“Teman……

Suatu ketika hati ini dirundung kegelisahan

Entah apa yang membuat diri ini kecut dan takut

Aku terus mencari dan mencari obatnya.

Namun semakin ku mencari semakin berat beban hati ini.

Akhirnya ruang ilahku menuntunku untuk bersimpuh kepadaNya.

Di sana kumohon petunjuk dan pertolonganNya.

Namun jawabanNya belum nampak keberadaannya.

Sedangkan derita semakin memuncak.

Sampai Dia kirimkan keajaiban itu kepadaku.

Lewat keajaiban itu Dia hibur aku dan buat hariku tersenyum.

Lewat keajaiban itu aku dapatkan semangat hidup.

Dan tanpa keajaiban itu aku hampa dan bukan apa-apa.

Wahai Teman. . .

Kalian lah keajaiban itu.

Keajaiban dari Allah untukku.”.

Bandung, 19 Januari 2008 13:05 WIB

For all my miracle friends, where eve you are. Allah ma’akum

9 thoughts on “Puisi-puisiku

  1. yah gak lah kk fitra. cuma iseng aja bikin puisi😛, lagi pula kk benny juga rencana kesana masih agak lama. paling duluan kk fitra hehehe

  2. hmm.. bagaimana memendam rindu ..
    sibukkan diri aja ngga cukup. yang ada dikala kesibukan malah rindu xP
    hmm mohon pada Allah agar diri hanya rindu kepada yang diridoi-Nya. x)

    cahyo Bungben🙂 *komen balesan xD *

  3. @anis : hmmm…bingung nanggapinya😀 , yah semoga hati ini memendam rindu terbesar kepada Allah, dan insya Allah rindu yang lainnya bakalan di kabuli oleh Allah, aminn…

  4. hhhoo..
    maksih loh kak benny, nasehat yang tadi..
    ditambah puisi ini..
    tapi butuh waktu yang cukup lama buat mencoba melupakan dan untuk memelihara hati..

  5. siapa pun, barang siapa pun akan senang dan bangga slalu dapat hadir di saat dia membutuhkanZ. Kita baru sadar kehilangan dia diasaat kita jauh dgn diriZ…….,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s